. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

TOKOH2 'SAINS Islam' (7 tulisan)

Sanggahan terhdp klaim2 Sains, Mukjizat dlm Islam & fakta ttg Jaman Keemasan Islam

TOKOH2 'SAINS Islam' (7 tulisan)

Postby ali5196 » Thu Sep 15, 2005 6:11 pm

Lihat juga :

Menantang Sains dalam Quran **
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... =6061#6061

------------------------------------------------------------------------------------
P.I.G. Islam (NY bestseller 2005)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=14644

The Politically Incorrect Guide to Islam (and the Crusades)
by Robert Spencer

Chapter 7 : HOW ALLAH KILLED SCIENCE, pgs 87-95
CARA ALLAH MEMBUNUH SAINS


Muslim menciptakan algebra, angka 0, astrolabe (alat utk keperluan berlayar), cara2 agrikultur dan mengabadikan filosofi Aristotel sementara Eropa terkubur dalam kegelapan. Benarkah itu ?

Bagaimana dengan SENI LITERATUR ?
Kami mendengar banyak tentang literatur Islam-atau paling tidak tentang penulis sajak Sufi bernama Rumi (1207-1273) dan cerita epik 1001 Malam. Juga ada penulis sajak Persia, Abu Nawas (762-814) yang pandangan heterodox-nya tentang homoseksualitas akan dibahas dalam Bab 8; al-Mutanabi (915-965), yang nama belakangnya "dia yang berpura2 spt nabi"; Sufi heterodox dari Turki, Nesimi (w.1417) dan penulis sajak persia Abu al-Qasim Mansur Firdowsi (935-1020). Sumbernya adalah kronikel Kristen dan Zoroastrian yang sudah lama hilang.

Kebanyakan dari mereka secara terbuka menunjukkan kemurtadan mereka (dianggap sbg penghujad) dan bahkan tidak ada yang mendapatkan insipirasi mereka dari Islam. Malah mereka terkenal bukan karena sifat ke-Islaman mereka namun karena KURANGNYA sifat keislaman itu.

SENI MUSIK
Memang banyak Muslim yang menciptakan hasil karya musik. Namun ini bukan karena ke-Islaman mereka namun karena TERLEPAS dari Islam. (not because of, but in spite of Islam). Namun bagaimanapun juga, hasil karya muslim tidak sebanding dengan hasil karya para musisi Barat (Bach, Beethoven, Mozart, dsb)

Muhamad melarang instrumen musik : Umdat al-Salik r 40-1

Allahu Akbar mengirimkan saya petunjuk kepada semua muslim dan memerintahan agar membuang alat musik, suling, biola, gitar, salib dan segala yang berhubungan dengan masa jahiliyah pra-Islam. Pada hari kebangkitan, Allah akan menyirami besi cair kedalam kuping mereka yang duduk mendengarkan wanita bernyanyi. Lagu meningkatkan kemunafikan dalam hati. Mereka akan ditelan oleh bumi dan berubah menjadi binatang dan dihujani batu.

Ada yang bertanya "Kapan ini terjadi, Wahai Rasulullah ?" dan ia mengatakan "Pada saat para penyanyi dan alat2 musik dan anggur dianggap halal. Akan ada orang dalam masyarakat saya yang menganggap zinah, sutera, anggur dan alat musik sebagai sah."


Ayatolah Khomeini juga menentang keras musik, bukan saja rock 'n roll atau rap, namun musik secara umum.

"Musik mengkorupsi pemikiran anak muda. Tidak ada beda antara musik dan opium. Jika anda ingin negara anda merdeka, maka laranglah musik. Musik adalah pengkhianatan bagi negara dan pemuda kami." (Amir Taheri, The Spirit of Allah: Khomeini and the Islamic Revolution. New YOrk, Adler and Adler 1986, p 259.)

SENI LUKIS
Apa yang dikatakan Muhamad mengenai SENI LUKIS (Representational Art) ? "Malaikat tidak akan memasuki rumah yang ada gambar anjing atau gambar2 mahluk hidup." BUkhari Vol 4, Book 59, no 3225.

SENI DESIGN
Design mesjid2 adalah sumber kebanggaan muslimin. Tetapi copy mesjid sejak jaman Muhamad dicontek dari bentuk dan struktur gereja Byzantine. Jangan lupa bahwa design kubah dan arches sudah ada 1000 tahun sebelum jaman Muhamad. Bahkan Dome of The Rock dari abad ke 7 tidak hanya di-copy dari design Byzantine bahkan dibuat oleh kuli2/budak2 Byzantine.

FILOSOFI
Avicenna (980-1037) dan Averroes (1128-1198) dan filsuf2 'Muslim' lainnya meminjam karya filsuf Yunani (jahiliyah) ARISTOTEL. TAPI kaum Kristen sendirilah yang melindungi karyanya dari kehancurkan Masa Kegelapan (Dark Ages). Adalah pendeta abad ke-5 bernama Probus dari Antioch, yang memperkenalkan Aristotel kepada bangsa2 berbahasa Arab.

Juga Huneyn ibn Ishag (809-8730), yang notabene orang Kristen, menerjemahkan karya2 Aristotel, Galen, Plato dan Hipokrates kedalam bahasa Suriah/Syriac yang kemudian diterjemahkan puteranya kedalam bahasa Arab. Yahya Ibn Adi (893-974) juga Kristen & juga menerjemahkan karya2 filosofi kedalam bahasa Arab dan juga menulis bukunya sendiri THE REFORMATION OF MORALS, yang anehnya dianggap sbg karya 'Muslim.' :shock:

Siswanya, juga Kristen, bernama Abu Ali Isa bin Zur'a (943-1008), juga mebuat terjemahan kedalam Arab terjemahan karya Aristotel dan penulis2 Yunani lainnya dari bahasa Suriah. Tulisan medis pertama dalam bahasa Arab adalah juga hasil terjemahan seorang pendeta. Rumah sakit pertama di Bagdad pada masa Kalifat Abbasid dibangun oleh Kristen Nestorian, Jabrail ibn Baktishu. Sementara Kristen Assyria membangun sekolah kedokteran pertama di Pundeshapur di Persia. Universitas pertama didunia bukanlah Al-Azhar di Kairo seperti sering diakui Muslim namun Sekolah Assyria di Nisibis.

Memang tidak ada salahnya kalau budaya yang satu menyotek atau meminjam dari yang lainnya. Namun fakta sejarah jelas membantah teori bahwa Islam lebih hebat dari budaya lain. Saat budaya Islam dianggap lebih maju daripada Eropa, itu hanya karena mereka berhasil meminjam/menyontek karya budaya2 lain. Lagipula, para tentara Muslim yang menginvasi Persia pada abad ke7 begitu rendah peradaban mereka dibanding dengan budaya yang mereka invasi, sampai mereka menukar emas (yang belum pernah mereka lihat) dengan perak (yang mereka miliki) dan menggunakan kapur barus, zat yang sangat baru bagi mereka untuk memasak. :lol: :lol: :lol:

Apakah kita harus percaya bahwa orang2 dengan peradaban minim ini lalu memasuki negara yang baru mereka duduki ini dengan membawa rencana design arsitektur dan seni lainnya ?

Begitu mereka menyedot segala kekayaan Byzantium dan Persia, dan setelah cukup banyak orang Yahudi dan Kristen masuk Islam secara paksa, ISLAM KEMUDIAN MENGALAMI JAMAN KE-MANDEG-AN INTELEKTUAL (Intellectual Stagnation) SAMPAI SEKARANG.

APA YANG TERJADI DENGAN JAMAN KEEMASAN ISLAM ?

Kalau memang muslim mengalami jaman keemasan dalam matematik dan sains, MANA bekas2 kejayaan tsb dalam dunia Islam ?

SAINS MEDIS
Muslim katanya membangun farmasi pertama dan merupakan yang pertama yang menuntut standar pengetahuan dan kompetensi dari dokter dan ahli farmasi lewat ujian ketat.

Pada jaman kalifah Abbasid kelima, Harun al Rashid (763-809), rumah sakit pertama didirikan di Bagdad. Namun bukannya Muslim,
tetapi seorang dokter dan ahli riset dari Belgia, Andreas Vesalius (1514-1564) yang membuka jalan bagi kemajuan dalam dunia medis dng menerbitkan deskripsi akurat organ internal manusia dalam bukunya, De Humani Forporis Fabrica (Susunan tubuh Manusia) pada tahun 1543.

Kenapa ? Karena Vesalis mampu memotongi tubuh mayat sementara PRAKTEK INI DILARANG OLEH ISLAM. Apalagi, buku Vesalius penuh dengan gambar2 anatomi tubuh manusia, YANG JUGA DILARANG ISLAM.

MATEMATIKA
Ceritanya disini juga sama !
Abu Jafar Muhamad ibn Musa al-Khwarizmi (780-850) dikenal sbg pionir matematika yang menerjemahkan prinsip2 Aljabar dari bahasa Arab, memperkenalkan Eropa kepada matematika. Namun sebenarnya, prinsip2 yang digunakannya sudah ada ratusan tahun sebelum ia lahir, termasuk angka 0. Bahkan sekarang, apa yang kami kenal sebagai angka2 dlm bahasa Arab tidak lahir di Arab TETAPI DI INDIA DI JAMAN PRA-ISLAM. Bahkan di Arab Saudi sendiri angka2 ini tidak digunakan.

Memang Al-Khwarizmi sangat berpengaruh, karena kata2 aljabar dan algorithm diambil dari namanya. Karyanya membuka eksplorasi matematik dan sains di Eropa, tetapi MENGAPA TIDAK DALAM DUNIA ISLAM ??? :shock:

Dengan rumusan matematika, Eropa mencapai kemajuan teknologi hebat. Ini karena Eropa memiliki tradisi intelektualitas panjang yang memungkinkan mereka melakukan inovasi, sementara dunia Islam
M A N D E G.

http://tapuzisrael.tripod.com/tapuz.html
Muhamad ibn Musa al-Khwarizmi (yg memperkenalkan konsep 0 kpd orang2 Arab pd thn 810M) mengungkapkan bahwa ia mempelajarinya dari pakar matematika ternama India, Brahmagupta. Brahmagupta, th 628M menulis ttg prinsip2 segi tiga astronomi dlm "Brahma-Sphuta-Siddhanta")

Karya Al Khwarizmi diterjemahkan kedlm bahasa Latin dibawah judul "De Numero Indico" yg berarti 'of Indian Numerals' (DARI Angka2 India). Terjemahan itu berasal dari abad 12M oleh Adelard yg tinggal di kota bernama Bath di Britain.

Jadi Al Khwarazmi dan Adelard dianggap sbg pionir yg mentransmisikan angka2 India kpd Barat. Kata 'algorithm' dlm bahasa Inggris adalah jelmaan nama 'Khwarazmi' yg sebenarnya berarti '(orang) dari kota Khawarizm', kota tempat tinggal Al Khwarazmi. Sayang teks asli buku dari India yg dijadikan rujukan Al Khwarazmi hilang. Hanya terjemahannya yg masih ada.

Di bidang matematika, bangsa Arab meminjam begitu banyak dari India sampai bahkan mata pelajaran matematika dlm bahasa Arab disebut dgn nama Hindsa yg berarti 'dari India' dan seorang ahli matematika atau engineer dlm bahasa Arab disebut Muhandis yg menggunakan kata asal 'Hindsa'.
:lol:

Bahkan orang Eropa jago memanfaatkan karya2 Arab tsb, berbeda dengan orang2 Arab sendiri. Di abad ke 12, semua universitas Eropa mempelajari Aristotel, Avicenna dan Averroes, sementara karya2 mereka tidak diacuhkan dan bahkan tidak diajarkan sama sekali di madrasah2 --yang sampai sekarang hanya mengkonsentrasikan pelajaran pada Quran.

Jadi, mengapa dulunya filosofi tidak diajarkan pada madrasah2 ?
Ini gara2 seorang Sufi, Abu Hamid al-Ghazali (1058-1128). Walaupun ia seroang pemikir ternama, ia juga penentang pemikiran bebas yang pada umumnya membuat mandeg filosofi Islam dan pemikiran sains.

Dalam bukunya INCOHERENCE OF PHILOSOPHERS:
Ia menuduh Avicenna dan Al-Farabi menantang prinsip2 agama. Ia juga melemparkan pertanyaan retorik tentang para filsuf:
"Apakah anda mengatakan bahwa mereka adalah kafir dan bahwa pembunuhan terhadap mereka yang mempertahankan pemikiran filsafat ini adalah wajib ? Menyatakan mereka kafir penting karena 3 hal : ajaran mereka bahwa dunia eksis secara eksternal, bahwa Allah tidak mengetahui beberapa hal dan bahwa tidak ada kebangkitan kembali secara badaniah. Jadi, menurut prinisp2 ajaran Islam, PEMBUNUHAN MEREKA ADALAH WAJIB."

Beginilah caranya mendukung tradisi filsafat yang sehat ?
Averroes, menjawab Ghazali dalam bukunya INCOHERENCE OF THE INCOHERENCE dgn menyatakan bahwa para filsuf tidak perlu tunduk pada pakar agama. Namun akibat jeleknya sudah terasa. Jaman Keemasan Filsafat Islam (kalau memang pernah ada), hancur sudah.

Diseluruh dunia Islam berlaku asumsi bahwa Quran adalah buku sempurna dan tidak diperlukan buku lain lagi. Muslim tidak merasa memerlukan pengetahuan dari sumber lain--APALAGI DARI KAFIR.


ALLAH KILLS SCIENCE
Namun pukulan paling keras melawan sains dan filsafat dalam Islam
datang dari Quran sendiri. Quran menggambarkan Allah sebagai penguasa absolut. Berbeda dengan kaum Yahudi dan Kristen yang percaya bahwa Tuhan bersifat maha baik dan menciptakan dunia menurut hukum rasional yang terbuka bagi manusia untuk diselidiki, sehingga mendorong penyelidikan sains.

Ghazali menganggap bahwa adanya hukum2 alam selain hukum Allah adalah penghinaan terhadap Allah dan bantahan atas kuasa Allah. Untuk mengatakan bahwa alam semesta diciptakanNya menurut prinsip2 rasional merupakan pembatasan atas kekuasaanNya. KemauanNya-lah yang mengawasi kita semua, dan itu tidak bisa dijadikan bahan penyelidikan manusia.

Jadi sains modern berkembang di Kristen Eropa dan bukan dalam Darul Islam. Di dunia Islam, ALLAH malah sibuk mengKILLING SCIENCE.

NAMUN ADA JUGA MANFAAT ISLAM:
Penemuan kawasan dunia baru oleh orang Eropa yang mengakibatkan jaman Renaissance di Eropa.

Pada tahun 1492, Columbus menemukan Amerika secara kebetulan. Ia tadinya ingin berlayar ke Asia. Ia menyangka Amerika adalah India. Kenapa ia ingin mencari jalan ke Asia ? Karena jatuhnya kota Kristen Byzantine, Konstantinopel (Turki sekarang) di tangan Muslim pada tahun 1453 yang menutup jalur perdagangan Eropa ke Timur.

Ini merugikan pedagang2 Eropa yang sampai saat itu berhasil berlayar ke Asia melalui selat Konstantinopel untuk mendapatkan rempah2. Oleh karena itulah Columbus berlayar ujntuk mencari jalur perdagangan baru sambil menghindari jalur perdagangan yang disabet Muslim2 di Turki ini.

Nah, aksi Muslim di Turki itu malah akhirnya membuka Amerika bagi Eropa !! :lol: :lol:

Juga dengan jatuhnya Konstantinopel, matinya kekuasaan Byzantine dan kebiadaban muslim di Turki ini mengakibatkan emigrasi kaum intelektual Yunani besar2an ke Eropa Barat sehingga universitas2 Eropa penuh dengan para pakar Plato, Aristotle dsb. Ini mengakibatkan luapan kekayaan filsafat dan literatur klasik di Eropa dan perkembangan intelektual dan budaya yang belum pernah disaksikan dunia (dan mugkin tidak akan pernah terulang lagi).

Mungkin inilah bentuk sumbangan muslim kepada dunia Barat. Tetapi lebih dari, itu seni Islam hanya terbatas pada kaligrafi, buku2 filsafat macam Ghazali dan musik Qasidah yang menyedihkan. END> :cry: :cry: :cry:

-------------------------------------------------------------------------------------
http://www.faithfreedom.org/Articles/si ... sislam.htm

Freethinkers of Islam by Ali Sina
Para Pemikir Bebas dlm Islam


Negara2 Islam adalah yang paling terbelakang didunia. Untung ada minyak. Kalau tidak, selain terbelakang, mereka juga akan menjadi yang termiskin. Namun muslimin selalu dengan girang berulang kali menyebutkan nama tokoh2 pemikir besar dalam sains dari, yang mereka namakan, "jaman keemasan" Islam. Tokoh2 seperti Zakaria Razi, Abu Ali Sina, Ibn Rushdie, dst dianggap memberikan sumbangan besar kepada sains dan alur pikir manusia.

Sering muslimin mengajukan pertanyaan cliché, “Jika Islam salah, mosok tokoh2 ini tidak mengatakan apa2 ? Bukankah ini cukup membuktikan kebesaran Islam mengingat banyak tokoh pemikir adalah orang Islam ?”

Kenyataannya adalah bahwa tokoh2 ini, walaupun sejak lahir dinobatkan sebagai muslim, bukanlah muslim sejati.

Zakariya ar Razi (865-925) contohnya adalah pemikir bebas terbesar (the greatest freethinker) dalam dunia Islam. Ia adalah salah satu dokter ternama segala jaman. Ia menulis 200 buku tentang macam2 subyek. Ia penulis encycoplaedia terbesar, al Hawi, proyek yang dikerjakannya selama 15 tahun. Ar Razi seorang empiris, yaitu orang yang tidak mengikuti prosedur standar secara dogmatis, malah sebaliknya secara teliti mencatat segala detail kemajuan pasiennya dan efek perawatan terhadap pasiennya. ia salah satu yang mula2 menuliskan buku2 tentang penyakit menular, seperti cacar air.

Namun hampir semua buku FILOSOFI Ar Razi dihancurkan. Pandangannya tentang agama secara umum dan Islam secara khususnya menjadikannya sasaran kecaman umum dan dituduh menghujad Islam. Hanya bagian kecil dari penolakannya terhadap agama tercatat dalam buku seorang penulis Ismaili. Dan dari sini jelas bahwa pemikir terbesar dari jaman kejayaan Islam sama sekali tidak menaruh simpati Islam. Inilah hasil pemikirannya terhadap agama:

"Pada dasarnya semua orang sederajat dan sama2 memiliki jalur logika (the faculty of reason) yang tidak boleh dikesampingkan guna mengutamakan kepercayaan buta; pemikiran/reason memberikan manusia kemampuan untuk mencapai kebenaran ilmiah. Para nabi - kambing2 berjenggot ini ("these billy goats") - tidak dapat mengklaim superioritas intelektual maupun spiritual.

Kambing2 berjenggot ini berlagak datang dengan pesan dari Tuhan, sementara memaksakan kehendak mereka terhadap rakyat dan mengharapkan kepatuhan buta.

Mukjizat para nabi adalah bohong, dihasilkan oleh trick2, dan cerita2 mengenai mereka adalah isapan jempol belaka. Kepalsuan mereka jelas terlihat dari fakta bahwa semua pernyataan mereka saling kontradiksi : yang satu menolak apa yang ditegaskan yang lain, sementara sama2 mengaku memiliki kunci kebenaran: Perjanjian Baru mengkontradiksi Torah (Perjanjian Lama) sementara Quran mengkontradiksi Perjanjian Baru.

Quran sendiri adalah campuran mitologi yang absurd dan tidak konsisten, yang, konyolnya, dianggap unik. Padahal bahasa, gaya dan "keindahan"nya adalah jauh dari sempurna. Adat, tradisi dan kemalasan intelektual mengakibatkan orang buta2 mengikuti pemimpin agama mereka.

Agama menjadi ujung sebab perang berdarang yang menghancurkan umat manusia. Agama juga memerangi pemikiran filosofi dan riset ilmiah. Apa yang dinamakan kitab SUCI tidak bernilai sama sekali dan menghasilkan lebih banyak penderitaan ketimbang kebaikan. Sementara tulisan yang dihasilkan oleh Plato, Aristotle, Euclid, dan Hippocrates memberi sumbangan yang lebih besar kepada humanitas.”

Orang yang menundukkan diri dibawah pemimpin2 agama adalah mereka yang lemah pikiran dan perempuan mereka berlaku seperti anak kecil. Agama membekukan kebenaran dan mengakibatkan permusuhan. Kalau sebuah buku memang mengandung kebenaran maka rumus2 geometri, astronomi, medisin dan logika lebih pandai menunjukkannya ketimbang Quran.”


Orang pandai berikutnya dari dunia Islam adalah Abu Ali Sina, atau dibarat dikenal sebagai Avicenna. Sumbangan utamanya adalah dibidang sains medis dengan buku terkenalnya al-Qanun, atau dikenal di barat dengan "Canon". Qanun fi al-Tibb adalah encyclopedia medisin terbesar. Buku ini men-survey keseluruhan pengetahuan medis yg tersedia dari sumber muslim atau sebelumnya. Pendekatan sistimatisnya, penyempurnaan formal dan nilai intrinsiknya, Qanun ini melebihi karya2 Hawi milik Razi, maliki-nya Ali Ibn Abbas dan bahkan karya2 Galen dan tidak tersaingi selama 6 abad".

Buku ini diajarkan sebagai buku referensi mahasiswa Kedokteran
Universitas Bologna sampai abad ke 17 :

“Filosofi Avicenna didasarkan pada kombinasi ajaran Aristotel dan Neo-Plato. Bertentangan dengan pemikiran ortodoks Islam, Avicenna menyanggah adanya kehidupan setelah kematian, bahwa Tuhan tidak interes terhadap manusia dan penciptaan dunia oleh Tuhan. Karena pandangannya ini, Avicenna menjadi target utama filsuf Islam
al-Ghazali dan dicap sebagai murtad.”



Berikutnya adalah Al-Ma'arri, (973-1057) penulis sajak besar dari
Syria. Ia menyebut agama sebagai "noxious weeds"/tanaman liar dan
"dongeng orang jaman dulu”, yang hanya diperlukan utk mengeksploitasi massa. Ketidaksukaan Ma’arri kepada semua agama, termasuk Islam jelas dari sajaknya berikut ini.

"Do not suppose the statements of the prophets to be true. Men lived comfortably till they came and spoiled life. The "sacred books" are only such a set of idle tales as any age could have and indeed did actually produce." -- Al-Ma'arri, 973-1057

Lalu ... :

Hanifs ( Muslims) are stumbling, Christians all astray
Jews wildered, Magians far on error's way.
We mortals are composed of two great schools
Enlightened knaves or else religious fools.”

dan mengenai para nabi ia menulis :

The Prophets, too, among us come to teach,
Are one with those who from the pulpit preach;
They pray, and slay, and pass away, and yet
Our ills are as the pebbles on the beach.

Mohammed or Messiah! Hear thou me,
The truth entire nor here nor there can be;
How should our God who made the sun and the moon
Give all his light to One, I cannot see.



Pemikir paling terkenal yang datang dari dunia Islam adalah Omar Khayyam. Ia adalah orang Persia yang mahir dibidang matematika dan astronomi dan sajak2nya diterjemahkan dalam berbagai bahasa.
Khayyam adalah filsuf yang membenci agama, khususnya Islam.

Edward Fitzgerald menyimpulkan sifat Omar dan filosofinya:

"...Keberanian Omar dalam mengungkapkan pikiran dan kata2 membuatnya dipertanyakan dinegerinya sendiri. Ia dikatakan khususnya dibenci dan ditakuti oleh kaum Sufi. Praktek agama mereka diolok2nya dan agama mereka tidak diakuinya.”

Khayyam tidak percaya kepada dunia lain selain dunia fana ini. Ia lebih
memikirkan kenikmatan dunia daripada memusingkan diri dengan dunia yang tidak kelihatan. Ia seorang "agnostic par excellence", yang mengisi jiwa lewat ke-lima inderanya ...”
(see reference)

Ini contoh2 sajak Omar yang diterjemahkan Fitzgerald.

Some for the Glories of This World; and some
Sigh for the Prophet’s Paradise to come;
Ah, take the Cash, and let the Credit go
Nor heed the rumble of a distant Drum!

Why, all the Saints and Sages who discuss’d
Of the Two Worlds so learnedly, are thrust
Like foolish Prophets forth; their Words to Scorn
Are scatter’d, and their Mouths are stopt with Dust.

Dreaming when Dawn’s Left Hand was in the Sky
I heard a Voice within the Tavern cry:
‘Awake, my Little ones, and fill the Cup
Before Life’s Liquor in its Cup be dry.’



Berikutnya, satu orang lagi yagn sering dibangga2kan Muslim, yaitu
Ibn Rushdie.

Ia ahli filsuf dan sains yang sangat penting yang di Barat dikenal dengan nama Averroes. Ia hidup dari tahun 1126-1198 di Andalusia dan Marrakesh. Pengaruhnya terhadap pemikiran Eropa sering dilupakan oleh baik orang Arab maupun orang Europa. Namun di abad ke
13 dan 14, pengaruh Averroisme sekuat Marxisme di abad ke 19.

Ibnu Rushdie berfungsi sebagai jembatan antara dunia Arab dan dunia Barat dengan upayanya mengomentari dan menginterpretasi ahli2 filsafat Yunani seperti Aristotle dan Plato dan membuat mereka dimengerti oleh rakyat Arab. Dalam banyak karyanya, ia juga mencoba menjembatani filsafat dengan agama.

Namun para pemimpin agama tidak selalu memuji karya2nya: ia malah dikutuk melakukan bid’ah oleh orthodoxy Kristen, Yahudi dan Islam. Karya2nya sering dilarang dan dibakar.”

Ibnu Rushdie dipanggil ke Marrakesh untuk bekerja sebagai dokter bagi Kalif disana namun segera tidak disukai sang kalif gara2 oposisi para ahli agama terhadap tulisan2nya. Ia dituduh melakukan bid’ah, di-interogasi dan dikucilkan ke Lucena, dekat Cordova. Sang kalif kemudian memerintahkan agar buku2 Rushdie dibakar, kecuali karyanya dibidang kedokteran, arithmetic, dan elementary astronomy.

Namun, setelah di-intervensi sejumlah ilmuwan ternama jamannya, 4 tahun kemudian iapun diampuni dan dipanggil kembali ke Maroko pada tahun 1198; namun ia meninggal pada akhir tahun itu.

Karya2 Ibnu Rushdie juga mengundang kekaguman di Eropa, bahkan diantara para ahli agama yang menganggap karyanya sebagai ancaman. Di abad ke 13, Ibnu Rushdie dikutuk oleh uskup2 Paris, Oxford dan Canterbury berdasarkan alasan yang mirip dengan alasan para Muslim orthodox di Spanyol.

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 079#302079

Konsep Averroisme — yg ditemukan dlm komentar Averroës kpd Aristotle — adalah : Hanya ada satu kebenaran, tetapi ada paling tidak DUA cara utk mencapainya, yi lewat filosofi dan lewat agama.

...

Gagasan pemisahan filosofi dan agama yg ditemukan dlm Averroisme sangat berpengaruh dlm perkembangan sekularisme modern. Akibatnya, ada yg menganggap Averroes sbg bapak pendiri pemikiran sekularisme di Eropa Barat.
:lol: :lol: :lol:


KESIMPULAN : pemikir2 besar yang menjadi teladan jaman keemasan Islam bukanlah muslim. Bahkan mereka sangat kritis terhadap Islam. Anehnya, muslimin yang membuat mereka sengsara semasa hidup mereka tidak malu2 menganggap mereka sebagai bagian dari kultur mereka. Mereka juga tidak malu2 mempergunakan nama mereka untuk memenangkan kredibilitas. Mereka sering berkata “lihatlah para pemikir hebat yang dihasilkan Islam ini”.

DI BARAT SEKARANG INI :
Dalam upaya menaklukkan Barat, sekarang perhatian para Islamis beralih pada orang2 kulit putih. Diantaranya adalah bekas penyanyi Cat Stevens (sekarang Yusuf Islam). Namun ini bukan orang yang terkenal karena kehebatan otak ilmiahnya . Faktanya adalah tidak ada satu ilmuwan-pun dapat mendukung ngalor-ngidulnya Quran. Setiap anak sekolah saja bisa melihat absurditas dalam Quran dari bacaannya. Kecuali kedua doktor berikut ini.

Dua ilmuwan barat dibayar oleh para Islamis untuk menutup2i absurditas Quran dan menampilkannya sebagai buku ilmiah. Dr. Maurice Bucaille dan Dr Keith Moore adalah ilmuwan yang cocok bagi para Islamis. Kedua orang ini mengutip surah2 yang paling tidak masuk akal dan menyebut surah2 itu sebagai ramalan penemuan sains modern dengan logika yang membuat anak kecil-pun terbahak2. Tetapi tidaklah mengherankan; mereka giat meyakinkan orang akan sifat mukjizat Quran, tetapi mereka sendirinya tidak pernah masuk Islam. Ini meragukan kejujuran mereka. Mereka jelas menyukai uang minyak Arab diatas integritas profesional mereka. Nama mereka apalagi dengan julukan doktor, akan efektif sekali mempengaruhi orang menjadi muslim. Argumen yang sama seringkali diulang2 “Kesemua orang pintar ini pasti menemukan sesuatu dalam Islam” dan menarik mereka yang muda, yang **** untuk menerima Islam secara mentah2.

Bahkan para Islamis tidak malu2 mengarang nama orang yang mereka katakan telah masuk Islam. Diantaranya adalah Neil Armstrong, Jaques Cousteau, Michael Jackson, Maurice Bucaille, King Offa, Abdu'l-Ahad Dawud (Professor David Benjamin Keldani), seorang bekas uskup Kastolik, dan uskup Koptik Kardinal Abu Ishaq.

Dalam cerita konyol tentang asal mula Neil Armstrong pindah ke Islam dikatakan bahwa pada saat ia mendarat di bulan ia mendengarkan sebuah suara aneh. Ketika ia kembali ke bumi, ia mendengarkan kembali suara itu. Ternyata itu suara Azhan dan langsung memeluk Islam. Herannya orang begitu naïf sampai mempercayai isapan jempol macam itu. Kenyataannya adalah bahwa tidak seorangpun diatas masuk Islam atau menunjukkan sedikitpun interes.

Namun cerita2 isapan jempol ini menguatkan kepercayaan muslim dan membuat mereka semakin fanatik. Cerita2 ini dicekoki sejak bayi dan orang mempercayai, tidak peduli apakah benar atau salah. Mereka tidak pernah berpikir untuk memeriksa kebenaran cerita2 ini. Hanya mantera ini yang mereka percaya “tidak mungkin semua orang ini salah”.//
Last edited by ali5196 on Fri May 02, 2008 4:05 pm, edited 13 times in total.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Mon Sep 26, 2005 3:59 pm

http://www.faithfreedom.org/Articles/Sh ... _Islam.htm
Is Islam Scientific?
Apakah Islam mendukung Sains ? Oleh Shafiya
April 2002

Kami sering mendengarkan slogan bahwa Islam adalah agama sains dan banyak Islamis sangat ingin membuktikan bahwa penemuan2 dalam abad ini bahkan DIRAMALKAN dalam Quran. Tulisan saya ini ingin menunjukkan kepalsuan yang mengatakan bahwa Islam agalah agama sains.

Argumen saya mengapa Islam tidak mendukung sains adalah bahwa ISLAM TIDAK MENGIJINKAN ORANG bersikap RAGU-RAGU ("it never allows doubt.")

Keragu-raguan adalah dosa terbesar dalam Islam. Padahal sains dibangun atas dasar keragu2an. Seorang ahli sains jarang percaya Tuhan, karena guna mempercayai Tuhan kita harus menerima fakta tanpa memeriksa kebenaran. Seroang ahli sains adalah seorang yang skeptik, selalu ragu2. Apakah ini berlaku dalam Islam ? TIDAK, dalam huruf besar !

Islam mewajibkan 100% kepercayaan tanpa ada ruang bagi keragu2an. Islam mewajibkan pengikutnya menerima apa yang dikatakan Quran. tanpa debat. Tanpa mempertanyakan dasar2 kepercayaan. Siapapun yang berani bertanya langsung dilenyapkan.

Seorang ahli sains asli tidak mengikuti metoda ini. Contoh, setiap teori disusul dengan penyelidikan, eksperimen dan observasi. Dan jika hasilnya mendukung, teori tsb barulah diterima kecuali dibantah lagi oleh observasi dan eksperimen dikemudian hari. Tidak ada teori yang kaku, tidak ada teori yang tetap. Dalam dunia sains teori selalu berubah2.

Contoh, teori Newton diterima selama 300 tahun karena terbukti dengan eksperimen. Teori Newton juga sesuai dengan observasi para planet ketika itu. Kemudian datanglah penemuan atom dan observasi lebih mendetail tentang alam semesta dengan ditemukannya teleskop yang paling baru. Teori2 Newton kemudian tidak lagi dapat didukung oleh observasi paling belakangan ini. Setelah itu datang lagi penemuan2 baru hasil pemikiran Einstein dan Plank yang menawarkan teori Quantum.

Quantum Theory ini adalah teori mutakhir dalam sains, karena belum ada bukti2 lain. Einstein tidak di-cap murtad karena mempertanyakan teori2 Newton atau teori2 lain sebelumnya. Ahli2 sains masa mendatang juga tidak akan di-cap murtad kalau nantinya membantah Quantum Theory.

Nah, inilah yang dinamakan pendekatan sains. Tidak pernah percaya pada satu hal 100%. Tetapi memutar-balikkan fakta dan observasi agar sesuai dengan apa yang dikatakan Quran juga bukan sains. Sebuah agama yang memaksakan kepercayaan buta dalam "wahyu" tidak pernah bisa meng-klaim sebagai mendukung sains, karena dasar sains adalah keragu2an.

Mungkin agama2 seperti Budha, Ja-in, Confusius, Tao dan Hindu mengijinkan dan bahkan mendorong perselisihan paham dan cara pikir bebas, tetapi bukan Islam, Kristen ataupun Judaism yang tergantung kepada kepercayaan tok ! Islam khususnya, mengancam segala observasi intelektual dengan hukuman mati. Untuk itulah Islam tidak akan pernah bisa mendukung sains.//
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Jan 17, 2006 1:05 am

the MYTH of Islamic Science /MITOS SAINS dalam ISLAM

http://www.infidels.org/library/modern/ ... amsci.html
http://www.derafsh-kaviyani.com/english ... acles.html
http://www.csicop.org/sb/2002-03/inklings.html
http://www.abrahamic-faith.com/islam.html
http://www.answering-islam.org/Response ... index.html
http://answering-islam.org/Quran/Science/index.htm
http://www.bible.ca/islam/islam-myths-embryology.htm

http://www.faithfreedom.org/forum/viewt ... c&start=15

Sejarah Aljebra

Algebra dibagi kedalam "aljebra klasik" .... (equation solving or "find the unknown number" problems) and "abstract algebra", also called "modern algebra" (the study of groups, rings, and fields). Classical algebra has been developed over a period of 4000 years. Abstract algebra has only appeared in the last 200 years.

Perkembangan aljebra pada garis besarnya terdiri s: Egyptian algebra, Babylonian algebra, Greek geometric algebra, Diophantine algebra, Hindu algebra, Arabic algebra, European algebra since 1500, and modern algebra. Since algebra grows out of arithmetic, recognition of new numbers - irrationals, zero, negative numbers, and complex numbers - is an important part of its history.

The development of algebraic notation progressed through three stages: the rhetorical (or verbal) stage, the syncopated stage (in which abbreviated words were used), and the symbolic stage with which we are all familiar.

4000 years is along time before Islam appeared.
Zero was invented by Hindus without which there wouldn’t be negative numbers.


http://www.ucs.louisiana.edu/~sxw8045/history.htm

---------------------------
the myth of Islamic contribution to civilisation
http://www.sullivan-county.com/x/islam_myth.htm

http://www.islam-watch.org/AlamgirHussa ... bution.htm

Andalusian myth:
http://www.jihadwatch.org/dhimmiwatch/a ... 001665.php
Last edited by ali5196 on Fri May 26, 2006 2:05 am, edited 1 time in total.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Jan 17, 2006 1:06 am

Mitologi Jaman emas Islam
http://www.sullivan-county.com/x/islam_myth.htm
Cuplikan buku Dr. Serge Trifkovic’s, The Sword of the Prophet: A Politically-Incorrect Guide to Islam

Memang Islam pernah mencapai masa kejayaannya. Misalnya, Bagdad dibawah Harun al-Rashid (terlepas dari propagandanya yg mengakibatkan pembantaian Kristen & Yahudi yg didokumentasi secara luas) dan di abad ke-10, Kordoba di Spanyol, walau cuma sebentar dibawah Abdul Rahman.

BAGDAD

Jaman "emas" ini jatuh pd dynasty kedua kalifah Abbasid, nama paman Muhamad, Abbas, yg mewarisi kalifah Umayyad th 750M. Mereka pindah ke Bagdad, menyerap budaya Syria dan Persia disana, juga metode pemerintahan Persia, yg kemudian menghasilkan "jaman emas" ini.

Jaman ini ditanda dgn prestasi intelektual. Sejumlah pemikir dan ilmuwan jaman itu hidup dibawah pemerintah jajahan Islam, dan sama sekali bukan "Muslim" baik secara nominal maupun secara substansial. Mereka2 ini memegang peranan penting dlm mentransmisi/menerjemahkan buah2 pemikiran Yunani, Hindu dan pengetahuan pra-islam lainnya kpd orang2 Barat. Mereka memegang peran dlm memperkenalkan Aristotle di Eropa. Ini berarti bahwa mereka mentransmisi apa yg mereka sendiri menerima dari sumber2 non-muslim.

Trio ilmuwan Persia penting: al-Kindi, al-Farabi & Avicenna, mengkombinasi ajaran Aristotel dan Plato dgn ide2 dr Islam. Mereka sangat dipengaruhi warisan filosofi Yunani Bagdad yg selamat dari invasi Arab, khususnya tulisan Aristotle.

TAPI Farabi menerima pandangan -- yg sangat bersifat anti Islam -- bahwa logika adalah lebih tinggi ketimbang wahyu ilahi ('reason is superior to revelation').

Ia melihat agama sbg lambang pencapaian kebenaran, dan spt Plato, menganggap kewajiban filosof adalah utk memberi pengarahan kpd negara. Ia sering secara rasional mempertanyakan otoritas Quran dan menolak konsep 'predestination', bahwa nasib kita sudah ditentukan dari Atas. Ia menulis lebih dari 100 buku, yg paling penting: "The Ideas of the Citizens of the Virtuous City " (Pemikiran2 Warga2 Kota Bijaksana). Tetapi karya2 unorthodox ini tidak merupakan milik
Islam, spt juga Voltaire tidak merupakan milik agama Kristen. Farabi kebetulan berada dlm kebudayaan Muslim dan bukannya berkarya KARENA budaya Muslim. Ia malah menantang ortodoksi sampai ke akar2nya.

Lagi2 ia menegaskan pola bahwa Muslim yg paling hebat, baik secara politik ataupun intelektual, adalah Muslim yg tidak menerima Islam secara penuh.

Dilain pihak, Muslim mayoritas saat itu, menekankan ortodoksi Quran secara ketat dan menerapkan filosofi dan sains Yunani, hanya jika memperkuat otoritas Islam. "Mereka disebut rasionalis karena menggunakan filosofi Yunani utk menjelaskan fenomena metafisik dan fisik Islam, selama pemikiran mereka berada dlm batasan kepercayaan ortodoks." Begitu mereka keluar dari garis itu, misalnya secara bebas mempelajari rahasia2 alam, tanpa memerhatikan Quran, para pemikir itu mengundang kecurigaan pemimpin Islam. Mereka biasanya diusir dari negara mereka ataupun dihukum mati.

SPANYOL

Dibagian lain jajahan Islam, di Spanyol, Averroës banyak mempengaruhi pemikir2 Yahudi dan Kristen dgn interpretasinya atas Aristotle. Tetapi tulisannya tidak disukai penguasa Islam dan sebelum kematianya, ia dihukum mati, semetnara karya2nya dl logika dan metafisika dibakar. Ia tidak meninggalkan pengikut.

Dari Spanyol, literatur filosofi Arab diterjemahkan dlm Yahudi dan Latin, yg menyumbang bagi perkembangan filosofi Eropa. Di Mesir, Moses Maimonides (Yahudi) dan Ibn Khaldun membat sumbangan mereka. Constantine "si orang Afrika," Kristen dari Carthage, menerjemahkan karya2 medisnya dari Arab ke Latin, shg memperkenalkan medisin Yunani kpd dunia Barat. Terjemahannya atas karya2 Hippocrates dan Galen adalah yg pertama yg memperkenalkan ilmu medis Yunani sbg suatu kesatuan kpd Barat.

"Jaman emas" kesenian Islam berlangsung dari 750M sampai pertengahan abad 11, dgn berkembangnya karya2 keramik, gelas, metal, tekstil, manuskrip, kaligrafi dan ukiran2 kayu.

Sumbangan Al-Khwarzimi, ilmuwan matematik dan astronomi, juga besar. Spt Euclid, ia menulis buku2 matematika yg mengumpulkan dan menyusun penemuan ilmuwan2 matematika sebelumnya.
Karyanya "Book of Integration and Equation" (Buku Integrasi dan Penambahan) adalah kumpulan rumus2 menghitung dgn cara linear (?)dan kwadrat, serta rumus2 geometri dan proporsi. Terjemahannya kedlm bah Latin pd abad 12 menghubungkan para ilmuwan matematik
Hindu dan pakar2 Eropa. Judul bukunya secara tidak sengaja menghasilkan kata "algebra"; sementara namanya sendiri menghasilkan kata "algorithm".

Image
http://en.wikipedia.org/wiki/Ibn_al-Haytham

TAMBAHAN: http://www.csicop.org/sb/2002-03/inklings.html
Al-Hasan ibn al-Haytham merupakan salah seorang ilmuwan paling besar abad pertengahan Islam dan "Optic"-nya mempengaruhi Kepler. Filologis Perancis, Ernest Renan menulis: "Seorang pengikut Maimonid, si filsuf Yahudi itu, mengatakan bahwa ketika ia di Bagdad utk urusan dagang, buku2 seorang filsuf (yg menginggal th 1214) sedang dibakar disana. Sang pengkotbah, yg melangsungkan eksekusi ini, melempar dlm api, dgn tangannya sendiri, karya2 ttg astronomi milik Ibn al-Haitham, karena teori2nya ttg pembelahan bumi dgn garis2 belahan mengandung lambang2 Atheisme."

Kesimpulan: "jaman emas" Islam ini dihasilkan bukan oleh Islam tetapi TERLEPAS dr Islam. Muslim menjajahi masy2 Persia, Yunani, Mesir, Byzantin, Syria, Yahudi yg memiliki kecanggihan intelektual dan mereka2 inilah yg menyelamatkan budaya mereka dari penghancuran total invasi Muslim. Memuja2 Islam karena prestasi mereka sama saja dgn memuja2 Tentara Merah Rusia karena keberhasilan penyair musik Chopin di Warsaw, Polandia pd th 1970! Islam per se tidak pernah mendorong sains, tidak mendukung penyelidikan mendalam, karena satu2nya pegnetahuan yg diterimanya adalah pengetahuan religius.

Spt dijelaskan Bernard Lewis dlm bukunya What Went Wrong?, jajahan Islam merebut juga pengetahuan dan ketrampilan negara2 Timur Tengah, Yunani, Persia, yg mereka tambahkan dgn inovasi2 penting dari luar, spt pembuatan KERTAS dari CIna dan penomoran desimal dari India." Nomor ini dibawa ke Barat, dan secara keliru disangka sbg nomor2 ciptaan "Arab", yg menghormati sang penyontek dan bukan sang pencipta.

-----------------------------
Serge Trifkovic received his PhD from the University of Southampton in England and pursued postdoctoral research at the Hoover Institution at Stanford.
Last edited by ali5196 on Wed Jul 23, 2008 1:08 pm, edited 4 times in total.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Jan 17, 2006 1:08 am

Cuplikan dari :
http://www.islam-watch.org/AlamgirHussa ... bution.htm

Islamic Golden Age and Contribution to Civilization

Seberapa dalam kepercayaan "Muslim2" genius dari "jaman emas" Islam kpd agama Islam ? Kenyataannya di jaman mereka itu, mereka semua dicap Murtad.

Dalam "Jaman keemasan Islam" ini (abad 8-14), dunia Islamic paling maju dlm bidang Sains, Teknologi, Industri, dagang dll. Periode ini a.l. menghasilkan genius2 sains, literatur dan filusufi spt :
Omar Khayam (1048-1122),
Al-Zahrawi (936-1013),
Al-Khowarizmi (780…850),
Al-Biruni (973-1050),
Al-Kindi (801-873),
Al-Battani (850-929 CE),
Ibn-Sina (973-1037),
Abdallah al-Ma'arri (973-1057),
Ibn-Rushd (1128-1198) &#
Jalaluddin Rumi (1207-...).


Teologi Mu'tazili berasal dr abad ke-8 di al-Basrah (atau Basra), kota besar Iraq, ketika Wasil Ibn 'Atta' berpisah dari gurunya, al-Hasan al-Basri, akibat cekcok teologi. Jadi, Ibn 'Atta' dan pengikutnya dicap "Mu'tazila" yg berarti “deserter of Islam”/"pembangkang Islam".

Teologi Mu’tazila ini merupakan ekspansi atas logika dan rasionalisme filosofi Yunani yg dikombinasi dng doktrin2 Islam, dan menunjukkan bahwa keduanya dari akar2nya sama sekali tidak cocok (inherently incompatible).

Selama periode ini, sejumlah pertanyaan diperdebatkan teolog2 Muslim,
termasuk apakah Qur'an ciptaan manusia atau Tuhan, apakah setan diciptakan Tuhan, masalah nasib yg sudah ditentukan dr atas (predestination) vs. kemauan bebas, apakah atribut2 Allah dlm Qur'an ditafsirkan secara alegoris atau secara literal, dan apakah Muslim2 yg berdosa akan ke neraka.

Ideologi Mu'tazila percaya bahwa Quran diciptakan Mohamad dan bukan oleh Allah. Mereka percaya bawha Muhamad tidak mengadakan pembicaraan langsung dgn Allah. Dan doktrin2 yg dianggap murtad ini oleh Islam, ditentang kalifah Bagdad, Abbasid, Harun al-Rashid (763…809) dan dijadikan kebijakan resmi puteranya, Kalif al-Mamun. Kalif al-Mamun bahkan memberlakukan hukuman, yg disebut dgn Mihna dlm bahasa Arab, yg berarti Penderitaan (833-848), bagi mereka yg memilih ideologi Mu’tazila. Korban Mihna paling terkenal adalah Ahmad Ibn Hanbal yg dipenjara dan disiksa, dan hakim Ahmad Ibn Nasr al-Khuza'i yg dihukum salib.

Titik utama filosofi Mu’tazila adalah kemauan bebas, rasionalisasi dan pemikiran ilmiah yg merasuk dlm filosofi Yunani. Dlm sajak berikut ini,
penyajak, filsuf, astronom dan ahli matematika, Omar Khayam, mengecam Islam dan menunjukkan kekagumannya bagi filosofi Yunani:

"If Madrasahs of those drunks
Jika Madrasah orang2 mabuk itu

Became the educational institutes
Menjadi tempat pendidikan

Of teaching philosophy of
mengajarkan filosofi

Epicures, Plato and Aristotle;

If Abode and Mazars of Peer and Dervish
Jika Abodi dan kaum Mazar dari Peer dan Dervish

Is turned into research institutes,
dijadikan institut riset,

If men instead of following blind faith of religion
Jika orang ketimbang memilih agama secara buta

Should have cultivated ethics,
Memiliki etika beradab

If the abode of worships were turned into
Jika tempat2 pemujaan dijadikan

Centers of learning of all academic activities,
pusat2 pengajaran semua aktivitas akademis

If instead of studying religion, men
Jika ketimbang belajar agama, orang

Would have devoted to develop mathematics - algebra,
akan mengembangkan matematika, algebra

If logic of science would have occupied the place of
JIka logika ilmiah menggantikan tempat

Sufism, faith and superstition,
Sufisme, agama dan takhayul,

Religion that divides human beings
Agama yg memecah2kan manusia

Would have replaced by humanism,....
akan digantikan dgn humanisme,

Then world would have turned into haven,
maka dunia akan berubah menjadi surga

The world on other side then would have extinguished
The world would then become full of
Dunia akan penuh dgn

Love-affection-freedom-joy,
Cinta-kasih-kebeasan-kebahagiaan

And there is no doubt about it."
Dan ini tidak diragukan lagi."


Ibn-Sina juga secara terang2an mengecam semua agama, termasuk Islam, sbg kebohongan. Katanya, “Jenggot2 kambing ini ('These billy goats'/para nabi) berpura2 datang dari Tuhan sementara mengumbarkan kebohongan mereka dan memaksakan kepatuhan buta massa kpd 'kata2 atasan'".

Abdallah al-Ma'arri (973-1057), yg dikenal sbg Lucretius dari TImur, juga mengolok agama2 dalam sajak2nya:

"Hanifs (Muslims) are stumbling, Christians all astray
Jews wildered, Magians far on error's way.
We mortals are composed of two great schools:
Enlightened knaves or else religious fools....."


Sistim kepercayaan Mu’tazila dipromosikan secara aktif oleh kalifah Islam dan populer diantara kaum elite sementara gagal menarik perhatian massa yang buta huruf.

Dilain pihak, Muslim2 yg pro-Quran dogmatik, berupaya sekuat mungkin utk menahan kepercayaan Mu’tazila dan periode ini mencatat nama2 para kolektor hadis, spt Muslim b. al-Hajjaj (9200 hadis, wafat 875), al-Bukhari (810-870, 7275 hadis), Abu Da’ud (wafat 888) dan Al-Tirmidi (wafat 892) et al.

Quran dogmatik atau Islam Sunni pelan2 mendominasi pemikiran
Muslim dan sesudah itu Imam al-Ghazalli (wafat 1111), juga kolektor hadis terkenal, menciptakan histeria massa dgn menantang pemikiran rasional kepercayaan Mu’tazila karena tidak dapat membuktikan realitas akan Allah.

Tokoh intelektual terkenal, spt Ibn-Sina, Ibn-Rusd, al-Ma’arri dan Omar Khayam dianggap murtad oleh muslim2 spt Imam Ghazali. Akhirnya, Mu’tazila tidak tahan hantaman muslim2 picik. Pada abad ke 13, Mu’tazila mati dan dgn ini pula berakhirnya Jaman Emas Islam.

Jadi, masa Jaman Emas Islam adalah periode yg dikarakterisasi oleh perkembangan teologi Mu’tazila yg ANTI ISLAM dan Rasionalisme Yunani masa pra-Kristen. Semua muslim yg dikatakan memperkaya sains, matematika, medisin, filosofi dan pemikiran rasional (pada Jaman Emas Islam) adalah anggota aliran Mu’tazila yg TIDAK Islamiyah, tidak seperti pakar2 Islam Sunni spt al-Bukhari, Abu Daud dan Imam Ghazali et al., dari aliran Islam murni.

Oleh karena itu, sangat memalukan pernyataan bahwa jaman emas kemajuan dan kemakmuran dlm dunia Islam dipengaruhi secara positif oleh Islam.

Kalalu kita ingin melihat sumbangan sebenarnya Islam bagi peradaban manusia, kita harus mempelajari 'prestasi' Muhammad, Abu Bakar, Hazrat Omar, Usman, Imam Ali dan Abu Hanifa et al. … tokoh2 Islam terbesar. Kita juga harus melihat sumbangan masa pasca-Jaman Emas (pasca abad 13) saat doktrin Islam Sunni kembali berkembang.

Sayangnya, selama periode islam murni ini, sumbangan Islam kpd sains, teknologi, medisin, dsb adalah NOL BESAR !!

Tokoh2 spt Muslim b. al-Hajjaj, al-Bukhari, Abu Da’ud, Al-Tirmidi dan Imam Ghazali etc. … para kolektor hadis terkenal tidak membawa sumbangan apapun, kecuali mengkodifikasi Shariah yg mengakibatkan pelanggaran HAM, harga diri, degradasi kebebasan individual dan keadilan dlm dunia Islam sekarang.

Lihat saja ratio pemenang hadiah Nobel antara Muslim dan Yahudi adalah 1:100. Perbedaan besar ini disebabkan karena agama2 Kristen dan yahudi berhasil melangkahi kepercayaan picik dan dogmatik shg mereka bisa menjadi lebih kreatif.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Jul 25, 2006 6:45 pm

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 9761#49761

1. Abu Ja'far Muhammad ibn Musa Al-Khwarizmi lahir tahun 790 – 840

Biography

Few details about al-Khwārizmī's life are known, it is not even certain where he was born. His name indicates he might have came from Khwarizm in the Khorasan province of Persia (now Xorazm Province of Uzbekistan).

The historian al-Tabari gave his name as Muhammad ibn Musa al-Khwārizmī al-Majousi al-Katarbali (Arabic: محمد بن موسى الخوارزميّ المجوسيّ القطربّليّ). The epithet al-Qutrubbulli indicates he might instead have came from Qutrubbull, a small town near Baghdad. The epithet al-Majusi suggesting that he was a Magus or Magi, a Zoroastrian priest. However, the preface to his Algebra indicates that he was a Muslim.

...

5. Algoritma sudah ditemukan jauh sebelum itu
The Euclidean algorithm (also called Euclid's algorithm) is an algorithm to determine the greatest common divisor (gcd) of two integers. It is one of the oldest algorithms known, since it appeared in Euclid's Elements around 300 BCE. However, the algorithm probably was not discovered by Euclid and it may have been known up to 200 years earlier. It was almost certainly known by Eudoxus of Cnidus (about 375 BCE); and Aristotle (about 330 BCE) hinted at it in his Topics, 158b, 29-35. The algorithm does not require factoring the two integers.

Penjelasan yang dapat diambil dari keterangan2 diatas:

1. Agama al Khwarizmi masih debateable, mungkin kisah ini persis seperti kisah Freddy mercury yang hanya gara2 dilirik lagunya ada bismillah terus orang2 islam mengklaim dia adalah islam. Sama juga dengan abdullah mike Tyson.

2. Belum tentu ditahun 700 alquran sudah sampai ke Khwarizimi

3. Kalaupun sudah, tidak ada hubungannya “Dunia tanpa muhammad...” dengan kemampuan Khwarizimi, karena kemampuan dia tidak ada hubungannya dengan muhammad yang mengajarkan alsetubuh budak, alpoligami, alpedopil, almembunuh, aljihad, alkafir, alharam.

4. Bahwa aljabar juga cumalah salah satu cabang dari ilmu matematika (perluasan aritmetika).

Kesimpulan:
1. Berhentilah untuk menaikkan harga diri islam. Perbuatan2 kalian itu hanya memalukan orang scientist saja. Kalo kafir perlu merasa memosting pencipta2 kafir. Ga bakal muat diforum ini. Butuh waktu berhari2 untuk mengumpulkan data semua pencipta yang orang kafir.
2. Orang kafir tidak perlu merasa bangga atas pencipta2 orang kafir karena kalopun dia kristen belum tentu mewakili ajaran Kristus, kalo dia budha, belum tentu mewakili ajaran budah, kalo dia hindu belum tentu mewakili ajaran sanatha dharma.
3. BENAR2 MEMALUKAN. SAYA LIHAT BANYAK MUSLIM JENIS2 BEGINI YANG BENAR2 MEMALUKAN. STOPLAH UNTUK MEMAKSAKAN DIRI KALIAN. KALIAN ORANG INDONESIA BUKAN ORANG ARAB MUHAMMAD.
4. Belajarlah untuk tidak poligami, belajar untuk tidak cerai, belajar untuk tidak membunuh dengan alasan apapun, belajar untuk tidak menghakimi. ITU baru ajaran Tuhan. Bukan dikit2… mike Tyson islam, freddy islam, neil armstrong denger azan dibulan islam. Aljabar islam. KALAU DIGOOGLE ISI SITUS ISLAM CUMA BEGITUAN SAJA. BENER2 MEMALUKAN, ORANG RENDAH DIRI YANG MAKSA UNTUK MENINGGIKAN DIRI. KAMPUNGAN!
5. Hanya orang jelek yang mau miripin orang keren, yang keren sih ga masalah, tapi kalo udah maksa2 sampai ngejelekin yang keren, yang keren juga JIJIK!
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Dec 05, 2006 2:55 am

http://www.americanthinker.com/2006/12/ ... philo.html

What Islamic Science and Philosophy?
Sains & Filosofi Islam APA ?
By Jonathan David Carson
December 01, 2006

Kami tahu bahwa kami sedang dibohongi. Cuma, kami tidak sadar seberapa jauh kita dibohongi.

Semakin suramnya kenyataan Islam dimasa kini, semakin kami dijejali dgn cerita2 hebatnya masa lalu Islam. Apalagi 'sains'nya dan 'filosofi'nya di 'Jaman Keemasan Islam.'

Coba kita periksa apa yg dikatakan Hukum Islam ttg sains dan filosofi!

Menurut Reliance of the Traveller: Manual Klasik Hukum Suci Islam (atau Umdat al-Salik) oleh Ahmad ibn Naqib al-Misri (d. 1368) : sains dan filosofi ini dinyatakan sbg tidak halal, sangat menentang Islam, salah satu bentuk ridha/murtad.

Para jubir2 Islam di Barat sering menyombongkan "Islamic science" dan "Islamic philosophy" yg sebenarnya ditentang keras oleh sesama Muslim yg tinggal dlm surga2 Islam.

Reliance of the Traveller mendaftarkan pengetahuan2 'haram' ini:

(1) perdukunan

(2) FILOSOFI

(3) magic

(4) astrology

(5) SAINS materialis*

(6) dan apapaun yg bermaksud menimbulkan keraguan

Istilah "Sains materialis"* atau "sciences of the materialists" ini perlu dijabarkan lebih lanjut. Artinya : sains yg percaya bahwa materi (dan energi) adalah satu2nya isi alam semesta. Yahudi dan Kristen setuju bahwa "sains materialis" macam itu "tidak benar" karena tidak mempedulikan materi spiritual. Menurut komentar Reliance of the Traveller, "kepercayaan kaum materialis adalah bahwa materi -sesuai dgn sifatnya- berdiri sendiri, terlepas dari kemauan Allah. Kepercayaan ini sama saja dgn kekafiran, shg menggolongkan si pemikir itu diluar batas Islam."

Yg dipermasalahkan disini bukan eksistensinya diluar spiritualisme, namun kutukan al-Ghazali dlm The Incoherence of the Philosophers of "the judgment of the philosophers,", atau Ketidakjelasan Para Filsuf dari "Keputusan para Filsuf." Pertama terhdp Avicenna, "bahwa hubungan yg diamati eksis antara kausa (sebab) dan efek (akibat) adalah penting, dan bahwa tidak ada kemampuan atau kemungkinan utk membawa kausa kedalam eksistensi tanpa efek, maupun efek tanpa kausa." ??? (bingung gua ... ngomong apa sih !)

Kausa dan efek tidak diijinkan karena, menurut al-Ghazali, kausa membatasi kebebasan absolut Allah utk menciptakan peristiwa2 yg diinginkanNya. Efek terjadi BUKAN karena Kausa, namun karena keinginan langsung Allah.

Nah, jadi kita bisa lihat bahwa penolakan terhdp "sains materialis" =
penolakan terhdp filosofi kedua2nya. Juga, bahwa penolakan terhdp "sains materialis" juga berarti penolakan terhdp "sains sekuler," yg menganalisa setiap kausa dan efek, entah materialis atau tidak. Jadi pada akhirnya, penolakan terhdp "sains materialis" adalah penolakan terhdp setiap upaya utk mengerti apapun.

Al-Ghazali, yg pandangannya tertanam dlm Reliance of the Traveller khususnya dan Islam mayoritas pada umumnya, menyerang Avicenna, salah seorang filsuf Islam paling ternama, yg kemudian dibela oleh satu lagi filsuf ternama, Averroes. Averroes menanggapi The Incoherence of the Philosophers dlm The Incoherence of the Incoherence ("Ketidakjelasan Mereka yg Tidak Jelas" :lol: ).

Dan kami masih juga dijejali kebohongan bahwa kami harus menghormati "Islamic philosophy" dari 'Jaman Keemasan' !

Tanpa kausa dan efek, sains tidak dimungkinkan. Dan diterimanya pemikiran al-Ghazali ini berarti bahwa sains dlm dunia Islam hanya bisa berkembang kalau BERLAWANAN dgn prinsip Islam ini.

Kalau kausa dan efek memang keinginan Allah, dan kalau keinginan Allah ini tidak boleh diselidiki, maka kausa dan efek juga tidak boleh diselidiki dan oleh karena itu sains adalah ilmu yg percuma saja. Masalahnya adalah apakah alam semesta dan penciptanya bisa dimengerti. Dunia Barat dgn tradisi hukum alam dan teologi natural, setuju bahwa alam semesta bisa dimengerti dan TuhanPUN bisa dimengerti. Namun Islam, dlm, bentuk murninya, menolak mentah2 setiap bentuk kejelasan (akan jalan pikir Tuhan).

Besarnya penolakan atas filosofi dan sains oleh Reliance of the Traveller bisa dilihat dari daftarnya, "Acts That Entail Leaving Islam" ("Tindakan2 yg mengakibatkan kemurtadan dari Islam"). Kepercayaan bahwa "hal2 dlm diri mereka sendiri atau sifat emreka sendiri memiliki pengaruh kausal (sebab akibat) terlepas dari keinginan Allah" = murtad.

Sbg kontras, dunia Yahudi dan Kristen sudah diberitahu ttg masalah sebab-akibat oleh Moses Maimonides dan Saint Thomas Aquinas. Cara Tuhan bekerja, sebagian besar, adalah lewat hukum alami, lewat kausal sebab-akibat. Spt juga keinginan manusia bisa saja bebas DAN tunduk pada Tuhan, dan ramalan Allah sebelumnya tidak membatasi perkembangan peristiwa2 didunia, Tuhan dan alam bekerjasama dlm memproduksi efek (akibat).

Jadi, alam memiliki aturannya sendiri sambil tetap tunduk pada kemauan Tuhan. Hukum alam tidak membatasi kebebasan Tuhan, dan sains bisa menyidiki sebab2 alami tanpa melanggar batas2 wilayah ilahi. Malah sains, dgn menyelidiki jalannya alam, membuktikan ramalan ilahi. Jadi
science, dlm pandangan Barat ini, sepenuhnya kompatibel dgn Tuhan, karena sains adalah PRODUK dari keinginan utk mengenal Tuhan, keinginan utk dekat dgn Tuhan.

Jadi, kita seakan2 punya dua Injil; Kitab Suci dan Buku Alam. Alam semesta menyatakan kehebatan Tuhan dan hal2 yg tidak nampak mata diketahui oleh hal2 yg nampak. Bahwa sains sbg institusi telah dirusak oleh filosofi atau teologi buruk sama sekali tidak merusak kompatibilitas fundamental antara sains dan agama.

Doktrin bahwa kejadian2 diakibatkan oleh keinginan langsung Tuhan ("Occasionalisme"), dan bukan oleh sebab2 alami dlm Islam ditekankan oleh Majid Fakhry:
Sejumlah sifat fatalisme dlm Islam, spt ucapan2 'yah nasib' ... 'yah apa boleh buat, ini semua kemauan Tuhan' ... shg (Muslim) tidak mau mencoba sendiri dan hanya percaya kpd Tuhan, hanya dapat dimengerti oleh pandangan 'occasionalist'. (Islamic Occasionalism)

Nah, doktrin inilah berada pada jantung Islam. Avicenna, Averroes, Maimonides, dan Aquinas memperingatkan kami akan sifat macam ini namun sekarang bahkan universitas, institusi2 sains dan tokoh2 elit politik dsb dsb, berpura2 bahwa Avicenna dan Averroes adalah tombak2 filosofi Islam dan bahwa oleh karena itu murid2 Maimonides dan Aquinas malah berhutang pada Islam.

Kalau kita mau menghindari semakin terjerumusnya dunia kedlm ketololan dan kematian, maka sebaiknya kita segera mendidik diri kita sendiri demi membela kebenaran yg nampak jelas didepan mata, karena pemimpin2 kita akan membantu kita.

Contact Jonathan David Carson, Ph.D. For more information, see his website.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sun Sep 23, 2007 9:51 pm

AL KINDI versi Islam :

Image
http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Kindi

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... c&start=40
alley shatree wrote:Al-Kindī (801-873) unambiguously described the distillation of wine.[2] Distillation of ethanol from water yields a product that is at most 95.6% ethanol(alcohol), because ethanol forms an azeotrope with water.


------------------------

AL KINDI versi NON-Islam :

http://debate.org.uk/topics/books/bennett-muhammad.html
-Al-Kindi in 830 AD criticized the Muslim view of Muhammad, saying that he was only a soldier of fortune, who had no miracle to his name, that the Qur'an was 'a rag-tag of discrepancies and garbled tales, a confused heap, with neither system nor order...with one passage contradicted by another'.

-He believed that "histories are all jumbled together and intermingled; an evidence that many different hands have been at work therein, and caused discrepancies, adding or cutting out whatever they liked or disliked. Are such, now, the conditions of a revelation sent down from heaven?" (Muir's edition 1882:18-19,26).

- Al-Kindi also condemned Holy War and the laws concerning women.

-He stated that Muhammad's chief 'object and concern'...was to attack surrounding tribes, slay and plunder them, and carry of their females for concubines" (Muir 1882:49-50)

- Al-Kindi had considerable knowledge of Muslim sources, especially the miracle Hadith.


TERJEMAHAN: AL Kindi di thn 830AD mengritik pandangan Muslim ttg Muhamad, mengatakan bahwa ia hanya tentara bayaran, yg tidak pernah melakukan mukjizat, bahwa Quran adalah 'kumpulan cerita2 yg campur aduk dan tidak nyambung, membingungkan, tanpa sistim maupun aturan ... dgn satu bagian kalimat mengkontradiksi bagian kalimat lainnya.'

-Ia percaya bahwa "[penulisan] sejarah merupakan campur aduk dan pembauran; bukti bahwa tangan2 berbeda merubahnya dan mengakibatkan ketidakcocokan, menambah atau mencabut apa yg mereka suka atau tidak suka. Dlm keadaan itukah 'wahyu diturunkan dari surga?' (Muir's edition 1882:18-19,26).

-Al-Kindi juga mengutuk JIHAD dan hukum (Islam) ttg wanita.

-Katanya, tujuan utama Muhammad ... adalah utk menyerang suku2 tetangga, membunuh dan menjarah kekayaan mereka dan menculik wanita2 mereka utk dijadikan gundik" (Muir 1882:49-50)

Utk lebih jelasnya ttg Al Kindi oleh W Muir, silahkan baca :
http://answering-islam.org/Books/Al-Kindi/index.htm


---------
TAMBAHAN:
http://www.askmehelpdesk.com/christiani ... 173-4.html

Al-Kindi, salah seorang apologis Kristen melawan Islam, mengatakan bahwa Islam dan tuhan mereka, Allah, TIDAK DATANG dari Injil, namun dari ajaran berhala (paganism) kaum Sabean. Mereka tidak memuja Tuhannya Injil melainkan Dewa Bulan dan puteri2nya, al-Uzza, al-Lat dan Manat. Dr. Newman menyimpulkan ttg studinya ttg debat Islam vs Kristen dari jaman kuno dgn mengatakan, "Islam membuktikan diri sbg ... agama terpisah dan antagonistik yg muncul dari pemujaan dewa2 (idolatry)." ... Tidak aneh bukan bahwa lambang Islam adalah BULAN SABIT ? Bulan sabit itu juga nangkring di setiap mesjid dan minaret, bahkan pada bendera negara2 Islam, bukan ? Bukannya bulan puasa Muslim dimulai dgn munculnya dan berakhirnya bulan sabit di langit ? :wink: [/i]
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Valkyrie » Mon Nov 19, 2007 12:42 pm

Mohammed ibn-Musa al-Khowarizmi ----> benarkah penemu Aljabar?

Salah satu mitos dalam Islam adalah, bahwa penemu Aljabar adalah Muslim bernama Mohammed ibn-Musa al-Khowarizmi ---> dari sinilah nama "Algebra" / "aljabar berasal"

Memang harus kita akui bahwa kata "Aljabar" berasal dari nama Muslim ini, tetapi, ini hanyalah "nama" saja yang sungguh2 murni dari Muslim, bukan "ilmu"nya.

Ilmu Aljabar sudah dikenalkan oleh bangsa mesir sekitar 1800 tahun sebelum masehi, kemudian ditransfer ke Babylonia, Yunani. PAda peradaban Yunani, ada yangbernama Dyophantus (dijuluki Bapa Aljabar) yang hidup tahun 200 Sesudah Masehi, atau 4-5 abad sebelum al Khowarizmi. Lalu kemudian ada Aljabar dari Hindu baru ditrasnfer ke peradaban Muslim

Sumber:
http://www.ucs.louisiana.edu/~sxw8045/history.htm
Valkyrie
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1106
Joined: Thu Sep 28, 2006 9:59 am

Postby ali5196 » Thu Mar 25, 2010 3:25 am

tokoh-saudi-budaya-arab-islam-tidak-sumbang-apa2-t37959/

Mantan anggota Dewan Shura Saudi, Ibrahim Al-Buleihi, Al-Arabiya TV (Dubai/Saudi Arabia) :

Buleihi:

"Kalau kita melihat nama2 filosof2 dan akademisi Muslim yang sumbangan mereka pada Barat dinyatakan oleh penulis2 Barat, spt Ibn Rushd, Ibn Al-Haitham, Ibn Sina, Al-Farbi, Al-Razi, Al-Khwarizmi dsb, kita melihat bahwa KESEMUANYA DARI MEREKA ADALAH PENGANUT FILSAFAH BUDAYA YUNANI dan mereka adalah INDIVIDU2 DILUAR MASYARAKAT ISLAM MAINSTREAM. Bahkan dijaman mereka sendiri dan sampai jaman sekarang ini juga, MEREKA TIDAK DIAKUI OLEH BUDAYA KAMI. KAMI BAHKAN MEMBAKAR BUKU2 MEREKA, MELECEHKAN DAN MENGANCAM MEREKA, dan sampai sekarang kami memandang mreka dgn kecurigaan dan kebencian. Bgm kami bisa membanggakan orang2 yg pemikirannya tidak kami akui, yang kami tolak ??
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm


Return to Resource Centre ttg Sains, Mukjizat & Jaman Keemasan Islam



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users