Download
Download Faithfreedompedia versi offline (17.7MB):

Serangan-serangan - Tahun 631M

Dari Faithfreedompedia

Langsung ke: navigasi, cari

Teror 90 : Penyerangan Atas Tabuk oleh Muhammad—Oktober, 630M -April, 631M

Sekembalinya dari pengepungan Taif, Muhammad tinggal di Medinah selama beberapa bulan sambil terus melakukan kegiatan teror terhadap beberapa suku2 Arab yang tinggal di sekitar Medinah. Perampokan2nya sudah ditulis di bagian terdahulu. Lalu dari kabar burung Muhammad menerima berita bahwa bala tentara Byzantium bersiap-siap di Tabuk untuk menyerang Medina. Pikir Muhammad, tentunya ini adalah serangan balasan atas serangan Muslim di Mu’tah. Terdengar pula kabar bahwa Kaisar Romawi telah membayar gaji prajuritnya setahun penuh di muka untuk mendapatkan loyalitas prajuritnya. Muhammad seketika memerintahkan mobilisasi umum untuk serangan militer terhadap tentara Byzantium.

Saat itu sedang terjadi kemarau panjang dan cuaca sangat panas. Banyak Muslim enggan pergi bergabung untuk melakukan Jihad. Mereka juga lelah atas perang terus-menerus. Mereka ingin menikmati hidup damai dengan barang jarahan yang sudah mereka terima. Mereka datang kepada Muhammad dengan berbagai alasan agar tidak usah ikut perang. Muhammad memberi ijin untuk tidak ikut perang Jihad bagi 82 Muslim. Kalau biasanya dia merahasiakan tujuan Jihad, sekarang Muhammad terang2an mengumumkan untuk memerangi Byzantium di Tabuk. Meskipun enggan terus-menerus berjihad, 30.000 Muslim tetap bergabung dalam perjalanan untuk perang ini. Ini merupakan jumlah satuan tentara Muslim terbesar di Arabia. Dari 30.000 orang terdapat 10.000 pasukan berkuda. Masalah utama yang dihadapi adalah panasnya cuaca dan sedikitnya persediaan air yang mereka bawa.

Dari tulisan sejarah bisa dilihat bahwa motivasi para Jihadi sebenarnya adalah untuk menjarah harta benda lawan. Selain suka akan harta jarahan, mereka pun suka akan tawanan wanita. Hal ini tampak di kisah ini:

 Seorang Jihadi bernama Jadd b. Qays merasa enggan ikut Jihad ketika Muhammad datang kepadanya. 
 Dia terkenal sebagai pria yang doyan wanita. Dia menjawab, “O Rasul Allah, mohon ijinkan aku 
 tidak ikut. Demi Tuhan, tidak ada yang lebih suka akan wanita daripada diriku. Aku
 takut jika aku melihat para wanita Banu Asfar (wanita2 Byzantium), aku tidak akan dapat 
 mengontrol diriku.” Muhammad berpaling pergi sambil berkata padanya, “Aku mengijinkanmu tidak 
 ikut pergi.” Allah menurunkan Q 9:49 untuk Jadd, yang isinya menegur mereka yang memilih untuk 
 tinggal di rumah daripada ikut perang. [295] Allah juga menurunkan Q 9:42-48 yang memperingatkan 
 mereka yang ragu2 untuk ikut Jihad. 

294 Tabari, vol. ix, p.76
295 Tabari, vol ix, p.48

Seorang yang 'munafik' membujuk orang2 untuk tidak ikut Jihad karena panasnya terik matahari dan juga menyebarkan kabar buruk tentang Muhammad. Untuk memperingatkan para munafik ini, Allah mengeluarkan Q 9:81-82, bahwa panas neraka akan jauh lebih hebat lagi. Banyak para munafik yang berkumpul di rumah Suwaylim, orang Yahudi yang baru saja masuk Islam dan enggan bergabung dengan Muhammad untuk berjihad. Muhammad memerintah Talha b. Ubaydullah dan beberapa orang untuk membakar rumah Suwaylim pada saat orang2 berada di rumahnya. Talha melakukan hal itu. Kebanyakan orang2 berhasil menyelamatkan diri, tapi satu orang patah kakinya ketika melompat dari atap rumah. [296]

Muhammad mencari dana bantuan dari orang2 sekitarnya dan banyak dari mereka yang dengan murah hati membantu secara finansial bagi rencana militer ini. Menantunya, Uthma b. Affan, menyumbang 1.000 Dinar, dan ini merupakan sumbangan terbesar. Beberapa Jihadi terpaksa ditolak untuk ikut perang karena jatah makanan dan perlengkapan perang ternyata kurang. Beberapa Jihadi hanya diberi satu ekor unta dan beberapa buah kurma untuk bergabung dalam Jihad.

Akhirnya Muhammad dan tentaranya pergi ke Tabuk. Tabuk terletak 250 mil dari Medinah, di daerah perbatasan Kekaisaran Byzantium. Muhammad mendirikan kemahnya di Thaniyat al-Wada. Musuh bebuyutan Muhammad, Abdullah ibn Ubayy, juga ikut pergi dalam Jihad ini dan mendirikan tenda yang terpisah dari perkemahan Muhammad. Lalu ketika Muhammad berangkat lagi ke Tabuk, Abdullah ibn Ubayy tinggal di tempat dengan beberapa Muslim yang ragu2 dan munafik. Karenanya Allah menurunkan Q 9:48 tentang kesia-siaan akal bulus para munafik. Abdullah ibn Ubayy di kemudian hari mati tak lama setelah Muhammad kembali dari Tabuk.

Muhammad juga meninggalkan Ali b. Abi Talib di Medinah untuk menjaga keluarganya sendiri. Beberapa Muslim munafik membuat Ali marah karena menyebarkan berita bahwa Ali hanyalah beban bagi Muhammad. Dengan jengkel, Ali pergi membawa pedangnya untuk bergabung dengan Muhammad dalam perang. Dia berhasil menyusul Muhammad di al-Jurf. Dia lalu mengutarakan pada Muhammad apa yang didengarnya dari orang2 tentang dirinya. Muhammad mengatakan padanya bahwa para munafik itu bohong dan Ali sebaiknya kembali kepada keluarganya. Muhammad meyakinkan dirinya bahwa Ali baginya adalah seperti Harun bagi Musa. Setelah puas mendengar penjelasan Muhammad, Ali kembali kepada keluarganya dan Muhammad melanjutkan perjalanan ke Tabuk.

Pada saat Muhammad berada di al-Hijr, orang2 menimba air dari sumur untuk minum. Setelah meninggalkan al-Hijr, Muhammad melarang orang2nya untuk minum dan membersihkan diri dengan air dari daerah orang yang tak mengenal Allah. Jika mereka menggunakan air itu untuk membuat makanan, maka makanan itu harus diberikan kepada unta2 mereka. Dia juga melarang setiap pengikutnya ke luar malam tanpa ditemani orang lain. Seorang Jihadi melanggar aturan ini. Dia berangkat di malam hari seorang diri dan waktu kembali dia tercekik. Seorang Jihadi lain ke luar di malam hari untuk mencari untanya, tapi lalu dia terbawa badai pasir yang hebat. Ketika Muhammad berdoa bagi orang yang tercekik, maka orang itu sembuh. Orang yang dibawa badai akhirnya entah bagaimana tiba kembali ke Medinah. Ketika orang2 ngomel karena tidak ada air, Muhammad berdoa kepada Allah dan lalu Allah dengan cepat mengirim awan gelap dan hujan turun dengan lebat.
296 Ibn Ishak, pp.782-783

Muhammad terus melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan, untanya tersasar dan para pengikutnya pergi untuk mencari unta ini. Seorang munafik berkata bahwa Muhammad yang adalah seorang nabi ternyata tidak tahu di mana untanya berada. Karena mendengar hinaan tentang status kenabiannya, Muhammad lalu menebak di mana untanya berada. Para pencari pergi ke arah itu dan menemukan unta tersebut.

Sejumlah orang munafik yang bergabung dengan perjalan perang ke Tabuk menyatakan keraguan mereka untuk bisa menang perang melawan tentara Byzantium dan perkataan mereka memberi pengaruh kepada tentara Muslim lain yang mendengarnya. Ketika Muhammad menegur mereka, mereka menjawab bahwa mereka hanya iseng mengatakan hal itu. Tentang hal ini, Allah menurunkan Q 9:65 tentang perkataan munafik yang tidak bertanggung jawab.

Daftar isi

Teror 91 : Penyerangan Ketiga Atas Dumat al-Jandal: Pemaksaan Jizya terhadap Ukaydir oleh Khalid b. Walid — Maret-April, 631 M

Setelah kembali dari Tabuk dan menandatangai perjanjian damai dengan beberapa suku2 non-Muslim, Muhammad merasa aman. Taktik terornya ternyata sangat berhasil, dan dia tidak punya alasan untuk berperang dan menyerang lagi. Satu2nya hal yang dia takutkan adalah Ukaydir ibn Abd al-Malik al-Kindi, pangeran Kristen di Dumat al-Jandal (Duma). Tanpa alasan jelas, Muhammad menyebarkan desas-desus bahwa Ukaydir sedang ber-siap2 untuk melancarkan serangan terhadap pihak Muslim. Jadi ketika mempersiapkan bala tentara Muslim kembali ke Medina dari Tabuk, dia mengirim Khalid ibn Walid bersama 500 pasukan berkuda untuk mengatasi ancaman ini. Tentara Muslim yang lain kembali ke Medinah.

Khalid lalu pergi menyerang Duma. Dia tidak menemui banyak perlawanan, akan tetapi pintu gerbang benteng kota tertutup rapat2. Ketika Khalid menyerang benteng tsb., Ukaydir sedang berada di atas atap benteng bersama istrinya. Saudara laki Ukaydir yang bernama Hassan pada saat sedang pulang dari berburu kerbau liar. Khalid menangkap Hassan dan membunuhnya. Setelah itu Khalid mengatakan pada Ukaydir bahwa dia akan membunuhnya jika pintu gerbang kota tidak dibuka. Ukaydir akhirnya menyerah dan pintu benteng dibuka. Tentara Muslim masuk benteng dan menangkap Ukaydir. Khalid mengambil baju berdekorasi emas milik Hassan dan menyuruh seorang kurir untuk membawa baju ini dan memberikannya kepada Muhammad. Ketika menerima hadiah baju itu, Muhammad memandang rendah keindahan baju kebesaran ini dengan mengatakan bahwa kain lap Sa’d b. Muadh di surga jauh lebih indah daripada baju Hassan.

Tentara Muslim lalu menjarahi kota Dumah. Mereka merampas 200 ekor unta, 800 domba, 400 baju perang dan sejumlah besar persenjataan. Khalid kembali ke Tabuk membawa barang2 jarahan, juga Ukaydir dan saudara lakinya yang lain yang bernama Musad. Setelah tiba di Medinah dan bertemu dengan Muhammad, Ukaydir dan saudaranya diampuni dan tidak dibunuh asalkan mereka berdua setuju untuk membayar pajak Jizya. Ukaydir dan saudaranya setuju atas perintah Muhammad dan mereka berdua kembali ke kota kerajaan mereka. Ini Hadisnya.

Hadis Sunan Abu Daud, Book 19, Number 3031: 
Dikisahkan oleh Anas ibn Malik, Uthman ibn Abu Sulayman, sang Nabi mengirim Khalid ibn al-Walid ke Ukaydir di Dumah. Dia (Ukaydir) ditaklukkan dan mereka membawanya menghadap kepadanya (sang Nabi). Dia (Muhammad) mengampuni jiwanya dan berdamai dengannya dengan syarat bahwa dia harus bayar jizyah (pajak keamanan).

298 Masterminds of Terror, p.168

Seperti yang ditulis di Hadis Sahih Bukhari 1.2.24, di saat ini Muhammad juga mengumumkan perintah untuk memerangi non-Muslim.

 Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24: 
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:
Rasulullah berkata, "Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, dan mendirikan solat dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah."

Teror 92 : Penghancuran Berhala Wadd di Dumat al-Jandal oleh Khalid ibn Walid—April, 631M

Dewa Wadd [299] ditampilkan dalam rupa patung seorang pria bertubuh besar dan kuat, dilapisi dua lapis jubah, bersenjatakan pedang di pinggangnya dan busur di pundaknya. Berhala ini diduga terletak di salah satu gedung2 istana Duma. Ketika Khalid b. Walid sedang berada di Duma, Muhammad memberinya perintah untuk menghancurkan patung berhala yang indah ini. Khalid hendak menghancurkan patung itu, tapi dia mendapat perlawanan sengit dari masyarakat B. Abd Wadd dan B. Amir al-Ajdar yang memeranginya demi membela patung dewa mereka. Setelah bertarung, akhirnya Khalid berhasil mengalahkan mereka. Khalid lalu menghancurkan patung itu sampai berkeping-keping dan mengobrak-abrik kuil. Seorang warga B. Abd Wadd dibunuh. Ibunya yang hancur hatinya menjatuhkan diri di atas tubuh anaknya dan dia pun mati. [300]

Teror 93 : Penghancuran Mesjid Saingan di Dhu Awan oleh Muhamad - April, 631M

Dalam perjalanan pulang dari Tabuk menuju Medinah, Muhammad berhenti di Dhu Awan di Quba (sekitar 4 km dari Medinah), satu jam perjalanan dari Medinah. Disana sebuah kelompok Muslim membangun sebuah mesjid. Sebelumnya, ketika Muhammad sedang bersiap melakukan perjalanan menuju Tabuk, kelompok Muslim ini mendekati Muhammad dan berkata, “Wahai Rasul Allah, kami telah membangun mesjid bagi yang sakit dan memerlukan dan untuk hari hujan dan malam yang dingin, dan kami ingin engkau mengunjungi kami dan sembahyang bersama kami.” [301] Karena saat itu Muhammad sedang sibuk hendak berangkat ke Tabuk, dia minta ijin untuk tidak mengunjungi mesjid tapi dia berjanji akan berkunjung sekembalinya dari Tabuk.
299 Yusuf Ali, The Holy Quran, appendix xiii, p.1616
300 Ibn al-Kalbi, p.48
301 Tabari, vol. ix, p.61

Ketika Muhammad berhenti di Dhu Awan, dia menuduh pembangun mesjid melakukan hal yang menyimpang. Dia lalu mengirim segerombolan Jihadi untuk membakar dan menghancurkan mesjid yang baru saja dibangun itu. Dia berkata pada kawanan Jihadinya, “Pergilah ke mesjid itu yang pemiliknya adalah orang2 yang sesat dan hancurkan dan bakar mesjid itu.” [302] Kawanan Jihadi masuk mesjid dan membakarnya ketika tempat itu dipenuhi jemaat yang berkumpul untuk melakukan sembahyang maghrib. Para jemaat berlarian ketakutan menyelamatkan diri. Allah dengan gesitnya menurunkan ayat2 Q 9:107, 110 yang membenarkan penghancuran mesjid2 saingan. Untuk lebih mengesahkan tindakannya akan mesjid ini, Muhammad mengarang cerita bahwa dia menduga para pembangun “Mesjid Sesat” ini merencanakan untuk membunuhnya. Lalu dia memuji kualitas mesjid pertama (yang dikenal sebagai Masjid Taqwa) yang dibangun olehnya di Quba ketika dia hijrah ke Medinah dan di mesjid itulah dia meminta pengikutnya untuk sembahyang. Perintah ini ditulis di Quran 9:108-109.

Setelah para Jihadi kembali ke Medinah, beberapa dari mereka mulai menjual peralatan perangnya, karena mereka pikir Jihad sudah berakhir. Tapi Muhammad menghentikan tindakan mereka sambil berkata, “Sebagian orang2ku akan terus berperang bagi kebenaran sampai munculnya tokoh Anti Kristus.” [303]

Teror 94 : Penghancuran Berhala al-Lat di Taif oleh Abu Sufyan b. Harb — April, 631M

Sepuluh bulan setelah Muhammad berhenti mengepung Taif, masyarakat Thaqif masih tetap melaksanakan ibadah pagan mereka. Seperti yang telah ditulis di bagian sebelumnya, Urwa b. Masud yang merupakan orang Thaqif dan perantara bagi orang2 Quraish di Hudaibiya pergi ke Yaman untuk berlatih menggunakan peralatan perang modern. Sekembalinya dari Yaman, dia mendapatkan bahwa semua orang Mekah, kecuali suku2 Taif (masyarakat Thaqif), telah memeluk Islam.

Melihat besarnya kekuasaan Muhammad, Urwa lalu pergi ke Medina dan menghadap Muhammad. Urwa memeluk Islam di hadapan Muhammad. Lalu dia berkata kepada Muhammad bahwa dia akan kembali ke Taif dan mengajak orang2 di sana untuk memeluk Islam pula. Muhammad memperingatkannya bahwa orang2 Thaqif mungkin akan melawannya dengan sengit karena keputusannya memeluk Islam. Tapi Urwa sangat percaya diri bahwa dia akan berhasil.
302 Tabari, vol. ix, p.61
303 Ibn Sa’d, vol.ii, p.205

Setelah tiba di Taif di sore hari, Urwa mengumumkan kepada masyarakat Thaqif bahwa dia sekarang telah menjadi Muslim dan mengajak orang2 untuk melakukan hal yang sama. Dia lalu naik balkon istananya dan meneriakkan Adhaan sekuat tenaga. Masyarakat Thaqif marah sekali melihat perbuatan Urwa sehingga mereka menghujaninya dengan panah dari segala penjuru. Urwa terluka berat di tangannya dan dia lalu mati karena lukanya. Ketika berita kematiannya terdengar Muhammad, dia memuji Urwa karena keberaniannya. Muhammad menjajarkan Urwa dengan nabi Yasin yang juga mati dibunuh orang2nya.

Masyarakat Thaqif mereka puas setelah membunuh Urwa. Tapi kebahagiaan mereka hanya berlangsung sekejap saja. Setelah itu mereka terus-menerus diserang orang2 B. Hawazin di bawah pimpinan Malik. Serangan2 berat ini membuat orang2 Thaqif tidak bisa menggembalakan ternak mereka, menghancurkan sumur2 sumber air mereka, dan ladang rumput mereka. Cadangan pangan bangsa Thaqif mulai berkurang dan tak lama kemudian mereka tidak punya cukup kekuatan untuk melawan Arab2 Muslim yang mengepung mereka. Karena itu, 6 kepala suku Thaqif dan 15 sampai 20 pengikutnya pergi ke Medinna untuk menghadap Muhammad. Pemimpin kelompok ini adalah Abd Yalil b. Amr b. Umayr. Mereka mulai melakukan perjalanan dua minggu setelah Muhammad kembali dari Tabuk ke Medina. Ketika rombongan Taif tiba di Medina, Muhammad menyambutnya dengan ramah dan mendirikan sebuah tenda bagi mereka di sebelah mesjid. Utusan Thaqif tidak punya pilihan selain memeluk Islam terlebih dahulu untuk bisa menghadap Muhammad.

Sebuah perjanjian dibuat diantara masyarakat Thaqif dan Muhammad. Di saat itu mereka minta kepada Muhammad untuk tidak menghancurkan patung berhala al-Lat selama tiga tahun. Muhammad dengan tegas menolak permintaan mereka. Lalu mereka mengurangi waktunya menjadi setahun tapi Muhammad tetap menolak – lalu jadi sebulan, dan Muhammad tetap menolak permohonan mereka. Para utusan Thaqif hanya meminta waktu sesaat saja untuk mempersiapkan mental kaum wanita mereka untuk menghadapi kenyataan pahit akan penghancuran patung al-Lat. Para utusan juga meminta agar mereka tidak usah melakukan sholat dan tidak harus menghancurkan patung al-Lat dengan tangan mereka sendiri. Allah cepat2 menurunkan ayat Q 17:73 yang isinya memperingatkan Muhammad untuk tidak meninggalkan sembahyang. Jadi akan permintaan tentang tidak usah sholat, Muhammad dengan tegas menolak. Tapi Muhammad setuju bahwa orang2 Thaqif tidak usah menghancurkan berhala al-Lat dengan tangan mereka sendiri. Selain itu, masyarakat Thaqif harus memeluk Islam.

Penulis biografi Rodinson menulis bahwa Muhammad membuat kompromi tentang puasa dengan membuat aturan puasa lebih ringan bagi masyarakat Thaqif. [304] Meskipun mereka merasa sangat kecewa, mereka berkata, “Wahai Muhammad, kami menyerah padamu akan hal ini meskipun ini sangat menghina.” [305] Anehnya, dalam perjanjian dengan masyarakat Thaqif ini Muhammad disebut sebagai Muhammad ibn Abdallah dan bukan Muhammad Rasul Allah. [306]

Setelah rombongan utusan Thaqif meninggalkan Medinah, Muhammad mengirim Abu Sufyan b. Harb dan al- Mughirah b. Shubah untuk menghancurkan al-Lat. Al-Lat adalah dewa yang lebih baru daripada Manat, dan terletak di Taif. Al-Lat berbentuk batu kotak. [307] (Ibn al-Kalbi, p.15). Setelah mereka tiba di Taif, al-Mughirah menghancurkan berhala al-Lat dengan kampak, lalu dia membakar kuil al-Lat sampai musnah. Setelah itu al-Mughirah mengancam masyarakat Thaqif bahwa mereka akan dibunuh semua jikalau mereka membalas dendam. [308] Para wanita Thaqif lalu ke luar rumah dan menangis melolong dengan sedihnya atas kehancuran al-Lat. Setelah menghancurkan al-Lat, al-Mughirah mengambil perhiasan2 al-Lat berupa emas dan onix dari fondasi kuil dan memberikannya kepada Abu Sufyan. Muhammad memerintahkan Abu Sufyan untuk menggunakan harta jarahan ini untuk membayar hutang2 Urwah b. Masud dan saudaranya al-Aswad b. Masud.
304 Rodinson, p.269
305 Tabari, vol ix, p.45
306 Rodinson, p.270
307 Ibn al-Kalbi, p.15
308 Ibid

Dengan hancurnya berhala al-Lat dan masyarakat Thaqif yang memeluk Islam, maka lengkaplah sudah penaklukkan Islam atas Hejaz.

Teror 94 : Genosida di Jurash, Yaman oleh Surad b. Abd Allah—October, 631M

Muhammad sekarang ingin menaklukkan seluruh daerah selatan Arabia, terutama Yaman. Usahanya yang pertama untuk menaklukkan daerah ini tidak berhasil. Sekarang setelah seluruh daerah Hejaz tunduk di bawah Islam, dia mengirim Surad b. Abd Allah untuk menyerang Yaman.

Setelah mendapat wewenang dari Muhammad untuk memerangi (maksudnya membunuh) orang2 pagan dan disediakan sepasukan tentara untuk melakukan hal ini, Surad b. Abd Allah menyerang Jurash, kota yang didiami oleh suku2 Yaman. Musuh lawas Surad yang bernama Khattam telah melarikan diri ke tempat ini. Ketika orang2 Yaman mengetahui bahwa tentara2 Muslim akan menyerang mereka, mereka menutup pintu gerbang benteng kota rapat2. Pengepungan berlangsung selama sebulan dan suku2 Yemen tetap tidak mau ke luar dari tempat berlindung. Karena itu Surad pura2 mundur dan meninggalkan tempat itu. Para penduduk Jurash mengira bahaya telah berlalu, sehingga mereka ke luar benteng. Tentara Muslim lalu menyerang mereka dari belakang dan dengan kejamnya melakukan pembantaian massal.

Sebelum penyerangan terhadap orang2 Jurash ini terjadi, sebenarnya orang2 Jurash sudah mengirim dua orang utusan untuk bertemu dengan Muhammad dan mengharapkan perdamaian. Ketika mereka berada di Medinah, mereka baru mengetahui bahwa Surad telah berangkat ke Jurash tapi kedua orang ini tetap tinggal di Medinah kala Surad sibuk membunuhi orang2 Jurash. Ketika bertemu dengan Muhammad, mereka bertanya kepadanya apa yang terjadi dengan masyarakat mereka di Jurash. Muhammad memberitahu mereka bahwa masyarakat Jurash sedang dibantai bagaikan unta. Lalu Abu Bakr atau Uthman menasehati utusan2 Jurash untuk memohon kepada Muhammad agar masyarakat Jurash diampuni. Mereka lalu melakukan hal itu dan Muhammad pun berdoa bagi masyarakat Jurash. Ketika kedua utusan itu kembali ke Jurash, mereka kaget sekali melihat besarnya kehancuran yang dilakukan tentara Muslim. Dengan diteror rasa takut, utusan2 Jurash ini lalu balik lagi ke Medinah untuk bertemu Muhammad dan lalu memeluk Islam.

Teror 95 : Perampokan dan Pemaksaan Agama terhadap B. Nakha di Mudhij, Yemen oleh Ali — Oktober, 631 M

Ali memimpin 300 rombongan tentara berkuda ke Yaman untuk menyerang B. Nakha di Mudhij. Dia mengumumkan kepada mereka untuk masuk Islam atau mati. Ini adalah serangan teror pertama yang dilakukan pasukan berkuda Ali di Yemen. Ini juga merupakan tentara Hejaz pertama yang dikirim Muhammad untuk menyerang Yemen. Awalnya suku B. Nakha tidak mau masuk Islam. Pertempuranpun terjadi dan tentara Ali membunuh 20 orang. Pada akhirnya tentara B. Nakha kalah, menyerah dan lalu masuk Islam. Beberapa suku dari Mudhaj di Yemen juga akhirnya memeluk Islam. Pasukan Muslim menjarah apapun yang bisa mereka ambil seperti harta benda, wanita, anak2, unta, dan kambing. [309] Ali kembali membawa semua barang jarahan itu. Setelah itu dia bergabung dengan Muhammad untuk melakukan ibadah hajinya (Muhammad) yang terakhir.

Pada waktu melakukan penyerangan dan penjarahan ini, Ali (menantu Muhammad) melakukan hubungan seks dengan wanita2 tawanan perang dan Muhammad senang sekali mendengar besarnya nafsu birahi menantunya. Ini Hadisnya.

Hadis Sahih Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 637: 
Dikisahkan oleh Buraida:
Sang Nabi mengirim ‘Ali ke Khalid untuk membawa Khumus (barang jarahan) dan aku benci Ali, dan ‘Ali baru saja mandi (setelah berhubungan seks dengan budak wanita dari Khumus). Aku berkata kepada Khalid, “Tidakkah kau lihat dia (Ali)?” Ketika kami bertemu dengan sang Nabi, aku katakan hal itu padanya. Dia berkata, “Wahai, Buraida! Apakah kau membenci Ali?” Kujawab, “Ya.” Dia berkata, “Apakah kau membencinya, karena dia berhak mendapatkan lebih daripada apa yang dia dapat dari Khumus.”

Orang2 B. Nakhla kemudian tunduk di bawah pimpinan Muadh yang adalah wakil Muhammad di Yaman. Dua ratus orang Nakhla pergi ke Medinah untuk mengadakan perjanjian persekutuan dengan Muhammad. Mereka tiba di Medinah di awal tahun ke 11 Hijra. Ini adalah rombongan utusan terakhir yang diterima Muhammad. Ketika Muhammad mengirim Muadh untuk jadi gubernur Yaman, dia memerintahkan Muadh untuk tidak menjarah orang2 Yaman jika mereka secara sukarela menyerah masuk Islam. Kalau tidak, maka Muadh diperbolehkan menjarah barang2 terbaik milik mereka. Ini Hadisnya.

 Hadith Sahih Bukhari, Volume 2, Book 24, Number 573: 
Dikisahkan oleh Abu Ma'bad (budak milik Ibn Abbas), Rasul Allah berkata kepada Muadh ketika dia mengirimnya ke Yaman, “Pergilah kau kepada orang2 Ahlul Kitab. Ketika kau tiba di sana, 'ajaklah' mereka untuk bersaksi bahwa tiada yang layak disembah kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah RasulNya. Dan jika mereka mentaatimu, katakan kepada mereka bahwa Allah memerintahkan mereka melakukan sembahyang 5 kali di waktu siang dan malam. Dan jika mereka mentaatimu untuk melakukan itu, katakan bahwa Allah mewajibkan mereka untuk bayar Zakat yang akan diambil dari orang2 yang mampu diantara mereka untuk diberikan kepada orang2 miskin diantara mereka. Jika mereka mentaatimu untuk melakukan hal itu, maka janganlah mengambil barang2 terbaik milik mereka, dan takutlah akan kutukan orang yang tertindas karena tidak ada sekat antara doanya dan Allah.”

309 Ibn Sa’d, p.210

Teror 96 : Pemaksaan Agama terhadap Orang2 Hamdan Yaman oleh Ali — Desember, 631M

Setelah sukses membantai di Jurash dan memaksakan agama Islam di Mudhij, Yaman, Muhammad sekarang ini memaksa SEMUA suku yang hidup di Yaman untuk memeluk Islam. Pertama-tama, dia mengirim Khalid b. Walid untuk meminta orang2 Yaman memeluk Islam. Khalid menghabiskan waktu 6 bulan di sana dan hanya bisa mengajak sedikit orang saja untuk masuk Islam. Maka Muhammad meminta Khalid kembali dan mengirim Ali sebagai gantinya. Ini adalah perjalanan kedua bagi Ali ke Yaman. Ketika Ali tiba di kota Hamdan di Yaman, dia melakukan sembahyang subuh. Orang2 berkumpul mengitarinya. Ali menyuruh tentaranya berbaris dalam satu barisan dan membacakan surat dari Muhammad yang memerintah orang2 tsb. untuk masuk Islam atau dibunuh. Orang2 Hamdan sudah mendengar pembantaian besar2an terhadap orang2 Jurash oleh tentara Muslim sehingga mereka ketakutan dan lalu cepat2 memeluk Islam hari itu juga. Ketika Muhammad menerima berita bahwa orang2 Hamdan masuk Islam karena takut akan ancaman, dia menawarkan perdamaian kepada mereka. Tak lama setelah orang2 Hamdan memeluk Islam, masyarakat lain Yaman yang lain juga melakukan hal yang sama.

Teror 97 : Pemaksaan Memeluk Agama dan Jizyah Atas Orang2 Kristen dan Yahudi — Desember, 631M

Ketika tentara Muslim berada dekat Tabuk, ternyata mereka tidak menjumpai tentara Byzantium sama sekali. Seluruh usaha dan perjalan perang yang berat ternyata tidak berguna sama sekali sehingga tentara Muslim jadi sangat kecewa karena mereka tentunya tidak bisa menerima jarahan perang yang besar. Untuk memuaskan keserakahan para Jihadinya akan jarahan perang, Muhammad lalu merencanakan untuk menyerang suku2 di daerah sekitar dan memeras uang dari mereka. Jadi ketika dia mencapai Tabuk, dia mengancam para pemimpin daerah itu. Dia mengirim surat kepada Yuhanna b. Ru’bah (John), pangeran Kristen di Ayla dan 'meminta' Yuhanna untuk masuk Islam, kalau tidak ia akan diserang. Yuhanna dengan cepat tunduk dan melakukan perintah Muhammad memeluk Islam. Muhammad memaksanya bayar pajak Jizyah sebanyak 300 Dinar (US$15.000) per tahun (yakni 1 Dinar per kepala karena terdapat 300 orang penduduk di situ). Dalam peristiwa ini, orang2 tua dibunuh dan anak2 dijadikan tawanan perang. Muhammad juga memerintahkan Yuhanna untuk membayar uang tanda hormat kepada kawan2 dekat Muhammad seperti Zayd, Khalid, Maslama, dll.

Perlakuan yang sama juga diterapkan kepada masyarakat Yahudi di Makna, Adhruh dan Jarba (benteng tua di jalan yang dibuat orang Romawi dari Busra ke Laut Merah). Mereka dipaksa masuk Islam. Mereka harus bayar pajak dan dengan ini Muhammad menjanjikan perlindungan dan bantuan bagi sesama Muslim. Muhammad menentukan pajak sebesar ¼ dari apapun yang mereka hasilkan. Beberapa tindakan teror lain akan diungkapkan di bagian berikut.

Muhammad berkelana di daerah perbatasan Byzantium selama 10 malam, mengajak semua masyarakat yang dia jumpai saat itu untuk memilih masuk Islam atau diperangi. Lalu dia kembali ke Medinah.

Bagian2 akhir dari Sura 9 dinyatakan pada saat ini. Beberapa ayat yang paling keras yakni ayat Pedang (Q 9:5) dinyatakan setelah Muhammad kembali dari Tabuk. Ketika dia tiba di Medina, dia menegur mereka yang memilih untuk tetap tinggal di Medina tanpa mendapat ijin darinya. Allah menyetujui teguran Muhammad di Q 9:39-51. Yang paling keras ditegur adalah para Bedouin yang tidak mau ikut Jihad (Q 9:97).

Beberapa penulis biografi [297] menyatakan bahwa sekembalinya dari Tabuk, beberapa tentara Muslim munafik berusaha membunuh Muhammad dengan melemparkannya dari jurang. Akan tetapi usaha mereka tidak berhasil karena Allah memasukkan rasa takut dalam hati mereka. Ketika usaha pembunuhan ini gagal, Allah menyatakan Q 9:73-74 yang menyuruh Muhammad bersikap keras terhadap para kafirun dan munafikun. 297 Mubarakpuri, pp.504-505

Bookmark halaman ini dengan:
Delicious Delicious Digg Digg Stumbleupon Stumbleupon Reddit Reddit Newsvine Newsvine Facebook Facebook Google Google Yahoo Yahoo Technorati Technorati
Peralatan pribadi