Download
Download Faithfreedompedia versi offline (17.7MB):

Serangan-serangan 628M

Dari Faithfreedompedia

Langsung ke: navigasi, cari

Teror 49: Penyerangan Terhadap Wanita Tua, UMM QIRFA dari B. Fazarah oleh Zayd b. Haritha/ Abu Bakr—Januari, 628M

Para pembaca mungkin masih ingat penyerangan pertama yang dilakukan Zayd b. Haritha di Wadi al-Qura (lihat Teror 45, Bagian 11). Setelah penyerangan ini berakhir dengan kegagalan, Zayd kemudian melakukan beberapa perampokan kecil yang tidak begitu berarti. Dalam masa ini, dia pergi untuk urusan dagang ke Syria. Ketika dia tiba di Wadi al-Qura, dia sekali lagi menyerang penduduk tempat itu. Akan tetapi kafilahnya diserang mendadak oleh suku B. Fazarah. Dalam pertempuran ini, orang2 B. Fazarah membunuh beberapa Muslim termasuk Ward b. Amr, salah seorang kepercayaan Zayd. Zayd sendiri juga terluka.

Setelah Zayd kembali ke Medina dengan lukanya, dia bersumpah untuk membalas dendam kematian rekannya dengan menyerang B. Fazarah lagi. Setelah sembuh dari lukanya, Muhammad mengirim Zayd dengan sepasukan tentara untuk menyerang B. Fazarah. Dia menyerang mereka di Wadi al-Qura dan menghancurkan sebagian besar dari mereka. Dia menawan UMM QIRFA (nama sebenarnya adalah Fatimah bt. Rabiah b. Badr), istri dari Malik b. Hudhayfah, ketua suku B. Fazarah, sebagai tawanan. Umm Qirfa adalah WANITA YG SANGAT TUA dan memiliki anak wanita yang muda dan sangat cantik. Dia (Umm Qirfa) adalah bibi Uyeina dan menikah dengan saudara sepupunya yakni Malik, yang adalah paman dari Uyeina. Mereka membentuk cabang suku Fazarah, dan Fazarah adalah cabang suku Ghatafan. Zayd mengambil anak wanitanya sebagai tawanan dan memerintahkan seorang Jihadi yang bernama Qays b. Mohsin untuk membunuh Umm Qirfa. Walaupun dia WANITA berusia TUA, hal ini tidak menghindarkan dirinya untuk mengalami hukuman barbar Islam dari tentara Muslim (ingat ini sebagai kemunafikan hukum Islam tentang pembunuhan atas seorang wanita. Qays mengikat kedua kakinya dengan tali dan mengikatkan tali2 pada dua unta. Dia lalu memacu unta2 ke dua arah berlawanan sehingga membelah tubuh Umm Qirfa menjadi dua. [207]

Rodinson menulis bahwa tubuh Umm Qirfa tercabik dari seluruh anggota badannya karena ditarik berlawanan arah oleh 4 unta.[208] Ketika Zayd membawa anak wanita Umm Qirfa kepada Muhammad, dia (Muhammad) memberikannya kepada Salamah b. Amr al-Akwa, Jihadi yang menangkapnya. Dia (wanita ini) berasal dari keluarga Arab yang sangat terhormat. Lalu Muhammad mengetahui bahwa salah satu paman kandungnya yakni Hazn b. Abi Wahb mengincar anak wanita Umm Qirfa yang cantik jelita. Lalu dia (Muhammad) meminta pemiliknya, yakni Salamah b. Amr b. al-Akwa, untuk memberikan wanita ini kepada paman Muhammad. Salamah bersedia memenuhi permintaan Muhammad. Maka wanita dari keluarga ningrat ini diserahkan kepada paman Muhammad untuk digunakan memuaskan nafsunya.
207 Ibn Ishak, pp.664-665
208 Rodinson, p.248
209 Muir, vol.iv, p.13

Versi lain dari kisah ini mengatakan bahwa pemimpin penyerangan adalah Abu Bakr b. Abi Quhafah (dikisahkan oleh Salamah) dan berlangsung seperti ini:
Muhammad menunjuk Abu Bakr sebagai ketua penyerangan. Ketika Abu Bakr tiba di Wadi al-Qura, memerintahkan tentaranya untuk beristirahat di sana; lalu mereka sembahyang. Setelah sembahyang, Abu Bakr menyerang B. Fazarah. Tentara Muslim membunuh beberapa orang B. Fazarah dan menangkap kaum wanita dan anak2nya. Diantara mereka adalah UMM QIRFA, seorang wanita yang sangat tua yang mengenakan jaket kulit yang tua. Bersamanya adalah anak wanitanya yang muda dan tercantik diantara wanita2 Arab. Abu Bakr memberikan anak wanita Umm Qirfa yang cantik dan muda itu kepada para Jihadis yang menawannya sebagai jarahan perampokan. Setelah Salamah b. al-Akwa kembali ke Medina dan bertemu Muhammad di pasar, dia (Muhammad) meminta Salamah untuk memberikan gadis cantik itu untuknya sendiri. Salamah berkata kepada Muhammad bahwa dia menyukai gadis itu tapi belum berhubungan seks dengannya. Dia lalu menyerahkan gadis itu kepada Muhammad.

Mengutip perkataan Salamah, Tabari (Tabari, vol. viii, p.97) menulis: [210]

‘Ketika aku kembali ke Medinah, Rasul Allah menemuiku di pasar dan berkata, “Salamah – betapa 
hebatnya ayah yang menurunkanmu! – berikan wanita itu padaku.” Aku berkata, “Rasul Allah, aku 
menyukainya, tapi demi Tuhan, aku belum menyingkapkan gaunnya.” Dia tidak berkata apapun kepadaku 
sampai hari berikutnya, ketika dia menemuiku di pasar dan berkata, “Salamah – betapa hebatnya ayah 
yang menurunkanmu! – berikan wanita itu padaku.” Aku berkata, “Rasul Allah, aku belum menyentuh 
gaunnya. Dia milikmu, Rasul Allah.” Rasul Allah mengirimnya ke Mekah, dan menukarkan wanita itu 
dengan beberapa tawanan Muslim yang ditawan kaum pagan.’ 

Isi Hadis Sahih Muslim: Book 19, Hadith number 4345 serupa dengan kisah di atas.
210 Tabari, vol. viii, p.97
211 Ibn Ishak, pp.677-678

Berkas:Ummqirfanv8.jpg


Teror 50: Pembunuhan Biadab Atas Perampok2 Uraynah atas perintah Muhamad — Februari, 628M

Delapan orang suku B. Uraynah, yang merupakan suku Bedouin, datang menghadap Muhammad dan memeluk Islam. Udara Medinah tidak cocok bagi mereka. Mereka mengeluh sakit perut akibat suatu wabah penyakit. Muhammad memberi beberapa untanya untuk dibawa oleh mereka; dan menganjurkan mereka untuk minum susu dan air kencing unta sebagai obat. Mereka mengiring unta2 itu ke dataran di sebelah selatan Quba untuk merumput. Dengan mengikuti anjuran Muhammad, mereka akhirnya sembuh dari masalah sakit perut. Lalu mereka melarikan unta2 itu dan membunuh penggembala unta, memotong kaki2 dan tangan2nya dan menusukkan paku2 tajam ke lidah dan matanya. Ketika kabar ini didengar Muhammad, dia mengirim 20 tentara berkuda untuk mengejar para perampok. Mereka menangkap perampok2 itu dan membawa kembali semua unta2, kecuali satu. Ke-8 orang ini lalu dibawa ke hadapan Muhammad. Dia memerintahkan agar tangan2 dan kaki2 mereka dipotong dan mata2 mereka ditusuk. Tubuh2 mereka dijejerkan dan dibaringkan di bawah panas matahari di dataran al-Ghaba sampai mereka mati. [211] Di kasus ini ayat2 hukuman bagi yang memerangi Allah dan bagi pencuri dikeluarkan (Q 5:39, 33)

Kisah ini terdapat pula di sini

Hadis Sahih Bukhari, Volume 8, Book 82, Number 796: 
Dikisahkan oleh Anas:
Sekelompok orang dari (suku) Ukl menghadap kepada sang Nabi dan mereka tinggal bersama orang2 As- Suffa, tapi mereka jadi sakit karena udara Medina tidak cocok bagi mereka, jadi mereka berkata, “Ya Rasul Allah! Sediakan kami susu.” Sang Nabi berkata, “Aku tidak melihat cara lain bagimu kecuali menggunakan unta2 milik Rasul Allah.” Maka mereka pergi dan minum susu dan air kencing unta2 (sebagai obat) dan menjadi sehat dan gemuk. Lalu mereka membunuh penggembala unta dan mencuri unta2nya. Ketika orang minta tolong dan datang kepada Rasul Allah, dia mengirim beberapa orang2nya untuk mengejar mereka, dan mereka ditangkap dan dibawa kembali sebelum tengah hari. Sang Nabi memerintahkan paku2 besi dipanaskan sampai merah, dan ditusukkan ke dalam mata2 mereka dan tangan2 dan kaki2 mereka dipotong dan tidak dibakar. Lalu mereka dibaringkan di tempat yang bernama Al- Harra dan ketika mereka minta air untuk minum, mereka tidak diberi sampai mereka mati. (Abu Qilaba berkata, “Orang2 itu mencuri dan membunuh dan melawan Allah dan RasulNya.”)

Teror 51: Pembunuhan atas Al-Yusayr b. Rizam dan Sekelompok Yahudi Khaybar di al-Qarqara — Februari, 628M

Bahkan setelah membunuh Abu Rafi (yang juga dikenal sebagai Sallam ibn Abul-Huqayq), yang adalah ketua kaum Yahudi Khaybar di bulan Desember 624 (lihat Teror 20, Bagian 5), Muhammad masih juga belum merasa aman dari kaum Yahudi Khaybar. Ketua Yahudi Khaybar yang baru bernama Al-Yusayr b. Rizam. Dia punya hubungan yang baik dengan B. Ghatafan, suku yang ditakuti Muhammad. Muhammad mendengar bahwa Al-Yusayr b. Rizam merencanakan untuk menyerangnya. Maka dia cepat2 mengutus Abdallah ibn Rawaha, ketua B. Khazraj pergi ke Khaybar untuk mengumpulkan informasi untuk diam2 membunuh Al-Yusayr. Tapi Abd Allah ibn Rawaha menemukan bahwa pihak Yahudi sangat waspada dalam menghadapi kemungkinan pembunuhan politis dan rencana ini sukar dilaksanakan.

Ketika dia kembali ke Medinag dengan berita buruk, Muhammad kembali mengirimnya secara terang2an dengan 30 orang (atau 30 pembunuh pilihan) naik unta untuk membujuk al-Yusayr b. Rizam datang ke Medinag. Ketika kaum Muslim tiba di Khaybar, orang2 Yahudi memperlakukan mereka dengan baik. Abd Allah ibn Rawaha berpura-pura bersikap ramah dengan orang2 Yahudi dan mengundan al-Yusayr b. Rizam untuk datang ke Medina bersama mereka. Mereka meyakinkan al-Yusayr b. Rizam bahwa Muhammad menjamin keselamatannya dengan setulus hati. Pada mulanya, al-Yusayr menolak. Tapi karena desakan terus-menerus utusan Muslim, akhirnya dia bersedia dan pergi bersama mereka dengan dikawal beberapa orang Yahudi.

Satu dari utusan2Muslim yang bernama Abd Allah b. Unays membantu al-Yusayr naik untanya dan lalu ikut naik dan duduk di belakangnya. Ketika mereka tiba di al-Qarqarat yang letaknya sejauh 6 mil dari Khaybar, al-Yusayr menyadari tujuan buruk kaum Muslim dan dia mengubah pendiriannya untuk pergi bertemu Muhammad. Dia turun dari untanya yang ditungganginya bersama-sama Abd Allah Unays. Abd Allah Unays mengaku bahwa dia melihat al-Yusayr menghunuskan pedangnya. Maka dia menyerang dan memotong kakinya. Al-Yusayr memukul Abd Allah b. Unays dengan sepotong kayu dan melukai kepalanya. Ibn Ishak lalu menulis bahwa Tuhan membunuh al-Yusayr. [21] Kaum Muslim membunuh semua orang Yahudi kecuali seorang yang berhasil melarikan diri. Ketika Abd Allah b. Unays menghadap Muhammad, Muhammad meludah di lukanya dan lukanya sembuh seketika. [213] Muhammad memuji Allah ketika dia mendengar berita pembunuhan atas al-Yusayr b. Rizam dan pembunuhan atas kaum Yahudi.
212 Ibn Ishak, pp.665-666
213 Ibn Ishak, p.666

Bookmark halaman ini dengan:
Delicious Delicious Digg Digg Stumbleupon Stumbleupon Reddit Reddit Newsvine Newsvine Facebook Facebook Google Google Yahoo Yahoo Technorati Technorati
Peralatan pribadi