Serangan-serangan - Tahun 626M
Dari Faithfreedompedia
FaithFreedom Indonesia Teror 30: Penyerangan Badr III oleh Muhamad — Januari, 626M
Seperti yang telah disetujui di Uhud (lihat Teror 21, Bagian Enam), tentara2 Mekah dan Medinah berjanji untuk bertemu lagi di Badr dalam waktu setahun. Waktu setahun ini dengan cepat datang. Tahun itu terjadi kekeringan besar. Abu Sufyan b. Harb berpendapat tidaklah tepat untuk mengadakan perang tahun itu karena adanya kelaparan dan karena itu dia menunda pertemuan sampai tahun yang lebih baik. Dia mengirim seorang wakilnya yang bernama Nuaym ke Medina untuk membesar-besarkan berita persiapan orang Mekah. Abu Sufyan melakukan itu dengan maksud agar orang2 Muslim enggan untuk berperang, apalagi jika mengingat kekalahan di Uhud. Meskipun begitu, tentara Quraish tetap berangkat dari Mekah dengan 2.000 tentara jalan kaki dan 50 tentara berkuda. Abu Sufyan memimpin mereka dari Mekah sampai tiba di Usfan, tapi lalu mengambil keputusan untuk kembali setelah berjalan selama 2 hari karena dia tidak menemukan padang rumput yang bagus. Tahun itu memang terjadi kemarau hebat. Tentara Mekah hanya makan tepung dan air saja. Karena itu kejadian ini juga dikenal dengan nama operasi Sawick (bubur gandum).
Kabar dari Nuaym membuat kaum Muslim di Medinah khawatir. Banyak dari mereka yang tidak ingin bertemu lawan tangguh itu lagi. Tapi Muhammad mengambil keputusan untuk pergi perang. Dia mengumpulkan 1.500 tentara dan bersiap berangkat ke Badr. Ini adalah untuk ketiga kalinya kedua tentara sedianya bertemu di Badr. Tentara Muslim akhirnya tiba di Badr dan berkemah di sana selama 8 hari. Mereka membawa banyak barang2 karena tadinya mengira ada perayaan di sana. Tetapi setelah ditunggu, ternyata tentara Quraish tidak muncul. Muhammad menunggu kedatangan Abu Sufyan b. Harb. Ketika yang ditunggu tidak kunjung muncul, dia bertemu dengan Makashi b. Amr al-Damri dan menyatakan keinginannya untuk membatalkan perjanjian damai diantara mereka berdua, jika B. Damri memang menginginkan juga. Sebenarnya Muhammad ingin berperang dengan suku B. Damri karena dia pikir dia cukup kuat untuk meneror suku kecil ini. Tapi masyarakat B. Damri ingin tetap mempertahankan perjanjian damai dengannya.
Tentara Muslim menukarkan barang2 mereka dan dapat banyak untung, setelah itu mereka kembali ke Medina. Muhammad puas sekali dengan kegiatan ini dan dia menganggapnya sebagai tanda dari Allah. Dia menerima wahyu Q 3:172-175 tentang Setan yang memasukkan rasa takut dalam pikiran Muhammad.
Ketika kaum Quraish mendengar bahwa Muhammad merasa gembira, mereka jadi khawatir bahwa dia akan terus meneror mereka. Mereka lalu mulai merencanakan serangan besar melawan Muhammad. Dibutuhkan waktu setahun untuk merencanakan dan melaksanakan serangan itu. Dalam masa setahun itu, Muhammad disibukkan banyak hal.
Teror 31: Serangan Pertama atas Dumat al-Jandal oleh Muhamad — Juli, 626M
Di musim panas tahun 626M, Muhammad mengaku menerima laporang mata2 yang mengatakan bahwa suku Ghatafan sekali lagi telah mengumpulkan para tentara mereka di Dumat al-Jandal untuk menyerangnya. Dumat al-Jandal adalah tempat oasis (sumber mata air) di perbatasan antara Hijaz dan al-Sham, pertengahan antara Laut Merah dan Selat Persia di perbatasan Syria. Kemarau hebat menyebabkan daerah ini mengalami kelaparan. Tanpa menghabiskan banyak waktu, Muhammad tiba2 menyerang suku Ghatafan dan menangkap ternak2 mereka yang sedang merumput di daerah itu. Dia memimpin operasi penjarahan ini dengan 1.000 tentara dan bergerak sampai mencapai perbatasan Syria. Tidak ada pertempuran yang terjadi karena B. Ghatafan melarikan diri tanpa melawan sama sekali. Tentara Muslim kembali ke Medinah dengan hewan2 jarahan. Usaha penjarahan ini membangkitkan nafsu menjarah yang besar dalam hati orang2 Muhammad. Dalam perjalanan pulang, Muhammad membuat perjanjian damai dengan Uyanah b. Hisn, ketua suku B. Fazarah, yang merupakan bagian suku yang kuat dari suku Ghatafan, sehingga Uyanah b. Hisn b. Hudhayfah dapat membawa ternaknya merumput di daerah sekitar yang bernama Taghlaman, yang dikuasai oleh Muhammad karena daerah Uyanah sendiri gersang. Tanah Taghlaman berumput subur karena hujan di sana.
Bookmark halaman ini dengan:
Delicious
Digg
Stumbleupon
Reddit
Newsvine
Facebook
Google
Yahoo
Technorati

