. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Penghancuran gereja di Malaysia

Perkembangan dan penerapan Islam dalam masyarakat dan budaya Malaysia dan Brunei.

Penghancuran gereja di Malaysia

Postby jafar » Wed Jun 07, 2006 9:28 pm

Dikutip dari Siaran BBC

http://www.bbc.co.uk/indonesian/indepth ... ysia.shtml

Citra Malaysia terancam

Sebuah gereja diratakan di Johor.
Citra Malaysia sebagai negara ragam budaya tercoreng setelah sekelompok umat Islam hari Minggu kemarin membubarkan sebuah pertemuan yang membicarakan pembelaan hak kaum minoritas.
Para pemimpin Malaysia mengutuk tindakan itu, tetapi wartawan BBC di Kuala Lumpur, Jonathan Kent, mengatakan warga non-Muslim sekarang merasa semakin tidak aman.

''Saya menjadi orang asing di negara saya sendiri,'' kata Dr. Jacob George.

Presiden Asosiasi Konsumen Subang dan Shah Alam di negara bagian Selangor sedang mencoba menggalang dukungan utuk mencegah pemerintah kota Shah Alam menghancurkan sebuah kuil Hindu berusia 107 tahun.

Awal bulan April lalu satu kuil dari abad 19 hanya beberapa kilometer dari Kuala Lumpur diratakan dengan tanah.

Pihak berwajib mengatakan dalam dua kasus itu, pendiri kuil ternyata tidak mempunyai ijin bangunan. Tetapi penghancurannya sendiri mengejutkan mengingat Malaysia mempunyai reputasi sebagai masyarakat ragam budaya yang harmonis.

Terjadi Islamisasi di masyarakat, ini tidak tepat karena kami adalah masyarakat ragam agama, dan negara ragam ras.
Fong Po Kuan, Anggota Parlemen

Dalam catatan sejarah hanya dua kali terjadi kerusuhan antar komunitas, tahun 1946 dan 1969. Tetapi belakangan warga non Muslim di Malaysia mengaku khawatir bahwa harmoni antar komunitas mulai bergeser.

Malaysia merupakan salah satu tempat pembauran yang kental di Asia. Berada di persimpangan benua, perdagangan dan migrasi dunia membuat negeri ini kaya akan pembauran dari berbagai ras, budaya dan agama.

Malaysia adalah negara sekuler tetapi Islam menjadi agama resmi. Sedikit diatas 50 persen warganya berethnik Melayu dan diatas kertas Muslim.

Sisanya campuran antara Cina, India dan penduduk pribumi lain yang kebanyakan menganut Kristen, Hindu, Tao, Budha, Sikh dan animis.
Negara ini mempunyai catatan hubungan antar budaya yang lebih harmonis ketimbang negara-negara tetangganya.

Bukan yang pertama

Tetapi penghancuran kuil-kuil itu bukannya tanpa preseden. Tahun lalu sebuah kompleks milik sebuah kelompok bernama Kerajaan Langit digusur pemerintah, beberapa minggu setelah diserang satu kelompok Muslim. Para anggota sekte itu sekarang menghadapi pengadilan.

Dan hanya beberapa hari sebelum Natal, sebuah gereja yang baru dibangun milik penduduk pribumi dekat kota Skudai di negara bagian Johor diratakan dengan tanah. Pengawasannya dilakukan polisi dan pejabat departemen agama.

Ada yang ingin melarang pasangan berpegangan tangan di muka umum.
Dalam banyak kasus pejabat setempat yang rata-rata Muslim mengatakan bangunan-bangunan itu tidak sah pembangunannya. Ini bisa dimengerti karena pembangunannya memang dari jaman ketika catatan dan ijin pembangunan belum berlaku.

Yang lainnya didirikan secara tidak sah karena beberapa pemerintah lokal enggan memberikan ijin, tetapi penganut agama itu tetap membangunnya.

Sementara pembangunan mesjid tidak sah jarang terjadi, tuduhannya adalah pejabat pemerintah lokal biasanya gampang memberi ijin dan juga dana untuk pembangunan mesjid.

Penghancuran rumah ibadah bukanlah satu-satunya yang dikhawatirkan oleh kelompok minoritas.

Polisi belum lama lalu memerintahkan seorang polisi non Muslim untuk memakai penutup kepala saat melakukan parade. Kaum non Muslim menganggapnya sebagai isyarat yang mengkhawatirkan.

Kemudian ada upaya dari pemerintah lokal untuk melarang atau membatasi kepemilikan anjing dan mengajukan ke pengadilan pasangan yang berciuman atau berpegangan tangan di muka umum.

''Pada jaman orang tua kami tak ada masalah berpegangan tangan di taman,'' kata Fong Po Kuan, seorang anggota parlemen non Muslim.

''Terjadi Islamisasi di masyarakat, ini tidak tepat karena kami adalah masyarakat ragam agama, dan negara ragam ras.''
Last edited by jafar on Thu Jun 08, 2006 2:26 pm, edited 1 time in total.
jafar
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 245
Joined: Mon May 22, 2006 4:36 pm

Postby ali5196 » Thu Jun 08, 2006 1:46 am

jafar, minta linknya dong ! thanks man ... :wink:

mana nih Marina Mahathir : kok nggak kedengaran ? Komentarin dong cing ! Bisanya cuma ngritik barat doang !!
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby DARAH DAN DOA » Thu Jun 08, 2006 2:23 pm

MALLLLLLLLLLLLLAAAAAAAAAAAAYYYYYYYYYYYYYYSSSSSSSSSSIIIIIIIIIIAAAAAAAAAA........... TRULY AAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRAAAAAAAAAABBBBBBBBSSSSSSSS :lol: :lol: :lol:

[/i]
DARAH DAN DOA
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 191
Joined: Mon Feb 20, 2006 6:06 pm
Location: U.I.S.R

Postby Sola Gracia » Thu Jun 08, 2006 6:34 pm

Walahhh...orang Islam di mana2 sama aja...selalu menindas minoritas :cry:
Sola Gracia
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 177
Joined: Tue May 16, 2006 8:38 pm

Postby -The Archangel- » Fri Jun 09, 2006 12:11 am

ternyata tidak jauh-jauh dari panutannya (momet and gangbang)
User avatar
-The Archangel-
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 142
Joined: Sun Apr 30, 2006 11:55 pm


Return to Islam di Malaysia dan Brunei



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users