Download
Download Faithfreedompedia versi offline (17.7MB):

Jihad terhadap Persia 634M

Dari Faithfreedompedia

Langsung ke: navigasi, cari

Daftar isi

PERSIA PRA-ISLAM

http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=1020&highlight=cyrus Piagam pertama Hak Azasi Manusia ternyata BUKAN Magna Carta di Inggris (1215M), melainkan dibuat di Persia pada jaman Cyrus II :

http://www.thebritishmuseum.ac.uk/forgottenempire/objects/cat006.html

The Cyrus Cylinder Sebuah silinder terbuat dari tanah liat adalah salah satu obyek yang paling terkenal dari jaman Persia kuno yg disimpan the British Museum. The Cyrus Cylinder berisi tulisan ttg Kaisar Cyrus II (559-530BC) yg menjajah Babylon th 539 SM, dan ditemukan thn 1879 di Amran, Babylon.

Teks merujuk kpd pemerintahan yg adil dan damai, dan pemulihan bangsa2 yg terjajah dan dideportasi beserta dgn dewa2 mereka. Oleh karena itu the Cyrus Cylinder (obyek yg tidak berukuran lebih dari 10 cm dgn lingkaran dalam 3-6 cm ini) dianggap sbg piagam HAM pertama di dunia. Pada masanya-pun konsep2 HAM ini masih merupakan hal asing.

http://www.livius.org/ct-cz/cyrus_I/babylon05.html

Teks silinder Cyrus

Sebutan & silsilah Kaisar Cyrus (II) Saya Cyrus, raja dunia, raja besar, raja sah, raja Babylon, raja Sumeria dan Akkad, raja keempat sudut dunia, putera Cambyses, raja besar, raja Anšan, cucu Cyrus, raja besar, raja Anšan, keturunan Teispes ..dst

great king, king of Anšan, of a family which always exercised kingship, whose rule [the gods] Bêl and Nabû love, whom they want as king to please their hearts.

Teks berakhir dgn pernyataan Cyrus bahwa ia "mengembalikan patung2 kpd kuil2 semula". Ini berarti bahwa ia mengembalikan patung2 tsb kpd bangsa2 yang dijajahnya, karena tentara pendahulunya merampas patung2 ini dan menyandera mereka agar melemahkan pengikut.

Juga disebutkan bahwa semua penduduk jajahannya BEBAS MEMUJA DEWA MANAPUN. Dan malah jaman raja Persia ini dikenal sbg masa yg bebas dari pemaksaan agama tertentu (free of religious persecution), dan Cyrus, spt juga Kaisar Prusia, Frederick the Great, pasti pernah mengatakan:

"Dalam kerajaan saya, siapapun berhak mencari rahmat menurut caranya masing2." ("In my Kingdom, everyone has the right to seek blessing in his own way".) )

Bagian pernyataan ttg kebebasan beragama inilah mengakibatkan silinder ini disebutkan sbg sebuah piagam HAM.

Ia juga mengatakan : Tentara saya berjalan di Babylon dalam kedamaian. Saya tidak mengijinkan siapapun men-teror tempat manapun di Sumeria dan Akkad. Saya bertujuan bagi kedamaian di Babylon. Bagi semua warga Babylon yang diperbudak, saya menghapus aturan yg membatasi status sosial mereka. Saya membawa bantuan bagi rumah2 rongsok mereka dan dgn ini mengakhiri keluhan mereka.


Saya juga memulihkan hak warga agar dapat kembali ke tempat semula mereka.

Semoga semua dewa yg telah saya kembalikan ke tempel2 dan kuil2 mereka memberikan saya rahmat mereka. Semua dewa/tuhan saya kembalikan dalam tempat damai dan saya akan mencoba memperbaiki tempat2 kediaman mereka (para dewa)...//

PERSIA DICAPLOK ISLAM

BACA DISINI BAGAIMANA ALI, MENANTU MUHAMAD, MENGAMBIL ANAK UMUR 3 TAHUN SBG ISTERI KEDUANYA !! Ya bapak, ya menantu, sama saja !! Sumber :

Setelah menaklukkan bangsa Arab di jazirah Arab, Muslim mengailhkan perhatian kpd tetangga2nya : Persia.

Melihat pemerintahan oleh para mullah di Iran sekarang, anda akan menyimpulkan bahwa itulah budaya khas Iran. Namun tidak banyak yg tahu bahwa IRAN adalah BANGSA PERTAMA yg memerangi Jihadis2nya Muhamad. Tapi Persia (dan Bizantin) tidak siap mengalahkan Muslim Arab, karena memang belum pernah dalam sejarah mereka berpapasan dgn musuh yg berperang dgn begitu membabi buta, histeris dan kalap sambil memaksakan agama mereka terhdp pihak yg kalah.

Sebelum Islam, dunia hanya mengenal tokoh2 penakluk spt Isklandar Zulkarnaen (Alexander the Great), Cyrus, Julius Caesar, Hannibal atau siapapun, dimana perang dilaukan di medan perang antara 2 pasukan yg saling berlawanan. Menang/kalah ditentukan di medan perang tsb. Penduduk bebas dari bahaya musuh yg biasanya menuntut tidak lebih dari pajak dan penggantian pemerintahan.

Alexander juga tidak membantai musuh2nya apalagi memaksa mereka memeluk agama Yunani. Tentara Romawipun tidak melakukan ini di Bizantin, begitu juga dgn Persia.

Islam mengubah peraturan perang dan menjadikan penduduk sipil korban tirani

Muslim Arab tidak hanya ingin merebut tanah, mengganti pemerintahan dan menarik pajak dari bangsa2 yg dijajahnya, tetapi juga memaksakan kepercayaan mereka pada orang Persia dan merubah mental penduduk terjajah menjadi haus darah pula, dan melanjutkan nafsu utk menyerang bagian2 dunia lainnya.

Mereka yg dikalahkan pedang Jihadi hanya bisa menyelamatkan nyawa mereka dgn menjadi Muslim dan mengubur rasa perikemanusiaan mereka. Begitulah cara ’survival’ para korban Islam.

Pertempuran Namraq dan Kaskar (12 A.H. 634M)

Karena bangsa Persia adalah bangsa tua dan beradab, mereka tidak lagi menggunakan karavan utk berdagang, shg tidak ada lagi karavan2 yg bisa diserang/dirampas/dijarah Muslim, spt yg mereka lakukan terhdp bangsa Mekah-Medinah.

Jadi Muslim2 Arab mulai menyerang kota2 perbatasan dan mengganggu penduduk. Orang2 diperbatasan disepanjang sungai Efrat (Euphrates) akhirnya mengirimkan petisi kpd raja Persia, Yazdjurd (Yazdgard), memohon agar menyelamatkan mereka dari teror Muslim2 Arab. Raja mengirim pasukan observasi dibawah komando jendral Jaban. Pasukan memasuki kota Hira yg diduduki Arab. Melihat kedatangan tentara Persia, pasukan Arab mengundurkan diri ke gurun pasir ke kota oasis, Namraq (sekarang bernama Kufa) utk menjebak tentara Persia ke gurun pasir, kawasan yg dikenal benar oleh pihak Arab.

Selain infanteri, Arab juga memiliki pasukan onta. Pihak Persia menggunakan kuda yg tidak cocok utk perang di gurun pasir. Dgn terjebaknya pasukan Persia di gurun pasir, mereka dihabisi oleh pasukan Arab, dan terpaksa mundur dan bergabung dgn tentara Persia di kota bernama Kasker.

Disini jendral Persia berikutnya, Narsi, mengumpulkan pasukan. Kota ini jauh dari perbatasan. Kasker begitu jauh dari kamp Muslim shg Narsi merasa serangan Muslim tidak akan datang dgn segera. Tapi Abu Ubaid, komandan pihak Muslim, berpikir lain. Ia bergegas ke Kaskar dan mengalahkan pasukan Persia sebelum pasukan Persia berikutnya dibawah jendral Jalinus, bisa datang memberi bantuan. Ini menunjukkan kenekadan Muslim, yg hanya bisa ditandingi dgn semangat cowboy yg sama nekadnya, kalau memang kita bertekad mengalahkan Islam dlm perang melawan terror ini.

Saat pasukan Arab mendekati kota Ctesiphon, raja Yazdgard, tidak pernah menyangka bahwa ia akan dikalahkan bangsa barbar yg menyeker (tanpa sepatu) dan pemakan kadal. Ia mengirimkan utusan kpd pasukan Muslim. Utusan itu mengatakan :

"Raja kami meminta apakah anda akan menyetujui perdamaian dgn syarat bawha Tigris akan menjadi perbatasan antara kalian dgn kami shg apapun yg ada pada bagian timur Tigris adalah milik kami dan apapun yg ada di bagian barat adalah milik kalian. Dan kalau ini tidak akan memuasakan dahagamu akan wilayah, maka tidak ada sesuatupun yg dapat memuaskan anda ."

Saad-ibn-Waqas, panglima pasukan Arab Muslim mengatakan bahwa Muslim tidak dahaga akan wilayah; Muslim bertempur utk memberlakukan Islam terhdp Persia. Kalau raja Persia ingin damai, ia harus menerima Islam atau bayar pajak Jizyah. Kalau keduanya tidak dapat diterima maka damai tidak akan terjadi dan hanya PEDANG yang akan jadi penentu diantara mereka.

Demikianlah nada tanpa kompromi ancaman Islam. Kalau Islam tidak dikalahkan secara total dan tidak menghabisi Muslim utk selama2nya, mereka akan terus menghantui dunia sampai seluruh dunia memeluk kepercayaan biadab mereka itu.

Abu Ubaid kemudian maju melewati Suwad menuju Kaskar. Di Kaskar mereka tiba dihadapan orang2 Persia yg terheran2. Pihak Persia dgn terbirit2 mengumpulkan kekuatan militer merkea dan keduanya bertempur di Saqatia, beberapa mil dari Kaskar.

Strategi Persia adalah menunda aksi sampai kedatangan pasukan dibawah jendral Jalinus. Strategi Muslim adalah utk terus menyerang dan membuat keputusan segera. Dgn elemen ‘surprise’, Arab menghabisi pasukan Persia di Kaskar dan memaksa mereka mundur ke timur.

Pelajaran dari Pertempuran Namraq dan Kaskar

Arab menggunakan taktik dgn memaksa Persia kedalam kawasan yg asing bagi mereka dan menggunakan taktik serangan kilat begitu adanya tanda2 pasukan Persia. Inilah ciri khas pertempuran Arab-Persia kemudian yg pada akhirnya berbuntut kpd kekalahan Persia.

Dgn mengulur-ulur waktu dan upaya negosiasi, negara2 Barat justru semakin memperkuat teroris Muslim, spt juga upaya kaum Sassanid Persia mengulur-ulur waktu dan membiarkan Arab mengambil inisiatif di Pertemuran Kaskar.

Pertempuran Nihavend Tapi pada pertempuran Nihavend Persia kelihatan akan menang dan Arab nyaris kalah. Dgn ciri khas menghalalkan segara cara, Muslim kemudian menggunakan taktik licik.

Ali, menantu Muhamad, mengusulkan agar memindahkan markas ke panglima Arab Muslim, Mugheera-ibn-Shu'ba. Setelah pertempuran Qadsiyyah, penduduk Persia secara terbirit2 mengosongkan ibukota, Ctesiphon, dan alhasilnya, banyak anak2 dan orang tua tertinggal. Orang tua diberikan pilihan menerima Islam atau mati, dan kebanyakan memang memilih mati. Tetapi anak2 perempuan dan lelaki dijadikan budak dan dibagi2kan diantara para Arab sbg jarahan perang.

{Pembagian budak sbg pampasan perang ini juga diulangi Muslim di Yerusalem (636), Damascus (637), Cesaria (639), Alexandria (650), Tripoli (651), Konstantinopel (1453)}

Diantara mereka yg bernasib naas ini adalah SHERBANU bocah perempuan, puteri raja Persia, Yazdgard. Ketika Arab mengetahui ttg Sherbanu (YG HANYA BERUMUR TIGA TAHUN) mereka menghadiahkannya kpd kalif Umar, yg kemudian mengopernya kepada menantu Mohamad, Ali. Pada saat itu Ali berusia 30 tahun (!!!) dan ia mengambil puteri raja berumur TIGA TAHUN sbg ISTERI nya !!

Astagfirullah !!

Catatan:

Dari ‘perkawinan’ Ali-Sherbanu inilah lahir kedua putera Ali, Hassan dan Husain, yg juga dibunuh dgn Ali pd th 39 A.H. (661M) dan mengakibatkan lahirnya sekte Islam, Shi’ah. Tidak jelas umur Sherbanu ketika melahirkan putera2nya. Para sejarawan Arab secara sengaja mencatat ibu putera2 Ali adalah Fatima, isteri kesekian Ali dan puteri Muhamad. Tetapi ini karena mereka ingin menyembunyikan silsilah darah Persia pada keturunan Ali dan menunjukkan mereka sbg orang2 Arab murni. Tapi faktanya adalah bahwa Sherbanu, puteri Persia adalah ibu Hasan dan Hussain.)

Orang2 Shi’ah yg berbangsa Persia, Iraki dan Bahrain merupakan pemeluk Islam dari daerah2 yg dulunya bagian dari kerajaan Persia, Sassanid. Mereka mengakui Sherbanu sbg ibu Hasan dan Husein. Karena itulah jaman sekarang kita melihat perpecahan antara Shi’ah-Sunni.


Kembali pada topic pembicaraan …

Pada pertempuran Nihavend, Ali yg hadir dgn isteri barunya itu (!!) mengusulkan kpd Mugheera-ibn-Shu'ba agar ia menjadikan isterinya UMPAN utk memaksa tentara Persia meninggalkan benteng2 kuat mereka dan masuk perangkap Arab. Sesuai dgn perintah Ali, pada hari kedua, Mugheera-ibn-Shu'ba menunjukkan bocah cilik itu kpd orang2 Persia dan mengatakan bahwa ia akan membunuh sang puteri cilik itu jika Persia datang utk menyelamatkannya. Karena marah, tentara Persia melanggar perintah komandan dan segera keluar dari benteng2 mereka dan menyerang Arab.

Kesempatan ini digunakan Mugheera utk mengundurkan diri kesebuah lembah dan menaiki bukit disebelahnya. Pihak Persia menyangka bahwa tentara Arab mengundurkan diri. Ketika tentara Persia dgn persenjataan berat mereka mencapai titik terendah di lembhah itu dan kavaleri Arab yg jauh lebih lincah menyerang mereka dari 3 sisi.

Babak belur berdarah di Nihavend akhirnya menghancurkan perlawanan Persia terhdp Islam dan takluklah Persia dibawah Arabisasi dan Islamisasi.

Setelah jatuhnya Ctesiphon ke tangan Muslim, mereka menduduki Istana Putih raja2 Persia dan sbg tanda terima kasih kpd Allah, mereka memenggali sang panglima Persia dan memamerkan kepalanya kpd para tawanan Persia dan memberikan mereka pilihan: Islam atau mati.

Pertempuran Jembatan (Al Jisr) - 14 A.H. 636M

Pada bentrokan besar kemudian yg dikenal sbg Pertempuran Jembatan, pihak Persia utk pertama kalinya menggunakan gajah, hal baru bagi Bedouin Arab Muslim. Gajah2 itu digunakan utk menggencet musuh dan bahkan seorang jendral Arab. Persia mengejar Arab sampai Jembatan di rungai Tigris, yg kemudian menjadi perbatasan antara kerajaan Persia dan Arab.

Persia berhenti di jembatan itu dan mengusir Arab keseberang sungai. Sayangnya Persia melewatkan kesempatan ini utk menghabisi tentara Arab dgn cara memasuki wilayah gurun pasir Arab dan menghabisi Arab di tanah air mereka spt cara Muslim membantai bangsa Persia di Persia. Persia tidak menggunakan satu2nya bahasa yg dimengerti muslim : bahasa darah dan mati. Dgn ditundukkannya jazirah Arab dibawah Persia dan dipaksakannya agama Persia kpd Arab, Islam akan hilang sudah dan dunia bisa berterima kasih pada Persia ! Ttapi sayang ini tidak terjadi karena Persia adalah bangsa yg beradab.

Cerita-cerita licik Arab

Selama agresi Muslim terhdp kerajaan Sassanid Persia, kronikel2 Arab bercerita ttg jagoan Persia, Shahryar, yg menantang Arab berduel satu-satu. Shahryar berhasil mengalahkan lawan Arabnya dgn membiarkannya terbaring ditanah. Tapi sang Arab dgn taktik liciknya menggigit jari Shahryar begitu kuat sampai ia berteriak kesakitan. Nah, pada detik itu pula, sang Arab menusuknya mati. Inilah contoh taktik licik Arab Muslim dlm mengalahkan musuh mereka.

Kesempatan yg tidak diambil oleh bangsa2 beradab dlm mengalahkan Arab secara telak, terulang lagi oleh bangsa Franks di Pertempuran Poitiers, 732, oleh bangsa Austria dan Polandia di Vienna, 1683, dan oleh Hindu di Pertempuran Tarain, 1191, dan dlm Perang Arab-Israel, 1967, pembebasan Afghanistan, 2001 dan Iraq, 2003. Bangsa2 beradab itu sebenarnya harus memaksa Muslimn utk MENINGGALKAN ISLAM ATAU MATI ! Tetapi ini semua tidak terjadi karena non-Muslim belum mengerti benar bahaya Muslim.

Pertempuran Ghadasia (Cadesia atau Qadisiyah) 15 A.H., 637M

Pada pertempuran 4 hari ini, Persia dipimpin jendral mahir, Rustam-e-Farrokhzad (Farokh Hormazd). Pihak Arab dipimpin Saad-ibn-Waqas. Muslim menggunakan taktik menyogok tentara2 Persia agar membelot dan mengkhianati negara mereka.

Salah satu taktik adalah memotong tali pengikat kursi (howda) para pengendala gajah agar sang pengendara jatuh dan gajah menjadi tapa pengendala. Pada hari pertama pertempuran, para gajah berhasil memporakporandakan Arab. Tetapi setelah dikhianati orang2nya sendiri, gajah2 itu malah mengakibatkan kekalahan di pihak Persia.

Taktik kedua adalah memerintahkan para pembelot utk MEMBUTAKAN satu mata gajah, shg mereka kehilangan arah. Dan ini pula yg terjadi. Begitulah cara Allah memberikan kemenangan kpd Muslim.

Pada permulaan pertempuran, Arab dan Persia saling berjanji utk menghentikan serangan saat matahari terbenam. Tetapi pada hari ketiga, Arab menyerang Persia semalam suntuk, dgn teriakan ALLLUOOOOOHU-AKBARRRR !!! Ini yg dikenakan dgn nama Malam Clangor, Yg menjadi factor penentu kemenangan Muslim Arab yg licik dan barbar.

Dlm pertempuran ini, Arab juga menunjukkan teknik unik mereka MEMENGGAL KEPALA panglima musuh dan memamerkan tubuhnya kpd tentara musuh utk mengalahkan semangat mereka.

Pada malam ini juga, Arab menyusup ke tenda jendral Persia, Rustam, dgn menyamar sbg tentara Persia yg luka2. Begitu mereka dekat dgn sang jendral, mereka memenggalnya dgn cara sama spt Zarqawi memenggal sandera2nya dijaman sekarang ini. Arab kemudian memamerkan tubuh Rustam tanpa kepala itu kpd tentara Persia pada pagi hari dan hari terakhir pertempuran Qadisiyah.

Pemandangan mengenaskan tubuh sang jendral yg tidak berkepala dan ditusuki panah2 dan kepalanya digiring di ujung tombak oleh Muslim yg sudah tidak memiliki satu atom perikemanusiaan bahkan terlalu berat bagi tentara2 Persia. Inilah unsure penentu kalahnya tentara Persia yg akhirnya dibantai habis oleh tentara Arab sampai tidak ada lagi musuh yg masih bernafas.

Persia, asal jaman keemasan “Renaissance Islam”

Setelah jatuhnya Persia, Islam mengalami kemajuan dibidang kaligrafi, astronomi, matematika dan literature, khususnya dibawah kalifat Harun al Rashid. Tetapi ini bukan karena prestasi Muslim, Arab atau Islam, tetapi karena prestasi orang2 Persia yg dipaksa masuk Islam. Pusat Renaissance ini adalah Baghdad, yg dibangun didekat reruntuhan ibukota Sassania Persia, Ctesiphon.

Bahkan tata bahasa Arab pertama yg dikodifikasi ditulis oleh orang Persia. Ini karena Arab tidak berpendidikan, Muhamad (yimach shmo ve-zichro – semoga namanya hilang dari ingatan manusia) sendiri buta huruf.

Renaissance Islam bukan terjadi karena Islam, tetapi terlepas dari Islam. Renaissance Islam bukan kemenangan bagi Islam, tetapi kemenangan semangat manusia atas Islam.

Bagaimana Muslim menghancurkan budaya Persia, Zoroastria

Boyce ** menggambarkan fenomena penghancuran budaya oelh islam ini berdasarkan analisa sejarah dan observasi pribadii di Yezd, kawsan Iran pusat, di th1960an:

”Pada pertengahan abad ke 19, Turkabad mengalami tragedi dlm bentuk pemaksaan Islam secara massal. Jalan ceritanya : para lelaki sedang kerja di ladang ketika sekelompok Muslim menyerang mereka. Mereka diancam dgn kematian diri mereka dan anak2 serta isteri2 mereka yg saat itu sedang diteror di rumah2 mereka; dan pada akhirnya seluruh desa menerima Islam. Begitu jugalah nasib desa2 Iran lainnya.

Taktik pencekokan Islam juga dimulai dgn adanya beberapa Muslim yg menentap dipinggir2 sebuah desa Zoroastrian. Lama kelamaan jumlah Muslim yg memasuki desa itu semakin bertambah dan mesjidpun mulai dibangun, yg semakin menarik minat Muslim. Selama bangsa Zoroastrian masih mayoritas, hidup masih bisa diterima; TETAPI BEGITU MUSLIM SEMAKIN BANYAK, MULAILAH HURU HARA ! INGAT ACEH, BALI, POSO, AMBON, TIMOR TIMUR !!)

Pada mulanya Muslim mengejek praktek pemujaan api oleh Zoroastrian. Muslim mengejak betapa sedikitnya jumlah Zoroastrian dibandingkan dgn Muslim, ini dianggap sbg bukti agama Muslim yg paling benar.

Gang2 (macam FPI di Indonesia) mulai merongrong penduduk asli. Rongrongan sering bersifat fisik dan bergerak spt garong. Gang2 anak muda Muslim ini juga menaiki, merusaki dan mendesekrasi tempat2 ibadah Zoroastrian berupa menara tinggi dan malah mematikan atau mempolusi api yg dianggap suci oleh Zoroastrian.

(PERSIS SAMA SPT DI BALI, BUKAN ??)

Kesempatan semakin terbuka utk melakukan pencurian, pemerkosaan dan pembakaran rumah2/toko2 milik penduduk asli. Akhrinya penduduk asli yg tidak tahan pindah ke desa lain, meninggalkan desa aslinya yg akhirnya dgn mudah ditelan oleh Muslim yg menghapus segala tanda2 peninggalan Zoroastrian.

Dan begitulah seterusnya.

Setelah penaklukan berdarah Persia, Islam menyebar spt api ke Persia, mengubah mental Persia menjadi haus darah spt serigala macam Muslim Arab. Orang Persia-lah yg 100 tahun kemudian menaklukkan bangsa Turki dan 100 thn kemudian bangsa Turki menyerang Biyzantin dan kawasan Balkan.

Kini orang Persia (Iran) mulai menggali kembali masa pra-Islam mereka. Kejayaan jaman Cyrus dan Darius, jaman Pasargade, Persepolis, Ctesiphon, atau Zarathushtra, dan syair terkenal anti-Arab mereka, Shah-Nameh. Dgn internet, anak2 muda Iran semakin menyadari masa lalu mereka dan cerita sebenarnya ttg Iran. Inipun semakin membuat resah anak muda Iran (yg jumlahnya 75% dari total penduduk).

Bookmark halaman ini dengan:
Delicious Delicious Digg Digg Stumbleupon Stumbleupon Reddit Reddit Newsvine Newsvine Facebook Facebook Google Google Yahoo Yahoo Technorati Technorati
Peralatan pribadi