Honour Killing
Dari Faithfreedompedia
Pakistan: Mengkonfrontasi Muslim Honor Killings
May 28, 2006
Sumber:
Tgl 21 Mei, Ayesha, gadis 18 thn dituduh berzinah oleh suaminya setelah perkawinan hanya 1 1/2 bulan. Ayesha meninggalkan suaminya dan tinggal dgn kakak laki-lakinya, namun suaminya, Eisa Khan Khosa, mengunjunginya disana bersama dgn saudara laki2nya. Mereka membujuk agar Ayesha pulang kembali, dan ia setuju. Dalam perjalanan pulang, mereka memotong hidung dan bibirnya dan meninggalkannya terkapar ditengah-tengah sawah.
Mutilasi macam ini berhubungan dgn Muslim honor killings.
November tahun itu, Shamin Mai, yg menikah dgn lelaki pilihannya, menantang kehendak keluarganya yg sudah memilih calon baginya. Karena "kejahatan" ini, saudara laki2nya, Bashir dan pamannya, Bilal, dgn empat orang lainnya, MEMOTONG KEDUA KAKINYA.
Pakistan : dlm konferensi utk menghentikan honour killings, kelompok NGO dan HAM mengatakan bahwa antara 1000 - 1500 orang, kebanyakan wanita dibantai setiap tahun karena tuduhan 'tidak senonoh' atau menolak perkawinan paksa yg masih dipraktekkan dlm masy Pakistan, baik di desa maupun di kota.
Dari laporan media saja, antara January - April thn ini, 158 wanita dan 56 lelaki dibunuh dlm rangka "honor killing". Dlm kebanyakan kasus honour, keterlibatan keluarga sangat kuat. Honor killings dikenal sbg "kari-karo", yg berasal dari kata "hitam". Seorang wanita "berdosa dianggap sbg wanita "hitam". Hitam bagi wanita dinamakan "kari" dan bagi lelaki dinamakan "karo".
Turki
Sumber:
Wanita 13 thn di Turki, Rojda diperkosa dan lalu oleh Syariah dipaksa menikahi pemerkosanya. Mukanya dirusak oleh keluarga suaminya karena ia menolak utk menjadi WTS setelah 'suaminya' dipenjara karena memperkosa seorang anak lain.
Pakistan
Another Meerwala in Muzaffargarh
By Shakeel Ahmad
Sumber:
MULTAN, Sept 23: Gadis 12 tahun diTELANJANGI dan dipaksa berdiri dimuka umum didesanya di Shehr Sultan, Muzaffargarh, oleh tentangganya karena dosa kakak lelakinya.
Ini identik dgn kasus Meerwala — kecurigaan terhdp kakak lelaki sang adik perempuan yg dianggap melakukan hubungan gelap dgn wanita dari klan bermusuhan.
National Geographic
Ribuan wanita tewas karena "Kehormatan Keluarga"
Hillary Mayell
for National Geographic News
February 12, 2002
Sumber:
Ratusan, bahkan ribuan wanita dibunuh oleh keluarga mereka sendiri demi pemulihan kehormatan keluarga. Sulit mendapatkan angka sebenarnya karena tindak kejahatan macam ini sering tidak dilaporkan, dan konsep kehormatan keluarga sering digunakan utk membenarkan pembunuhan.
Kebanyakan honor killings terjadi di negara2 dimana wanita dianggap sbg harta benda, kata Marsha Freemen, director International Women's Rights Action Watch di Hubert Humphrey Institute of Public Affairs di the University of Minnesota.
Laporan Komisi HAM PBB menunjukkan bahwa honor killings terjadi di (pendeknya dimanapun ada Muslim) Bangladesh, UK, Brazil, Ecuador, Egypt, India, Israel, Italy, Jordan, Pakistan, Morocco, Swedia, Turki, and Uganda. Negara2 yg tidak menyampaikan laporan mereka adalah negara2 yg mengijinkan honor killing ini spt Afghanistan, Iraq dan Iran.
"Celakanya, anggota keluarga perempuan, ibu, ibu mertua, adik perempuan dan sepupu perempuan, sering mendukung serangan2 tsb, Ini memang mentalitas sebuah komunitas," kata Zaynab Nawaz, wakil HAM wanita di Amnesty International.
Pandangan bahwa wanita adalah harta benda sangat berakar dlm budaya Islam ('wanita adalah ladangmu, pergunakanlah ladangmu semaumu-'Quran), demikian Tahira Shahid Khan, professor urusan wanita di Aga Khan University di Pakistan.
"Wanita dianggap hak milik lelaki, terlepas dari kelas atau suku." Sang pemilik harta benda itu memiliki hak utk memutuskan nasibnya, shg ini menjadi wanita sbg komoditas yg bisa ditukar, dibeli atau dijual.
Honor killings diakibatkan karena alasan berzinah dlm perkawinan, sex diluar nikah, berkawan dgn lawan jenis ataupun bahkan tidak menyediakan makanan pada waktu yg ditentukan. Ini semua dianggap merusak kehormatan keluarga.
Amnesty International melaporkan sebuah kasus dimana seorang suami membunuh isternya karena ia BERMIMPI isterinya berzinah. Di Turki, seroang wanita muda digorok lehernya di lapangan terbuka karena sebuah lagu cinta dikumandangkan di radio baginya.
Maret 1999, gadis 16 yg sakit jiwa diperkosa. Pemerkosanya dipenjara, tetapi para kepala suku Pathan menganggap ia membawa aib, shg gadis itu dibunuh disebuah pertemuan para kepala suku.
April 1999, Samia Imran, wanita 28 thn, ingin cerai dari suaminya yg suka menamparinya selama 10 thn perkawinan. Saat dibujuk utk bertemu dgn ibu mertuanya di kantor pengacara, ibu mertuanya membawa orang yg menembakinya di tempat.
"Di Yordania, jika seorang wanita ingin melindungi diri dari honor killing, ia biasanya check ini ke penjara, tetapi ia tidak bisa check out. Utk itu diperlukan anggota keluarganya, yg justru merupakan biangnya.
Dlm dokumenter National Geographic, Michael Davie memeriksa honor killings di Pakistan, dimana 3 wanita sehari (paling sedikit) menjadi korban honor killing- DAN pemerkosaan.
Kasus yg mereka sorot adalah kasus Zahida Perveen, ibu 3 anak, berusia 29 thn dan wajahnya hancur karena ditabok suaminya sampai ia harus operasi plastik di AS.
Bookmark halaman ini dengan:
Delicious
Digg
Stumbleupon
Reddit
Newsvine
Facebook
Google
Yahoo
Technorati




