Faithfreedompedia.zip
Link Utama
FFI | Portal | Forum
Menghapus Ayat-Ayat Setan
Sebarkan halaman ini dengan:
Dari Faithfreedompedia
Bab 15
Dari Buku:
Menurut William Montgomery Watt, salah satu penulis biografi Muhammad dan sejarah Islam yang paling terkemuka, ayat2 asli Q 15:19-23 berbunyi seperti ini: Sudahkah kau mempertimbangkan Allat dan al-‘Uzza Dan Manat, yang ketiga, yang lainnya? Merekalah yang dimuliakan angsa2, Doa mereka diharapkan; Keserupaan mereka tidak dilupakan. Referensi: Watt, 1999, hal.21; juga Ibn Ishaq, 2001, hal. 165-166.
Muhammad sekarang telah menjadi Penguasa Besar di seluruh Jazirah Arabia. Dia telah menghancurkan kuil² berhala dan mengontrol Al-Taf. Tapi dia khawatir terhadap ayat² yang diucapkannya dulu untuk memuji-muji dewi² Al-Lat, dan sekarang kita kenal sebagai Ayat² Setan. Ayat² ini akan mempermalukan pengikutnya dan ulama Muslim di masa depan.
Biasanya Muhammad hanya mengganti ayat begitu saja – dengan mengatakan Allâh berubah pikiran sehingga ayat² dihapus. Tapi dalam kasus ini, sudah jelas bahwa dia tidak merasa cukup hanya menghapusnya saja untuk menerangkan kontradiksi yang sangat besar.
Perbedaan pesannya memang sangat nyata – di ayat² lain Muhammad memerintahkan umatnya untuk menyembah Allâh saja, tanpa ada illah lain, dan begitulah ajaran Islam. Tapi di Ayat² Setan, Muhammad mengumumkan bahwa Allâh meminta umatnya untuk menyembah patung² berhala. Karena itu Muhammad harus cari teknik tipuan baru untuk mengatasi masalah ini.
Muhammad mengarang cerita yang sangat cerdik untuk mengganti ayat² ini, dan tidak menggunakan teknik pembatalan yang biasa dia gunakan. Cerita barunya ini mengalihkan perhatian dari latar belakang sejarah peristiwa dan kronologi kejadian.
Begini lho kisah baru yang diciptakan Muhammad: ‘Ketika dia (Muhammad) masih berada di Mekah, malaikat Jibril menyampaikan padanya firman Allâh yang lalu dia katakan [68], tapi lalu setan menguasai Muhammad dan menyelesaikan ayat itu dengan mengatakan ‘berdoa dan sembahyang merupakan kewajiban para Muslim.’ [68] Qur’an, Sura 53, An-Najim, Sang Bintang, ayat 19, ini adalah Sura Mekah.
Anehnya, di kisah ini, Muhammad mengatakan bahwa para tokoh masyarakat pagan Quraish mendengarkan perkataannya. Apakah para tokoh masyarakat ini tahu bahwa Muhammad akan memuji-muji patung² berhala mereka? Muhammad mengakhiri kisahnya dengan mengatakan: ‘Di malam hari setelah kejadian itu, malaikat Jibril memberitahu Muhammad bahwa kata² itu adalah kata² setan dan bukan kata² Allâh. [69] Lalu malaikat Jibril memberitahu Muhammad akan firman yang baru dan keputusan Allâh. [70] Kami tidak pernah mengirim seorang Rasul atau nabi sebelum kamu, tapi tatkala dia dikuasai hawa nafsu, Setan memasukan godaan pada nafsunya.’ [69] Asbab Al nazol – Al neassbory, hal. 310. [70] Qur’an, Sura 22, Al-Hajj, Ibadah Haji, ayat 52, ini adalah Sura Medinah: Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allâh menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allâh menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allâh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,
Muhammad cukup cerdik dengan mengarang cerita ini. Dia memasukkan ayat² kisah ini (Q 53:19-21) yang dibuatnya di Medina dalam Sura² Mekah, tapi dia lupa mengikutsertakan ayat (Q 22:52) yang menyatakan bahwa Jibril memberitahunya tentang ayat² baru. Berdasarkan cerita karangannya, di siang hari dia berada di Mekah dengan masyarakat pagan, sedangkan di malam harinya di hari yang sama dia berada di Medinah saat Jibril memberitahunya tentang ayat² yang baru! Tidak mungkin bahwa Muhammad bisa berada di Mekah di siang hari dan di Medina di malam hari pada hari yang sama, kecuali dia punya unta Ferrari!
Aku telah memilih dan menafsirkan Sura Taubah sebagai Sura terakhir yang diucapkan Muhammad dalam Qur’annya dan tak lama kemudian dia wafat, sehingga dia tidak punya cukup waktu memanipulasi ayat² di Sura ini.
Muhammad mengaku bahwa kebanyakan para tokoh Quraish duduk dan mendengarkannya ketika dia memuji-muji dewa² mereka. Mari kita lihat bagaimana sebenarnya mereka memperlakukan Muhammad di Mekah.
Suatu hari, Muhammad sedang sembahyang di Mekah. Para tokoh Quraish menunggu sampai dia berlutut dan mereka lalu menyirampkan sampah, darah, dan usus pada kepalanya. [71] Jangan lupa pula bahwa di Perampokan Badr Muhammad membunuh salah satu tawanan perang karena dia dulu meludahi muka Muhammad di Mekah. [71] Sahih Al Bukhari, Bab Jizya, perkataan nomer 3185.
Para ketua masyarakat Quraish di Mekah tidak mendukung Muhammad seperti yang diakui Muhammad dalam kisah karangannya. Bagaimana mereka memperlakukan penggembala kambing yang mengaku jadi nabi? Mereka melemparkan sampah padanya, meludahi mukanya, mengejeknya dengan panggilan Abu Kabsha dan tidak sudi duduk dengannya atau mendengarkannya.
Bab 16
Bagian-Bagian dari Sura-Sura Lainnya

