. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Cerita tipuan muslim ttg mualaf yang bernama Natalie Sarah

Pelanggaran HAM terhadap sesama umat Muslim, kemiskinan dan keterbelakangan yang disebabkan oleh Islam dan penerapan Syariah Islam.

Cerita tipuan muslim ttg mualaf yang bernama Natalie Sarah

Postby fenomena » Fri Jun 13, 2008 10:50 am

Akhirnya terbongkar juga tipuan muslim tentang cerita ke mualaf an Natalie Sarah, sebelum ini banya beredar cerita karangan muslim tentang latar belakang Natalie Sarah menjadi muslim.

Ada cerita tentang mimpi Natalie Sarah yang katanya ketemu seorang kakek tua dalam mimpi di tahun 2001, yang menyuruh dia membaca Al Fathihah, ada cerita tentang hidayah yang didapat oleh Natalie Sarah pada tahun 2003 ketika mengikuti pengajian di tempat si raja tipu, AA Gym.

Padahal cerita sebenernya adalah gara-garanya Natalie Sarah di hamili oleh seorang mahasiswa muslim yang kuliah di Unisba Bandung bernama Dian Rahmat Ginanjar, mereka menikah tahun 2000 secara Islam, jadi sebenernya Natalie sudah Islam sejak tahun 2000.

Cerita-cerita bohong tentang awal mula Natalie jadi muslim sangat banyak beredar di internet, salah satunya disini http://ajisetiawan.blogspot.com/2006/03 ... laf-1.html

Natalie Sarah

Hidayah berkat Tausiah

Tausiah K.H. Abdullah Gymnastiar di Pondok Pesantren Daarut Tauhid yang menyejukkan membuka pintu hatinya untuk mendalami Islam.

Siapa tak kenal artis sinetron Natalie Sarah? Artis pendatang baru yang namanya mencuat lewat sinetron Kawin Gantung itu, di tengah kesibukan shooting-nya, masih menyempatkan diri mengikuti pengajian artis di Jemaah Syamsu Rizal. Artis berdarah Aceh dan Sunda ini memang mualaf, belum lama menjadi muslimah.
Sebelum main sinetron, ia sudah lama berkiprah di dunia model. Kariernya ia tempuh dari bawah, mulai dari model dalam pameran busana dan sebagai cover majalah remaja, kemudian menjadi figuran dalam sebuah sinetron remaja. Selain Doa dan Anugrah 2, sinetron lain yang ia dukung, antara lain, Cintaku di Rumah Susun, Kawin Gantung, dan Dari Temen Jadi Demen produksi Multivision Plus.
Meski lahir dan dibesarkan dalam keluarga Aceh-Sunda, tidak berarti ia cukup dekat dengan suasana dan kehidupan yang Islami. Sebab, orangtuanya beragama Kristen. Maka bisa dimaklumi jika hidayah Allah SWT yang ia terima melalui proses yang cukup panjang. Hidayah itu mulai menyentuh hatinya sekitar empat tahun lalu, ketika ia berusia 18 tahun. Ia lahir 1 Desember 1983 di Bandung. Ketika itu, pada suatu malam, ia bermimpi bertemu seorang kakek berjubah putih yang mengajaknya membaca surah Al-Fatihah.
Sejak itu hatinya mulai bergolak. Timbul semacam pergulatan batin untuk mulai mendekati Islam. Namun, ketika itu ia sama sekali tidak mengenal ajaran Islam. Bahkan makna Al-Fatihah pun ia tidak tahu. “Saya sama sekali tidak tahu makna Al-Fatihah, walaupun ketika di SD saya sering mendengar teman-teman membacanya. Setelah bertanya kepada teman-teman apa makna mimpi tersebut, saya diberi kitab Al-Quran terjemahan. Saya lalu mempelajarinya,” tuturnya.
Namun, karena keluarganya termasuk sangat taat beragama Kristen, sangat sulit bagi mereka untuk menerima jika salah seorang anggota keluarga memeluk agama lain. Meski begitu, tekad Natalie Sarah sudah bulat – ia sudah mantap untuk memeluk Islam. “Sebelum mengucapkan dua kalimah syahadat, saya sudah memikirkan bakal jadi urusan keluarga. Ternyata benar. Dan semua mualaf ternyata memang mengalami hal seperti itu,” tuturnya lagi.
Sarah mendapatkan hidayah Islam di usia yang masih muda, sekitar 18 tahun. Saat itu, rumah tangga orangtuanya di ambang perceraian. Khawatir kehilangan sandaran hidup, ia berusaha mencari pegangan hidup sendiri. Alhamdulillah, ia bertemu seorang sahabat yang kerap mengikuti pengajian di Pesantren Daarut Tauhid, Bandung, asuhan K.H. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym. Maka ia pun ikut sang sahabat mengaji di sana.

Elu Ngapain?
Mengikuti kehidupan Islami, praktik ibadah yang khusyuk dan tausiah Aa Gym yang sejuk di Daarut Tauhid, membawanya menemukan Islam, yang damai. Islam, yang mengajarkan tata cara menata hati, bertolak belakang dengan pemahaman sebelumnya seolah Islam itu keras dan garang. “Soalnya selama ini saya sering mendengar ceramah-ceramah para ustaz yang selalu mendiskreditkan agama tertentu,” katanya.
Bahkan pada hari pertama mengikuti tausiah Aa Gym, air matanya sempat menitik. “Ketika itu ada acara bagi para jemaah untuk kembali kepada diri kita sendiri dengan cara merenung. Di situlah, malam itu, saya benar-benar mengenal diri saya sendiri. Dan saya menangis,” katanya lagi. Tapi, ia sengaja hadir usai salat Isya. Mengapa? Pertama, ia khawatir teman-temannya memergokinya. “Saya takut teman-teman yang tahu saya non-muslim pada teriak, ‘Sarah elu ngapain? Bukan muslim kok ada di sini?’.” Selain itu, ia kan belum bisa salat. Jadi, ia sengaja datang ketika semua jemaah sudah menunaikan salat.
Setelah yakin dengan kebenaran Islam, Natalie, yang ketika itu masih duduk di kelas III SMA, pada bulan Juli 2001 memutuskan menjadi seorang muslimah. Namun, hal itu ia lakukan secara sembunyi-sembunyi – takut ketahuan oleh keluarganya. Seperti mualaf yang lain, ia juga takut bakal diusir oleh keluarga dari rumah, dijauhi teman-teman dan saudaranya.
Memang cukup banyak cobaan yang ia hadapi. Namun, ia tetap berusaha menghadapinya dengan sabar. “Sejak saya menjadi muslimah, sedikit demi sedikit komunitas dan pergaulan saya berubah,” tuturnya. Untuk menghindari keluarganya itulah, setelah lulus SMA ia hijrah ke Jakarta menemani ibunya, Nurmiaty, yang sudah bercerai dengan ayahnya. “Dan di Jakarta saya benar-benar seperti ayam kehilangan induk, karena enggak punya teman sama sekali, sementara beberapa keluarga Mama sering datang ke rumah mengajak pergi beribadat ke gereja,” ujarnya.
Ajakan itu ia tolak dengan halus. Berbagai alasan ia ajukan: malas, ketiduran, dan sebagainya. “Tapi, lama-lama keluarga saya curiga.” Agar tidak ketahuan sudah menjadi muslimah, Sarah mengatur siasat dengan main kucing-kucingan: setiap malam Minggu ia menginap di rumah seorang teman. Meski demikian, sesekali ia terpaksa ikut serta pergi ke gereja. Tapi, di gereja itu ia membaca doanya sendiri kepada Allah SWT.
Suatu hari, ketika ikut serta ke gereja, seorang temannya bertanya, “Sar, kamu kok enggak nyanyi?”
Ia segera menjawab, “Itu kan lagu baru, saya enggak hafal,” sambil terus berzikir. Main kucing-kucingan itu sempat berlangsung selama beberapa tahun. Sarah melakukan ibadah dengan sangat hati-hati, sampai-sampai kepada teman-temannya pun ia tetap mengaku sebagai seorang Kristiani. Pernah suatu ketika ibunya memeriksa tasnya, dan ketahuan ada buku panduan salat di dalamnya. Kontan ia berujar, “Buku itu milik teman yang ketinggalan, akan saya kembalikan.”
Begitu pula ketika ia memasuki dunia sinetron pada 2001, semua awak sinetron menganggap dia masih Kristen. Tapi, ada beberapa teman yang belakangan secara tidak langsung membocorkan bahwa dia sudah muslimah, tapi tidak mau mengaku. Setiap kali masuk waktu salat, ia menunaikannya dengan sembunyi-sembunyi – setelah semua pemain dan awak sinetron selesai salat. Hal itu berlangsung selama dua tahun, sejak 2001 hingga pertengahan 2003.

Bingung Mengubur
Pada pertengahan 2003 itulah, ketika pamannya meninggal dunia, tabir mulai tersingkap. Saat itu, pamannya – yang muslim tapi juga menyembunyikan kemuslimannya seperti halnya Sarah – hampir saja dikubur dengan upacara Kristen, sampai akhirnya ditemukan identitas yang menunjukkan kemuslimannya. Dari kejadian itu Sarah seperti mendapat peringatan, terutama ketika salah seorang anggota keluarga besarnya bilang, “Makanya kalau beragama itu harus jelas. Kalau Islam ya Islam, kalau Kristen ya Kristen. Kalau seperti ini kan menguburnya pun jadinya bingung.”
Namun, sampai sejauh itu, lagi-lagi, ia tak punya nyali untuk mengaku kepada keluarga besarnya sebagai seorang muslimah. Ia hanya berpesan kepada seorang sahabatnya, “Seandainya suatu saat kelak saya meninggal, tolong kuburkan saya secara Islam. Itu wasiat lisan saya, karena soal umur siapa yang tahu.”
Akan tetapi, sekarang, ia sudah secara terang-terangan menyatakan diri sebagai muslimah. Ia juga sudah tidak lagi takut dihujat atau diusir oleh keluarganya. Sebab, secara ekonomi, ia sudah mapan. Apalagi, pada 2003, sebenarnya sudah tersebar berita di sebuah acara infotainment di sebuah televisi swasta bahwa ia seorang mualaf. “Untung acara itu ditayangkan pagi hari, sehingga tak banyak keluarga saya yang tahu. Namun, memasuki tahun 2004, berita bahwa saya mualaf mulai banyak tersiar, sehingga keluarganya banyak yang tahu. Tapi mereka diam saja, karena beranggapan bahwa kelak saya bakal kembali lagi, seperti halnya artis yang lainnya,” katanya.
Baru pada bulan Juni 2005, keluarga besarnya heboh, ketika Sarah bermaksud menunaikan ibadah umrah. “Mereka datang ke rumah untuk menyidang saya,” kenangnya. Saat itu, Sarah sedang berpuasa sunah dan tengah sibuk shooting, sementara tekanan psikologis dari keluarga besarnya tak kunjung henti. Akhirnya ia jatuh sakit dan puasa sunahnya batal. Ia sempat pingsan sejenak, dan merasa berada di tengah lautan manusia yang sedang bertawaf. Bahkan ketika sudah sadar, bibirnya masih melafalkan Labbaikallahumma labaik. Labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wannikmata laka wal mulk. La syarikalak.
“Sejak itu saya lebih rajin menabung, dan bertekad untuk menunaikan ibadah umrah secepatnya,” katanya lagi. Akhirnya, cita-citanya terkabul. Ketika hendak berangkat, Sarah menemui keluarganya untuk pamitan, dan sempat menangis. Beberapa saat menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci, ia sempat berujar lirih, “Ya Allah... masa, saya tidak boleh menginjakkan kaki ini ke Tanah Suci-Mu?” Di Tanah Suci ia memanjatkan segala macam doa, antara lain agar Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya sehingga keluarga besarnya memahami kemuslimahannya.
Doanya terkabul. Kini, keluarga besarnya sudah memahami pilihan Natalie Sarah memeluk Islam. Mereka bahkan menghormati pilihan itu.

Hidayah berkat Tausiah

Tausiah K.H. Abdullah Gymnastiar di Pondok Pesantren Daarut Tauhid yang menyejukkan membuka pintu hatinya untuk mendalami Islam.

Siapa tak kenal artis sinetron Natalie Sarah? Artis pendatang baru yang namanya mencuat lewat sinetron Kawin Gantung itu, di tengah kesibukan shooting-nya, masih menyempatkan diri mengikuti pengajian artis di Jemaah Syamsu Rizal. Artis berdarah Aceh dan Sunda ini memang mualaf, belum lama menjadi muslimah.
Sebelum main sinetron, ia sudah lama berkiprah di dunia model. Kariernya ia tempuh dari bawah, mulai dari model dalam pameran busana dan sebagai cover majalah remaja, kemudian menjadi figuran dalam sebuah sinetron remaja. Selain Doa dan Anugrah 2, sinetron lain yang ia dukung, antara lain, Cintaku di Rumah Susun, Kawin Gantung, dan Dari Temen Jadi Demen produksi Multivision Plus.
Meski lahir dan dibesarkan dalam keluarga Aceh-Sunda, tidak berarti ia cukup dekat dengan suasana dan kehidupan yang Islami. Sebab, orangtuanya beragama Kristen. Maka bisa dimaklumi jika hidayah Allah SWT yang ia terima melalui proses yang cukup panjang. Hidayah itu mulai menyentuh hatinya sekitar empat tahun lalu, ketika ia berusia 18 tahun. Ia lahir 1 Desember 1983 di Bandung. Ketika itu, pada suatu malam, ia bermimpi bertemu seorang kakek berjubah putih yang mengajaknya membaca surah Al-Fatihah.
Sejak itu hatinya mulai bergolak. Timbul semacam pergulatan batin untuk mulai mendekati Islam. Namun, ketika itu ia sama sekali tidak mengenal ajaran Islam. Bahkan makna Al-Fatihah pun ia tidak tahu. “Saya sama sekali tidak tahu makna Al-Fatihah, walaupun ketika di SD saya sering mendengar teman-teman membacanya. Setelah bertanya kepada teman-teman apa makna mimpi tersebut, saya diberi kitab Al-Quran terjemahan. Saya lalu mempelajarinya,” tuturnya.
Namun, karena keluarganya termasuk sangat taat beragama Kristen, sangat sulit bagi mereka untuk menerima jika salah seorang anggota keluarga memeluk agama lain. Meski begitu, tekad Natalie Sarah sudah bulat – ia sudah mantap untuk memeluk Islam. “Sebelum mengucapkan dua kalimah syahadat, saya sudah memikirkan bakal jadi urusan keluarga. Ternyata benar. Dan semua mualaf ternyata memang mengalami hal seperti itu,” tuturnya lagi.
Sarah mendapatkan hidayah Islam di usia yang masih muda, sekitar 18 tahun. Saat itu, rumah tangga orangtuanya di ambang perceraian. Khawatir kehilangan sandaran hidup, ia berusaha mencari pegangan hidup sendiri. Alhamdulillah, ia bertemu seorang sahabat yang kerap mengikuti pengajian di Pesantren Daarut Tauhid, Bandung, asuhan K.H. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym. Maka ia pun ikut sang sahabat mengaji di sana.

Elu Ngapain?
Mengikuti kehidupan Islami, praktik ibadah yang khusyuk dan tausiah Aa Gym yang sejuk di Daarut Tauhid, membawanya menemukan Islam, yang damai. Islam, yang mengajarkan tata cara menata hati, bertolak belakang dengan pemahaman sebelumnya seolah Islam itu keras dan garang. “Soalnya selama ini saya sering mendengar ceramah-ceramah para ustaz yang selalu mendiskreditkan agama tertentu,” katanya.
Bahkan pada hari pertama mengikuti tausiah Aa Gym, air matanya sempat menitik. “Ketika itu ada acara bagi para jemaah untuk kembali kepada diri kita sendiri dengan cara merenung. Di situlah, malam itu, saya benar-benar mengenal diri saya sendiri. Dan saya menangis,” katanya lagi. Tapi, ia sengaja hadir usai salat Isya. Mengapa? Pertama, ia khawatir teman-temannya memergokinya. “Saya takut teman-teman yang tahu saya non-muslim pada teriak, ‘Sarah elu ngapain? Bukan muslim kok ada di sini?’.” Selain itu, ia kan belum bisa salat. Jadi, ia sengaja datang ketika semua jemaah sudah menunaikan salat.
Setelah yakin dengan kebenaran Islam, Natalie, yang ketika itu masih duduk di kelas III SMA, pada bulan Juli 2001 memutuskan menjadi seorang muslimah. Namun, hal itu ia lakukan secara sembunyi-sembunyi – takut ketahuan oleh keluarganya. Seperti mualaf yang lain, ia juga takut bakal diusir oleh keluarga dari rumah, dijauhi teman-teman dan saudaranya.
Memang cukup banyak cobaan yang ia hadapi. Namun, ia tetap berusaha menghadapinya dengan sabar. “Sejak saya menjadi muslimah, sedikit demi sedikit komunitas dan pergaulan saya berubah,” tuturnya. Untuk menghindari keluarganya itulah, setelah lulus SMA ia hijrah ke Jakarta menemani ibunya, Nurmiaty, yang sudah bercerai dengan ayahnya. “Dan di Jakarta saya benar-benar seperti ayam kehilangan induk, karena enggak punya teman sama sekali, sementara beberapa keluarga Mama sering datang ke rumah mengajak pergi beribadat ke gereja,” ujarnya.
Ajakan itu ia tolak dengan halus. Berbagai alasan ia ajukan: malas, ketiduran, dan sebagainya. “Tapi, lama-lama keluarga saya curiga.” Agar tidak ketahuan sudah menjadi muslimah, Sarah mengatur siasat dengan main kucing-kucingan: setiap malam Minggu ia menginap di rumah seorang teman. Meski demikian, sesekali ia terpaksa ikut serta pergi ke gereja. Tapi, di gereja itu ia membaca doanya sendiri kepada Allah SWT.
Suatu hari, ketika ikut serta ke gereja, seorang temannya bertanya, “Sar, kamu kok enggak nyanyi?”
Ia segera menjawab, “Itu kan lagu baru, saya enggak hafal,” sambil terus berzikir. Main kucing-kucingan itu sempat berlangsung selama beberapa tahun. Sarah melakukan ibadah dengan sangat hati-hati, sampai-sampai kepada teman-temannya pun ia tetap mengaku sebagai seorang Kristiani. Pernah suatu ketika ibunya memeriksa tasnya, dan ketahuan ada buku panduan salat di dalamnya. Kontan ia berujar, “Buku itu milik teman yang ketinggalan, akan saya kembalikan.”
Begitu pula ketika ia memasuki dunia sinetron pada 2001, semua awak sinetron menganggap dia masih Kristen. Tapi, ada beberapa teman yang belakangan secara tidak langsung membocorkan bahwa dia sudah muslimah, tapi tidak mau mengaku. Setiap kali masuk waktu salat, ia menunaikannya dengan sembunyi-sembunyi – setelah semua pemain dan awak sinetron selesai salat. Hal itu berlangsung selama dua tahun, sejak 2001 hingga pertengahan 2003.

Bingung Mengubur
Pada pertengahan 2003 itulah, ketika pamannya meninggal dunia, tabir mulai tersingkap. Saat itu, pamannya – yang muslim tapi juga menyembunyikan kemuslimannya seperti halnya Sarah – hampir saja dikubur dengan upacara Kristen, sampai akhirnya ditemukan identitas yang menunjukkan kemuslimannya. Dari kejadian itu Sarah seperti mendapat peringatan, terutama ketika salah seorang anggota keluarga besarnya bilang, “Makanya kalau beragama itu harus jelas. Kalau Islam ya Islam, kalau Kristen ya Kristen. Kalau seperti ini kan menguburnya pun jadinya bingung.”
Namun, sampai sejauh itu, lagi-lagi, ia tak punya nyali untuk mengaku kepada keluarga besarnya sebagai seorang muslimah. Ia hanya berpesan kepada seorang sahabatnya, “Seandainya suatu saat kelak saya meninggal, tolong kuburkan saya secara Islam. Itu wasiat lisan saya, karena soal umur siapa yang tahu.”
Akan tetapi, sekarang, ia sudah secara terang-terangan menyatakan diri sebagai muslimah. Ia juga sudah tidak lagi takut dihujat atau diusir oleh keluarganya. Sebab, secara ekonomi, ia sudah mapan. Apalagi, pada 2003, sebenarnya sudah tersebar berita di sebuah acara infotainment di sebuah televisi swasta bahwa ia seorang mualaf. “Untung acara itu ditayangkan pagi hari, sehingga tak banyak keluarga saya yang tahu. Namun, memasuki tahun 2004, berita bahwa saya mualaf mulai banyak tersiar, sehingga keluarganya banyak yang tahu. Tapi mereka diam saja, karena beranggapan bahwa kelak saya bakal kembali lagi, seperti halnya artis yang lainnya,” katanya.
Baru pada bulan Juni 2005, keluarga besarnya heboh, ketika Sarah bermaksud menunaikan ibadah umrah. “Mereka datang ke rumah untuk menyidang saya,” kenangnya. Saat itu, Sarah sedang berpuasa sunah dan tengah sibuk shooting, sementara tekanan psikologis dari keluarga besarnya tak kunjung henti. Akhirnya ia jatuh sakit dan puasa sunahnya batal. Ia sempat pingsan sejenak, dan merasa berada di tengah lautan manusia yang sedang bertawaf. Bahkan ketika sudah sadar, bibirnya masih melafalkan Labbaikallahumma labaik. Labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wannikmata laka wal mulk. La syarikalak.
“Sejak itu saya lebih rajin menabung, dan bertekad untuk menunaikan ibadah umrah secepatnya,” katanya lagi. Akhirnya, cita-citanya terkabul. Ketika hendak berangkat, Sarah menemui keluarganya untuk pamitan, dan sempat menangis. Beberapa saat menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci, ia sempat berujar lirih, “Ya Allah... masa, saya tidak boleh menginjakkan kaki ini ke Tanah Suci-Mu?” Di Tanah Suci ia memanjatkan segala macam doa, antara lain agar Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya sehingga keluarga besarnya memahami kemuslimahannya.
Doanya terkabul. Kini, keluarga besarnya sudah memahami pilihan Natalie Sarah memeluk Islam. Mereka bahkan menghormati pilihan itu.


Nah cerita tentang Natali Sarah sudah punya anak anak dan menikah pada tahun 2000 juga ada puluhan banyaknya di internet, salah satunya adalah ini http://entertainment.kompas.com/read/xm ... ak.7.tahun

Natalie Sarah Punya Anak 7 Tahun

Dok. pribadi
Natalie Sarah dan anaknya

Natalie Sarah Berikan ASI Eksklusif /Seleb TV
Artikel Terkait:
Natalie Sarah "Gatal"
Jumat, 13/6/2008 | 07:56 WIB
SETELAH diburu wartawan sejak beberapa waktu lalu, pesinetron dan presenter Natalie Sarah (23) akhirnya mengakui, sebelum menikah dengan Abdullah Rizal alias Uwok pada 6 April 2007 dia pernah berumah tangga dengan Dian Rahmat Ginanjar.

Dari pernikahan pertamanya itu Sarah memiliki seorang anak perempuan, Nadiva Morin, yang kini berusia 7 tahun. Sedangkan dari pernikahannya dengan Uwok, dia dikaruniai seorang putra, Habibie Abdul Rizal.

"Saya (sebelum dengan Uwok) memang pernah menikah dan mempunyai satu anak. Umurnya sekarang 7 tahun. Dia dilahirkan dari pernikahan pertama yang baik," kata Sarah saat ditanya wartawan di depan perumahan elit Graha Hijau 2, Kampung Utan, Ciputat, Tangerang, Kamis (12/6) siang. Sarah mengatakan, Navida kini tinggal di Bandung bersama ayahnya.

Sarah menikah dengan Dian tahun 2000. Dia melahirkan Nadiva pada 11 September 2001. Saat menikah, Sarah masih duduk di bangku SMA, sedangkan Dian masih tercatat sebagai mahasiswa Unisba, Bandung. Dua tahun kemudian, mereka bercerai.

"Proses pernikahannya baik-baik saja setelah pacaran selama tiga tahun. Kita menikah karena sama-sama suka dan sayang," kata bintang sinetron Cintaku di Rumah Susun, Kawin Gantung, dan Dari Temen Jadi Demen ini.

Perceraian itu, kata Sarah, dilandasi alasan tidak ada lagi kecocokan. "Menjalani rumah tangga ternyata tidak segampang yang kami pikirkan sebelumnya. Kami pun bercerai secara baik-baik. Mungkin karena gejolak muda, ya," ujar Sarah seraya membantah bahwa Nadiva dilahirkan di luar nikah.

Setelah bercerai, Sarah menitipkan Nadiva kepada Dian yang dianggapnya memiliki latar belakang agama lebih kuat. "Anak umur segitu kan utuh pendidikan agama yang baik," katanya.

Saat akan menikah dengan Uwok, kata Sarah, dia sudah berbicara baik-baik dengan Dian. Mantan suaminya itu pun tak keberatan. Sementara itu, keluarga besar Uwok tidak mempermasalahkan latar belakang Sarah yang pernah menikah dan telah memiliki anak. "Uwok sangat menyayangi Nadiva," ujar Sarah.

Sarah sempat memperlihatkan foto-foto Nadiva yang mulai tumbuh besar kepada pers. Selain foto dia berdua dengan Nadiva, ada pula foto Sarah-Nadiva sedang berpose dengan Uwok.

Sarah mengaku sering berhubungan dengan Navida. Biasanya, setiap liburan panjang, dia menyempatkan diri ke Bandung dan mengajak putrinya itu berlibur. "Atau aku ajakin Nadiva ke Jakarta kalau dia lagi libur sekolah. Kita suka jalan-jalan," katanya.

Walaupun jarang bertemu, Nadiva tahu Sarah adalah ibu kandungnya. Setiap kali bertemu atau menghubungi Nadiva lewat telepon, Sarah selalu mengingatkan bahwa dia adalah ibu kandungnya. "Aku selalu bilang aku ini ibunya yang akan selalu menyayanginya," ujar Sarah.

Setelah lahir Habibie yang kini berusia 4 bulan, Sarah berencana mengasuh Nadiva. "Insya Allah akan diasuh bersama-sama, tetapi nanti akan diputuskan bersama-sama dulu," ujarnya. (kin)


Dasar muslim tukang tipu, suka ngarang cerita yang nggak-nggak.
fenomena
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4272
Joined: Wed Nov 28, 2007 8:24 am

Postby cipikacipiki » Fri Jun 13, 2008 11:12 am

yang bener?waduh, natalie bohong tuh bilang baru mualaf, ternyata udah dari dulu karena "kecelakaan" ya? weleh weleh,
cipikacipiki
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 7
Joined: Sat Mar 29, 2008 6:28 pm

Postby hinadina » Fri Jun 13, 2008 11:36 am

jangan suka membuka aib orang...tidak baik untuk keselamatan
hehehe

tapi hebat juga bisa menutupi sekian lama padahal infotainment sekarang "ganas2" untuk meliput berita
hinadina
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 486
Joined: Sat Jan 12, 2008 1:54 pm

Postby fenomena » Fri Jun 13, 2008 11:56 am

hinadina wrote:jangan suka membuka aib orang...tidak baik untuk keselamatan
hehehe

tapi hebat juga bisa menutupi sekian lama padahal infotainment sekarang "ganas2" untuk meliput berita


Soalnya ditutupnya pakai ayat Al Qur'an, jadi bisa bertahan lama, sama dengan natur Al Qur'an itu sendiri, sebuah kebobrokan yang ditutup selama lebih dari 1000 tahun.
fenomena
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4272
Joined: Wed Nov 28, 2007 8:24 am

Postby hinadina » Fri Jun 13, 2008 12:03 pm

soalnya ditutupnya pakai ayat Al Qur'an, jadi bisa bertahan lama, sama dengan natur Al Qur'an itu sendiri, sebuah kebobrokan yang ditutup selama lebih dari 1000 tahun



kalau begitu bisa di jadikan referensi mujizat al quran nih
hinadina
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 486
Joined: Sat Jan 12, 2008 1:54 pm

Postby johnlegend » Fri Jun 13, 2008 12:13 pm

demi aulo (berhala dari arab) taqiya pun dihalalkan..
johnlegend
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2058
Joined: Fri Dec 21, 2007 2:14 am

Postby madison » Fri Jun 13, 2008 12:40 pm

pantes aja pas melahirkan anak "pertama" dari suami ke-2 gampang banget, 4 menit langsung mbrojol.

udah pengalaman ternyata.
http://celebrity.okezone.com/index.php/ ... belum-siap

dokternya aja belom siap.
:lol: :lol: :lol:
muslimah memang suka bikin surprise.
User avatar
madison
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2393
Joined: Tue Sep 25, 2007 6:01 pm
Location: pentagon

Postby johnlegend » Fri Jun 13, 2008 5:04 pm

hehehehe iya donk.. kisah yang dianggap hebat oleh muslim ternyata seperti ini?

hiihihihi.. keagungan islam?
johnlegend
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2058
Joined: Fri Dec 21, 2007 2:14 am

Postby DHS » Fri Jun 13, 2008 7:46 pm

Slimmm.... bikin tuh novel atawa pilemnya!!!
Pasti laris deh... keq kacang goreng.
Yang beli juga muslims cengeng yang rela dikibulin dengan cerita picisan macam gini.

Lumayan lho, profit terjamin! :)
User avatar
DHS
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4377
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Postby Phoenix » Fri Jun 13, 2008 9:15 pm

Ape judulnya: ayat-ayat hamil gitu?

Badewei, bukan buka aib nya. Tapi bohongnya itu loh. Kalau si Nathalie kaga bohong atau muslim2 kaga bikin cerita sinetron, ndak bakalan dipermalukan gini.
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby fenomena » Fri Jun 13, 2008 10:01 pm

Phoenix wrote:Ape judulnya: ayat-ayat hamil gitu?


Bagus juga tuh judulnya kl dibikin film. :lol: :lol: :lol:
fenomena
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4272
Joined: Wed Nov 28, 2007 8:24 am

Postby NabiMuhammadSAW » Fri Jun 13, 2008 11:00 pm

Wajah Islami Nathalie Sarah

Image

Yang ***** itu suaminya, ga abis pikir deh, wanita-wanita muslim ga jauh beda dengan PSK, kawin cere, udah gak keitung berapa batangan yang bisa keluar masuk gua hiranya.

Image
User avatar
NabiMuhammadSAW
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 198
Joined: Sun Jun 03, 2007 7:22 pm
Location: Mesjid al-Jablay al-Sodomiah

Postby seng-su » Sat Jun 14, 2008 3:31 am

pake jilbab malah jadi tukang ngibul, ya...
ada gak wartawan infotainment di TV-TV yg berani bikin berita begini? :-D
User avatar
seng-su
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 825
Joined: Sun Feb 17, 2008 1:51 am

Postby fenomena » Sat Jun 14, 2008 6:40 am

Saya masih nggak habis mikir, jaman sudah begini maju, teknologi informasi sudah demikian hebat, tapi cara berpikir muslim kok masih saja kuno, berani bikin karangan yang nggak-nggak.

Ada-ada saja....
fenomena
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4272
Joined: Wed Nov 28, 2007 8:24 am

Postby audy_valentine » Sat Jun 14, 2008 12:52 pm

Koran Jawapos aja bertaqiyya kok! Apalagi infotainment, yang cuma menuruti "selera pasar"
User avatar
audy_valentine
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2672
Joined: Sun Feb 17, 2008 2:51 am
Location: wherever I live

Postby omkangkung » Tue Jun 17, 2008 4:47 pm

hahahahaha.... emang bener deh... kalo mo nipu paling manteb pake kedok islam...
User avatar
omkangkung
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 2490
Joined: Thu Nov 22, 2007 7:42 am
Location: rumah jajang

Postby fenomena » Tue Jun 17, 2008 5:04 pm

seng-su wrote:pake jilbab malah jadi tukang ngibul, ya...D


Klop deh...
fenomena
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4272
Joined: Wed Nov 28, 2007 8:24 am

Postby makanhati » Tue Jun 17, 2008 9:06 pm

kasian :cry:
makanhati
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 269
Joined: Sun Feb 24, 2008 11:25 pm

Re: Cerita tipuan muslim ttg mualaf yang bernama Natalie Sar

Postby M-SAW » Tue Jun 17, 2008 9:19 pm

fenomena wrote:Akhirnya terbongkar juga tipuan muslim tentang cerita ke mualaf an Natalie Sarah, sebelum ini banya beredar cerita karangan muslim tentang latar belakang Natalie Sarah menjadi muslim.

Ada cerita tentang mimpi Natalie Sarah yang katanya ketemu seorang kakek tua dalam mimpi di tahun 2001, yang menyuruh dia membaca Al Fathihah, ada cerita tentang hidayah yang didapat oleh Natalie Sarah pada tahun 2003 ketika mengikuti pengajian di tempat si raja tipu, AA Gym.

Padahal cerita sebenernya adalah gara-garanya Natalie Sarah di hamili oleh seorang mahasiswa muslim yang kuliah di Unisba Bandung bernama Dian Rahmat Ginanjar, mereka menikah tahun 2000 secara Islam, jadi sebenernya Natalie sudah Islam sejak tahun 2000.


huaehahahaahahah
parah banget si natalie...

mungkin ini sebabnya kenapa dia mati2an menutup2in klo dia udah punya anak dari perkawainan pertama.

hahahaha
M-SAW
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby re-born » Wed Jun 18, 2008 11:00 am

Steve Immanuel yg sekarang ganti nama jadi Yusuf Iman...
kita liat aja dia akan lebih bagus kah atau ?????
User avatar
re-born
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 296
Joined: Sat Oct 20, 2007 1:09 pm
Location: Seattle

Next

Return to Pengaruh Islam Terhadap Muslim



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users