. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

BUKTI KUAT QUR'AN KARANGAN MUHAMMAD

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

BUKTI KUAT QUR'AN KARANGAN MUHAMMAD

Postby Adadeh » Sat Nov 04, 2006 1:48 pm

BUKTI QUR’AN MUHAMMAD MENCONTEK KITAB LAIN UNTUK ISI QUR'AN

Bukti2 bahwa Mamat hanya ngarang Qur’an bisa dilihat dari:
A. Ide2 dan Doktrin2 dalam Qur’an:
1. Kata2 agama Yahudi dalam Qur’an
2. Pandangan tentang Doktrin2 Islam
3. Hukum Moral dan Ibadah Agama
4. Pandangan Hidup

B. Kisah2 dan Legenda2 dalam Qur’an

Kata2 agama Yahudi dalam Qur’an:
1. Tabut – kata yang berakhiran –ut merupakan kata asli agama Yahudi karena tiada kata Arab asli yang berakhiran –ut.
2. Torah (Taurat) – wahyu illahi bagi kaum Yahudi
3. Jannatu And – surga, taman Eden
4. Jahannam (Gehinnom) – Neraka (berasal dari kata Lembah Hinnom tempat munculnya penyembahan berhala, sehingga kemudian kata Hinnom diartikan sebagai Neraka)
5. Ahbar – guru
6. Darasa – untuk mengerti maksud asli naskah agama melalui penyelidikan yang persis dan seksama
7. Rabbani – guru
8. Sabt – hari peristirahatan (Sabbath)
9. Sakinat – kehadiran Tuhan
10. Taghut – kesalahan
11. Furqan – penebusan, penyelamatan
12. Maun – pengungsi
13. Masani – pengulangan
14. Malakut – pemerintahan, hukum Tuhan

Pengambilan kata2 Yahudi merupakan bukti jelas bahwa kang Mamat tidak sanggup mencari kata yang tepat dalam bahasa Arab. Selain itu, Qur’an sarat dengan kata2 Aramaik dan Syria dan ini juga menyiratkan pencurian ide2 agama. Misalnya kata2 Swat (bencana), Madina, Masjid (tempat ibadah), Sultan, Sullam (tangga), Nabi.

bersambung...
Last edited by Adadeh on Sun Nov 09, 2008 3:26 am, edited 3 times in total.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Sat Nov 04, 2006 3:01 pm

Doktrin utama Islam juga dipinjam dari agama Yudaisme, dan ini beberapa contoh yang paling jelas:

KEESAAN TUHAN
Seperti yang telah ditulis dalam sejarah, keesaan Tuhan merupakan hal yang baru bagi kaum pagan Arabia. Meskipun begitu paham Tuhan yang esa dari Yudaisme yang tak kenal kompromi begitu mempesona Muhammad sehingga akhirnya dia pun berkhotbah tentang Tuhan yang Esa.

WAHYU YANG DITURUNKAN
Ide bahwa Allah membimbing dan menolong umat manusia melalui wahyu yang ditulis oleh orang2 yang dipilih Tuhan adalah hal utama bagi penciptaan agama Muhammad. Secara terus terang dia kagum atas kaum Yahudi terpelajar yang punya pengetahuan sangat dalam tentang agamanya. Ini diungkapkannya di ayat 6:20 yang bunyinya “Mereka mengerti Kitab bagaikan mengerti anak mereka sendiri!” Dia mengambil keputusan untuk punya buku Arab yang harus dihafal dan dimengerti pengikutnya dengan cara yang sama kaum Yahudi mengenal kitab suci mereka. Akhirnya si Mamat menggombal bahwa Qur’an adalah buku jiplakan dan buku yang asli ada di surga (85:22). Ide ini diambil dari Pirke Aboth volume 6 yang juga mengatakan bahwa terdapat meja2 surgawi yang bertuliskan hukum2.

PENCIPTAAN
Ide Muhammad tentang penciptaan sudah jelas diambil dari Keluaran 20:11 dan ini tampak di Q 50:38 yang berbunyi “Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.” Di surah2 lainnya, Qur’an menyatakan bumi dibentuk dalam waktu dua hari (Q 41:9-11).

TUJUH SURGA, TUJUH NERAKA
Qur’an sering menyebut tentang tujuh surga (2:29; 41:12, 65:12), dan hal serupa juga ditemukan di Chegiga 9:2. Di dalam Qur’an, neraka punya tujuh pintu
Q 15:44
Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.
Dan hal yang sama juga terdapat di Zohar 2:150
Kitab Zohar (Yudaisme זהר "Splendor, radiance") dianggap sebagai kitab yang paling penting dalam Kabbalah (Yudaisme mistik)
Image

Hal neraka punya tujuh pintu ini bisa dilacak jauh kembali ke belakang, ke sumber Indo-Iran, karena dalam kitab suci agama Hindu dan Zoroastria terdapat pula keterangan tujuh surga dan tujuh neraka. Di Sura 11:7 kita baca bahwa takhta Allah terapung di atas air.
Q11:7
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, ….
Bandingkan ini dengan Kejadian 1:2
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudra raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Di sura 43:77 kita baca Malik adalah penjaga neraka yang mengatur penyiksaan terhadap orang2 berdosa
Q 43:77
Mereka berseru: "Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja". Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)".
Hal serupa tampak pada kepercayaan Yudaisme tentang Pangeran Kegelapan. Nama Malik sudah jelas diambil dari nama Dewa Api bangsa Amalek yakni Molekh yang dinyatakan di Letivicus, 1 Raja2, dan Yeremia.

Di Sura 7:46 tertulis pembatas surga dan neraka bernama A’raaf
Q 7:46
Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).
Bandingkan ini dengan Midrash Yahudi di Eklesia 7:14
“Berapa besarnya ruangan antara surga dan neraka? Rabbi Jokhanan berkata terdapat sebuah tembok, Rabbi Akha berkata terdapat sebuah sekat; guru2 mereka menyatakan bahwa keduanya terletak sangat berdekatan sehingga orang2 dapat saling melihat dari tempat mereka berada.”
Hal serupa juga dinyatakan di agama Zoroastria:
“Jaraknya seperti antara gelap dan terang.”

BERSAMBUNG...
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Sat Nov 04, 2006 4:23 pm

Ayat Qur'an 50:30 dinyatakan:
Suatu Hari Kami akan bertanya pada Neraka,”Apakah kau sudah penuh?” Ia menjawab,”Apakah masih ada tambahan lagi (yang datang)?”
Di buku Othioth Derabbi Akiba 8:1 tertulis:
“Pangeran Neraka akan berkata, hari demi hari, berikan makanan sampai aku kenyang.”

Perihal sulitnya masuk ke Surga, para Rabbi Yudaisme menggambarkannya bagaikan sulitnya gajah masuk ke lubang jarum, sedangkan Q 7:40 menyatakan unta masuk ke lubang jarum.
Q 7:40
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
Bandingkan dengan perkataan Yesus di Matius 19:24
Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Juga Markus 10:25 dan Lukas 18:25

Menurut Talmud, anggota badan manusia akan bersaksi tentang diri manusia itu sendiri (Chegiga 16, Taanith 11). Satu pasal menyebut, “Anggota2 tubuh manusia akan bersaksi tentang dirinya, karena telah dikatakan: ‘Dirimulah sendiri yang akan menjadi saksiKu, kata Tuhan’”.
Sekarang bandingkan dengan Q 24:24
pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Ayat Qur’an 22:47 menyatakan:
Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.
Bandingkan dengan ini:
Mazmur 90:4
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Al Cohol » Sat Nov 04, 2006 4:32 pm

Salam sejahtera adadeh,

Adadeh wrote:Ayat Qur'an 50:30 dinyatakan:
Suatu Hari Kami akan bertanya pada Neraka,”Apakah kau sudah penuh?” Ia menjawab,”Apakah masih ada tambahan lagi (yang datang)?”
Di buku Othioth Derabbi Akiba 8:1 tertulis:
“Pangeran Neraka akan berkata, hari demi hari, berikan makanan sampai aku kenyang.”

Perihal sulitnya masuk ke Surga, para Rabbi Yudaisme menggambarkannya bagaikan sulitnya gajah masuk ke lubang jarum, sedangkan Q 7:40 menyatakan unta masuk ke lubang jarum.
Q 7:40
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
Bandingkan dengan perkataan Yesus di Matius 19:24
Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Juga Markus 10:25 dan Lukas 18:25

Menurut Talmud, anggota badan manusia akan bersaksi tentang diri manusia itu sendiri (Chegiga 16, Taanith 11). Satu pasal menyebut, “Anggota2 tubuh manusia akan bersaksi tentang dirinya, karena telah dikatakan: ‘Dirimulah sendiri yang akan menjadi saksiKu, kata Tuhan’”.
Sekarang bandingkan dengan Q 24:24
pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Ayat Qur’an 22:47 menyatakan:
Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.
Bandingkan dengan ini:
Mazmur 90:4
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.


Curanmor... curanmor..., ehh: we want more.. we want more... :D

Mantaaff bro, ! :D
User avatar
Al Cohol
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 230
Joined: Sat Feb 25, 2006 11:05 pm

Postby Kristen_pusing » Sat Nov 04, 2006 4:41 pm

Hahaha Profesor Adadeh hahaha, belajar yang banyak Mas malu membaca postingan kayak itu. Profesor sekaliber Maurice Bucaile aja meneliti dulu baru membacot seperti itu.

Belajar dulu baru berkesimpulan Muhammad mengarang Al Qur'an, ntar anda bisa dapat gelar Profesor dari Al Azhar.

Bagian Otak yang Mengendalikan Gerak Kita


"Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka." (Al Qur'an, 96:15-16)

Ungkapan "ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka" dalam ayat di atas sungguh menarik. Penelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas mengatur fungsi-fungsi khusus otak, terletak pada bagian depan tulang tengkorak. Para ilmuwan hanya mampu menemukan fungsi bagian ini selama kurun waktu 60 tahun terakhir, sedangkan Al Qur'an telah menyebutkannya 1400 tahun lalu. Jika kita lihat bagian dalam tulang tengkorak, di bagian depan kepala, akan kita temukan daerah frontal cerebrum (otak besar). Buku berjudul Essentials of Anatomy and Physiology, yang berisi temuan-temuan terakhir hasil penelitian tentang fungsi bagian ini, menyatakan:

Dorongan dan hasrat untuk merencanakan dan memulai gerakan terjadi di bagian depan lobi frontal, dan bagian prefrontal. Ini adalah daerah korteks asosiasi…(Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211; Noback, Charles R.; N. L. Strominger; and R. J. Demarest, 1991, The Human Nervous System, Introduction and Review, 4. edition, Philadelphia, Lea & Febiger , s. 410-411)

Buku tersebut juga mengatakan:

Berkaitan dengan keterlibatannya dalam membangkitkan dorongan, daerah prefrontal juga diyakini sebagai pusat fungsional bagi perilaku menyerang…(Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211)

Jadi, daerah cerebrum ini juga bertugas merencanakan, memberi dorongan, dan memulai perilaku baik dan buruk, dan bertanggung jawab atas perkataan benar dan dusta.

Jelas bahwa ungkapan "ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka" benar-benar merujuk pada penjelasan di atas. Fakta yang hanya dapat diketahui para ilmuwan selama 60 tahun terakhir ini, telah dinyatakan Allah dalam Al Qur'an sejak dulu.
Kristen_pusing
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 273
Joined: Thu Aug 24, 2006 1:43 pm

Postby Adadeh » Sat Nov 04, 2006 5:56 pm

HUKUM MORAL DAN IBADAH

Ada aturan moral dari Talmud yang dipinjam oleh Muhammad. Anak2 tidak perlu menuruti nasehat orangtuanya jika orang tua mereka menginginkan sang anak untuk melakukan kejahatan. Ini terdapat di Jebhamoth 6 dan di Q 29:8.

Tentang makan dan minum saat puasa di bulan Ramadhan, Q 2:187 menyatakan
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
Di Mishnah Berachoth 1:2 tertulis bahwa doa Shema dilakukan “pada saat seseorang dapat membedakan benang biru dengan benang putih”.

Q 4:46 menyatakan bahwa Muslim tidak boleh sembahyang jika mereka mabuk, habis be’ol, atau menyentuh wanita.
Q 4:46
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.
Larangan2 yang sama bisa dilihat di Berachoth 31:2 dan 111:4 dan Erubin 64.

Shalat dapat dilakukan pada saat berdiri, berjalan atau bahkan sedang mengendarai. Hal ini tertulis di Berachoth 10 dan dipinjam Muhammad di Q 2:239, 3:39 dan 10:89.
Q 2:239
Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

Ketaatan melakukan ibadah tidaklah mutlak jika dalam keadaan terjepit, dan hal ini tidak dianggap dosa. Pesan ini tercantum di Mishnah Berchoth 4:4 dan Q 4:102 pun menyatakan hal yang sama.
Q 4:102
Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka'at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.

Aturan wudhu di Q 5:6 sama dengan aturan membersihkan diri di Berachoth 46
Q 5:6
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni'mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

Di Q 5:6 tercantum bahwa jika tidak ada air hendaklah bersihkan diri dengan tanah. Talmud Berachoth 46 menyatakan bahwa “orang dapat membersihkan diri dengan tanah”.

Q 17:110 menyatakan bahwa sembahyang tidak boleh dilakukan dengan suara yang keras. Aturan yang sama tercantum di Berachoth 31:2.

Q 2:228 menetapkan masa tunggu selama 3 bulan sebelum wanita yang baru bercerai dapat menikah lagi. Misha Jabhamoth 4:10 menyatakan hukum yang persis sama.

Hukum nikah di Q 2:221 serupa dengan Talmud Kethuboth 40:1.

Baik Islam maupun Yudaisme menuntut wanita untuk menyusui bayinya sampai usia 2 tahun. Ini tertera di Q 31:14, 2:233 dan di Kethuboth 60:1.

Doktrin2 lain yang dipinjam Muhammad dari agama Yudaisme adalah kebangkitan orang2 mati, baik yang beriman atau tidak beriman. Hal ini sudah disebut di Daniel 12:2.
Daniel 12:2
Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.

Juga doktrin tentang Hari Akhir yakni yom dina rabba, ketika kitab penghakiman dibuka, dan setiap orang akan dihakimi. Hadiah surga, taman dan hukuman neraka, dengan api membara di Gehinnam; ini semua berasal dari agama Yahudi yang kemudian dilebih-lebihkan di dalam imajinasi Muhammad yang memang sudah rada miring sejak awal. Doktrin2 tentang malaikat dan roh2 jahat; terutama yang disebut sebagai Iblis, dan juga Gabriel, sang malaikat penyampai wahyu. Muhammad tampaknya sangat terpesona dengan bab pertama kitab Kejadian, dan ini bisa dilihat dari banyaknya ruang dalam Qur’an yang menerangkan penciptaan surga dan bumi, manusia dan berbagai benda2 di alam raya.

masih banyak banget neeeh... istirohat dulu, ah.
BERSAMBUNG...
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Sat Nov 04, 2006 6:06 pm

Buat yang tidak mengerti Yudaisme silakan baca keterangannya di Wikipedia
http://en.wikipedia.org/wiki/Zeraim
http://en.wikipedia.org/wiki/Talmud
___________________________________
Talmud differs in some cases from that in the Mishnah; see the discussion on each Seder.
First Order: Zeraim ("Seeds"). 11 tractates. It deals with prayer and blessings, tithes, and agricultural laws.
Second Order: Moed ("Festival Days"). 12 tractates. This pertains to the laws of the Sabbath and the Festivals.
Third Order: Nashim ("Women"). 7 tractates. Concerns marriage and divorce, some forms of oaths and the laws of the nazirite.
Fourth Order: Nezikin ("Damages"). 10 tractates. Deals with civil and criminal law, the functioning of the courts and oaths.
Fifth Order: Kodashim ("Holy things"). 11 tractates. This involves sacrificial rites, the Temple, and the dietary laws.
Sixth Order: Tohorot ("Purity"). 12 tractates. This pertains to the laws of ritual purity.
________________

Seder Zeraim (Hebrew: סדר זרעים, lit. "Order of Seeds") is the first and shortest Seder ("Order") of the Mishnah, the first major work of Jewish law. It deals primarily with the agricultural laws of the Land of Israel, but also discusses rules regarding Jewish services and prayers. Due to the agricultural laws being irrelevant to the Jewish sages of Babylon, there is no Gemara ("Completion") for Zeraim (with the exception of the first tractate, which discusses prayer) in the Babylonian Talmud, but there is a Gemara for the enter Order in the Jerusalem Talmud.

Zeraim is divided into eleven tractates:
1. Berakhot (ברכות, Blessings) deals with the rules of blessings and prayers, particularly the Shema and the Amidah. It consists of nine chapters.
2. Pe'ah (פאה, Corner) deals with the regulations concerning the commandment to leave the corner of one's field for the poor (Leviticus 19:9–10, 23:22; Deuteronomy 24:19–22), and with the rights of the poor in general. 8 chapters.
3. Demai (דמאי, Doubtful Produce) deals chiefly with various cases in which it is not certain whether the priestly donations have been taken from produce. 7 chapters.
4. Kil'ayim (כלאים, Of Two Sorts; Heterogeneous) deals chiefly with rules regarding forbidden mixtures in agriculture, clothing and breeding (Leviticus 19:19; Deuteronomy 22:9–11). 9 chapters.
5. Shevi'it (שביעית, Seventh Year) deals with the agricultural and fiscal regulations concerning the Sabbatical Year (Exodus 23:11, Leviticus 25:1–8, Deuteronomy 15:1–11). 10 chapters.
6. Terumot (תרומות, Donations) deals with the laws regarding the terumah donation given to the Kohanim (Jewish priests) (Numbers 18:8–20, Deuteronomy 18:4). 11 chapters.
7. Ma'aserot (מעשרות, Tithes) or Ma'aser Rishon (מעשר ראשון, First Tithe) deals with the rules regarding the tithe to be given to the Levites (Numbers 18:21–24). 5 chapters
8. Ma'aser Sheni (מעשר שני, Second Tithe) deals with the rules concerning the tithe which was to be eaten in Jerusalem (Deuteronomy 14:22–26). 5 chapters
9. Hallah (חלה, Glob of Dough) deals with the laws regarding the hallah offering of dough to be given to the Kohanim (Numbers 15:18–21). 4 chapters
10, Orlah (ערלה, Blockage of Trees) deals chiefly with the prohibition of the immediate use of a tree after it has been planted (Leviticus 19:23–25). 3 chapters.
11. Bikkurim (ביכורים, First-Fruits) deals with the first-fruit gifts to the Kohanim and Temple (Exodus 23:19; Deuteronomy 26:1). 3 / 4 chapters.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby endfinal » Sat Nov 04, 2006 6:07 pm

thanks Bung Adadeh atas informasinya.

thanks juga buat FFI.

terus bongkar semua dusta iblis!!!!!

yang mau murtad silakan buruan.
endfinal
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4000
Joined: Tue May 16, 2006 4:50 pm

Postby Adadeh » Sat Nov 04, 2006 6:16 pm

Iblis Pusing wrote:Sebagai contoh, kata Allah sudah ada sebelum Islam datang. Ayahanda Rasulullah saw bernama 'Abdullah. Namun, ketika lslam mengenalkan kata Allah, makna kata tersebut bertentangan dengan makna kata Allah sebelum Islam datang.

Wadooogghh!! Kalau begitu siapakah Allah sebelum Muhammad mengaku sebagai nabi? Jangan2 Allah pada saat itu sebenarnya adalah DEWA BULAN yang punya bini bernama Dewi Lilith dan punya anak2 bernama Allat, Uzza, dan Manat. Inget kagak tuh ayat2 setan yang asli sebelum ayat2 tersebut DIEDIT sendiri oleh si Mamat?
Q 15:19-23 (ayat2 setan yang asli)
Sudahkah kau mempertimbangkan Allat dan al-‘Uzza
Dan Manat, yang ketiga, yang lainnya?
Merekalah yang dimuliakan angsa2,
Doa mereka diharapkan;
Keserupaan mereka tidak dilupakan.

(Sirat Rasul Allah, karangan Ibn Ishaq, halaman 165-166)
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Sun Nov 05, 2006 12:54 am

KISAH2 DAN LEGENDA2

Tampaknya sejak kecil Muhammad doyan mendengarkan dongeng2 Yahudi yang tercantum di Talmud, Targum dan Midrash. Karena ngebetnya punya versi dongeng miliknya sendiri, Muhammad tidak segan2 mengambil nama para tokoh dari kisah asli Yahudi dan memasukkannya ke dalam Qur’an
Aaron menjadi Harun
Abel menjadi Habil
Abraham menjadi Ibrahim
Adam tetap sebagai Adam
Kain menjadi Qabil
David menjadi Daud
Elias menjadi Ilyas
Elijah menjadi Alyasa
Enoch menjadi Idris
Ezra menjadi Uzair
Gabriel menjadi Jibril
Gog menjadi Yajuj
Goliath menjadi Jalut
Isaac menjadi Ishaq
Ishmael menjadi Ismail
Jakob menjadi Yakub
Job menjadi Aiyub
Jonah menjadi Yunus
Joshua menjadi Yusha’
Joseph menjadi Yusuf
Korah menjadi Qarun
Lot menjadi Lut
Magog menjadi Majuj
Michael menjadi Mikail
Moses menjadi Musa
Noah menjadi Nuh
Pharaoh menjadi Firaun
Saul menjadi Talut
Salomo menjadi Sulaiman
Terah menjadi Azar

Kisah2 Alkitab Perjanjian Lama yang dicatut dalam Qur’an adalah sebagai berikut:
Aaron dan kisah patung lembu --> Q 20:90
Kain dan Abel --> Q 5:30
Abraham dikunjungi malaikat2 --> Q 11:69, 15:51
Adam jatuh dalam dosa --> Q 7:18, 2:37
Korah dan rekan2nya --> Q 28:76, 29:38, 40:25
Penciptaan dunia --> Q 16:3, 13:3, 35:1,12
David memanjatkan pujian bagi Tuhan --> Q 34:10
Air bah --> Q 54:9; 69:11; 11:42
Jacob pergi ke Mesir --> Q 12:99
Jonah dan ikan besar --> Q 6:86; 10:98; 37:139; 68:48
Sejarah Joseph --> Q 6:84; 12:1; 40:86
Roti manna dan burung puyuh à Q 7:160; 20:82
Moses memukul batu --> Q 7:160
Bahtera Noah --> Q 11:40
Pharaoh --> 2:49; 10:75; 43:46; 40:24,26,s8,29,45
Keputusan Salomo --> Q 21:78
Ratu Sheba --> Q 27:29

Sudah jelas bahwa Muhammad berusaha membuat “hubungan yang jelas dan tegas dengan agama2 Kitab (Yahudi dan Kristen), terutama dari kitab2 suci Yahudi.” Karena Muhammad hanya mendengar saja dan tidak terlalu banyak tahu agama Yahudi secara mendalam, banyak kisah Yahudi yang dijiplaknya menjadi salah makna, salah kronologi, salah nama, salah keturunan, pokoknya memalukan banget. Muhammad tahu urutan raja2 Israel seperti Saul, David, dan Salomo, tapi dia payah abizz dalam menerangkan urutan waktu munculnya tokoh seperti Elijah, Elisha, Job, Jonah, dan Enokh. Muhammad juga tidak tahu banyak tentang sejarah munculnya agama Kristen, kakek moyang Yesus dan para pengikut Yesus (hanya Yohanes Pembabtis saja yang disebutnya). Muhammad membandingkan Musa dengan Yesus, dan hal ini jelas menunjukkan bahwa dia mengira tak lama setelah Musa menerima Taurat dari surga, Yesus pun menerima buku ajaib serupa (Injil) dari surga. Kesalahpahaman ini tampak nyata pula pada saat dia tertukar dalam menyebut nama Maria ibunda Yesus dengan Miriam adik perempuan Musa dan Aaron. Hihihi… tobat, nabi palsu kurang modal.

Muhammad salah kaprah pula dalam mengisahkan waktu sejarah Salomo berkuasa sama dengan waktu nabi Noah masih hidup. Muhammad menyebutkan bahwa Noah berusia 950 tahun ketika bencana air bah terjadi (Q 29:14), padahal seharusnya usia Noah seluruhnya adalah 950 tahun (Kejadian 9:22). Muhammad juga bingung kapan saat Ham anak Noah melakukan dosa, yang dinyatakan di Kejadian 9:22 terjadi setelah bencana air bah. Tidak dijelaskan oleh Muhammad mengapa istri Noah dinyatakan sebagai orang berdosa. Dalam Qur’an juga terdapat kebingungan Muhammad yang jelas antara Saul dan Gideon. Silakan bandingkan Q 2:249 dengan Hakim2 7:5.
Q 2:249
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."

Hakim2 7:5
Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum.” Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.
Last edited by Adadeh on Sun Nov 05, 2006 2:23 am, edited 1 time in total.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Sun Nov 05, 2006 2:03 am

PENCIPTAAN ADAM

Dalam Q 2:30-33 kita baca:
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ?"


Mari kita telusuri dari mana asal kisah ini.
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (Kejadian 1:26)
Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? (Mazmur 8:5)
Apakah yang akan menjadi keistimewaannya? (tanya para malaikat pada Tuhan - Adadeh) Dia (Tuhan - Adadeh) menjawab bahwa hikmahNya jauh melebihi hikmah dirimu. Maka dibawaNya binatang ternak, binatang2, dan burung2 ke hadapan mereka (para malaikat – Adadeh) dan bertanya kepada mereka apa nama mereka, tapi para malaikat tidak tahu. Setelah manusia diciptakanNya, Dia membawa binatang2 itu ke hadapan manusia dan menanyakan nama2 binatang tersebut dan dia menjawab, ini adalah sapi, itu adalah keledai, ini adalah kuda, dan itu adalah unta. Tapi siapakah namaku? Aku sejadinya dipanggil sebagai tanah bumi, karena dari bumilah aku diciptakan (Midrash Rabbah di Leviticus, Parashah 19, dan Kejadian, Parashah 8; dan Sanhedrin 38).

Berbagai sura Qur’an juga menyatakan Allah memerintahkan para malaikat memberi hormat kepada Adam (7:10-26; 15:29-44; 18:50; 20:116). Semua malaikat tunduk dan memberi hormat kepada Adam kecuali Setan. Dan ini sama dengan yang tercantum dalam Midrash dari Rabbi Moses.


KAIN DAN HABIL

Gaya cerita Muhammad yang amburadul seringkali meninggalkan pesan utama yang tertulis dalam kitab suci Yahudi. Hal ini tampak jelas dalam kisah Kain dan Habil yang tercantum di Q 5:31,32
Q 5:31
Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.
Q 5:32
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

Tidak tampak jelas hubungan antara Q 5:31 dengan Q 5:32 karena memang keterangan yang menghubungkannya telah dihilangkan. Hubungan ini baru jelas kalau kita membaca Mishna Sanhedrin 4:5 yang berbunyi:
Kita dapatkan dalam kasus pembunuhan yang dilakukan Kain terhadap adiknya: suara tangisan darah adikmu. Di sini tidak dinyatakan darah sebagai hal yang tunggal, melainkan hal yang majemuk yakni darahnya sendiri dan darah benih keturunannya. Manusia diciptakan sebagai makhluk tunggal untuk menjelaskan padanya bahwa siapa yang membunuh seseorang, hal itu bagaikan membunuh seluruh keturunan manusia; tapi orang yang memelihara nyawa seseorang berarti memelihara seluruh keturunan manusia.

Tanpa penjelasan kata2 yang ditebalkan, maka sukar melihat hubungan antara Q 5:31 dan 5:32, sehingga pesannya jadi kabur dan tidak tajam.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby zeba0th » Sun Nov 05, 2006 2:43 am

Kristen_pusing sibuk menuduh penghujat... kok gak di bantah ?? bantah dong... masa pujaan mu mau di telanjangi??
User avatar
zeba0th
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1402
Joined: Sat Sep 24, 2005 3:57 am

Para Penghujat

Postby Kristen_pusing » Sun Nov 05, 2006 5:05 am

Saya akan tunjukkan lagi para penghujat dari masa ke masa hehehe, silahkan apa yang anda lontarkan sudah ada sejak dahulu kala. Jadi bukan penemuan Profesor Adadeh. Silahkan kaji sendiri. Kok mau dibantah, Dajjal gak usah dibantah buang energi. Memang dajjal diciptakan untuk buat onar hehehe

3. ‘Abdul Masih al-Kindi ( ± 873 )



Kalangan Kristen sering menjadikan risalah `Abdul Masih al-Kindi sebagai rujukan untuk menghujat Al-Qur'an. Risalah tersebut mulai diketahui secara luas ketika pada akhir abad ke­I 9. Anton Tien, seorang misionaris Amerika yang bertugas di Mesir, mengedit manuskrip yang memuat pemikiran al-Kindi. Tien menemukan manuskrip tersebut di Mesir dalam bahasa Arab. la juga menemukan manuskrip lain di lstanbul dalam bahasa Arab.26 Kedua manuskrip tersebut konon memuat pemikiran al-Kindi. Bagaimanapun, kedua manuskrip ter­sebut mengandung berbagai kesalahan, selain tidak menye­butkan pengarang dan kapan manuskrip itu ditulis.

Al-Kindi, yang diduga penganut Kristen Nestorian, ber­pendapat bahwa Muhammad bukanlah seorang Nabi. Dalam pandangannya, seorang Nabi itu akan memberitahu peristiwa­ peristiwa yang tidak diketahui oleh orang lain. Termasuk diantaranya peristiwa-peristiwa yang sudah atau yang akan berlaku. Dalam pandangannya, orang Kristen telah mengeta­hui cerita Muhammad mengenai Nuh, Ibrahim, Musa dan ‘Isa.

Cerita Muhammad mengenai `Ad, Thamud, unta dan gajah adalah cerita-cerita **** (idle tales).27

Mengenai Al-Qur'an, al-Kindi berpendapat Sergius, se­orang Biarawan Kristen telah berkunjung ke Mekkah, ber­teman dan mempengaruhi Muhammad. Bahkan Sergius ham­pir menjadikan Muhammad menjadi pengikut Kristen Nes­torian. Itulah sebabnya mengapa Muhammad membela Nasrani.28 Menurut al-Kindi, setelah Muhammad wafat, `Abdullah ibn Sallam dan Ka`b, yang beragama Yahudi, yang sebelumnya pura-pura memeluk Islam, telah mengubah Al­-Qur'an. Mereka pura-pura berteman dengan `Ali, yang me­miliki teks Al-Qur'an. Sebenarnya, mereka telah mema­sukkan sejarah-sejarah Perjanjian Lama, bagian-bagian dari hukum-hukum Musa beserta inkonsistensinya ke dalam ke berbagai pelepah Al-Qur'an yang terpisah. Contohnya, tegas al-Kindi, ada di dalam Surah Al-Nahl (16), al-Naml (27) dan Surah al-`Ankabut (29).29

Meneruskan hujatannya kepada Al-Qur'an, al-Kindi, tan­pa memberi bukti, menyatakan bahwa al-Hajjaj ibn Yusuf al­Thaqafi telah menghilangkan banyak ayat-ayat AI-Qur'an. Di zaman `Uthman, tegas al-Kindi, persetujuan mengenai teks yang benar tidak ada. Menurutnya lagi, Ibn Mas`ud menolak menyerahkan mushafnya. Selain itu, konon asalnya Surah al ­Nur lebih panjang dari Surah al-Baqarah. Surah al-Ahzab yang sekarang ini telah dipotong. Selain itu, pada awalnya Surah al-Bara'ah tidaklah terpisah dengan basmallah dari Surah al-Anfal. Al-Kindi juga menyebutkan bahwa dua Surah terakhir tidak masuk di dalam versi Ibn Mas’ud. Selain itu, al­ Kindi mengutip pendapat ‘Umar bahwa ayat mengenai rajm ada di dalam Al-Qur'an. Masih mengutip pendapat ‘Umar, al­ Kindi menyatakan bahwa di dalam khutbah, ‘Umar mengata­kan: "Aku tidak tahu bagaimana seseorang akan dapat menga­takan bahwa Mut`ah tidak ada di dalam Kalam Ilahi, kami sendiri telah membacanya di dalamnya, tetapi telah dikeluar­kan. Tuhan tidak akan memberi pahala bagi siapa yang telah menghilangkannya. Banyak ayat yang telah ada di dalam Al ­Qur'an tidak ada lagi." Al-Kindi juga menyebutkan bahwa da­lam pandangan Ubayy ibn Ka`b ada dua Surah lagi, yaitu al­ Qanut dan al-Witr. Selain itu, ‘Ali yang minta supaya Mut`ah dikeluarkan dari Al-Qur'an.30

Al-Kindi menyimpulkan orang yang percaya Al-Qur'an berasal dari Tuhan adalah orang yang sangat tolol. Menurut al-Kindi, Muhammad dengan Al-Qur'an nya sama sekali tidak membawa mukjizat sebagaimana Nabi Musa yang membelah laut, dan Kristus yang menghidupkan orang mati serta menyembuhkan penyakit kusta.31

Masih menghujat Al-Qur'an, al-Kindi menyalahkan Muhammad karena berpendapat Al-Qur'an diwahyukan da­lam bahasa Arab. Menurut al-Kindi, AI-Qur'an memuat banyak sekali kosa kata bahasa asing, seperti istabraq, sundus, abarig, namarig berasal dari bahasa Persia dan Mishkat berasal dari bahasa Ethiopia, artinya jendela.32

Sebenarnya, risalah al-Kindi memiliki banyak permasa­lahan yang belum terselesaikan. Al-Biruni adalah sarjana yang pertama kali menyebutkan kedua nama yang terlibat dalam polemik tersebut. Keduanya adalah ‘Abdul Masih al ­Kindi dan Abdullah ibn Isma'il al-Hashimi.33 Nama sebenar­nya ‘Abdul Masih al-Kindi masih menjadi sebuah persoalan. Menurut William Muir, seorang orientalis yang menerjemah­kan tulisan al-Kindi ke bahasa Inggris dan menerbitkannya pada tahun 1882, berpendapat mungkin nama al-Kindi yang sebenarnya adalah Eusthathius al-Kindi.34

Kapan karya al-Kindi ditulis, masih merupakan sebuah persoalan di kalangan orientalis. Menurut William Muir, penggagas Islamic Studies di Edinburgh, risalah al-Kindi ditulis pada tahun 215 H/830. Berbeda dengan Muir, Louis Massignon berpendapat risalah tersebut ditulis setelah tahun 300 H/912. Alasannya, pengarang risalah tersebut mengadop­si beberapa pemikiran al-Tabari (m. 310 H/923). Berbeda lagi dengan keduanya, Paul Kraus berpendapat pengarang risalah tersebut telah mengadopsi berbagai ide dari Ibn al-Rawandi (m. 298 H/9l0). Jadi, Kraus menyimpulkan, pengarang tersebut menulisnya sekitar awal abad ke-4 H/abad ke-10 M.35

Selain itu, seandainyapun risalah tersebut dikarang oleh al-Kindi sendiri, maka tuduhan-tuduhan al-Kindi kepada Al ­Qur'an sama sekali tidak memiliki dasar. Sekalipun Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru telah memuat kisah-kisah menge­nai Nuh, Ibrahim, Musa dan ‘Isa, namun kisah-kisah di dalam Bibel itu berseberangan dengan Al-Qur'an, seperti masalah penyaliban Yesus sendiri. Bagi kalangan Kristiani, pada zaman al-Kindi, mengingkari penyaliban Jesus adalah sesuatu yang tak terfikirkan. Kristiani meyakini bahwa Yesus adalah Tuhan dan Yesus meninggal di tiang salib. Padahal, Al-Qur'­an secara tegas menolak penyaliban dan ketuhanan Yesus.36

Selain itu, tuduhan bahwa kisah Al-Qur'an tentang kaum `Ad, Thamud, unta dan gajah, adalah cerita-cerita **** (idle tales) tidak berdasarkan kepada bukti yang kukuh. Memang secara akal, kisah-kisah tersebut statusnya mungkin terjadi mungkin juga tidak. Namun, disebabkan Al-Qur'an adalah kalam Ilahi, maka kisah-kisah tersebut memang merupakan suatu fakta. Justru Rasulullah saw. datang untuk meyakinkan bahwa peristiwa-peristiwa tersebut memang terjadi. Inilah salah satu peran wahyu dalam epistemologis; memberi ke­yakinan kepada akal yang ragu.

Selain itu, al-Kindi sama sekali tidak menyebutkan bukti untuk menyokong pendapatnya. Jadi, pendapat al-Kindi bah­wa Sergius mempengaruhi dan hampir menjadikan Muham­mad sebagai pengikut Kristen; `Abdullah ibn Sallam dan Ka`b, telah mengubah Al-Qur'an adalah gosip. Pendapat al­ Kindi mengenai al al-Hajjaj ibn Yusuf al-Thaqati yang telah menghilangkan ayat-ayat Al-Qur'an; lbn Mas`ud yang menolak menyerahkan mushafnya; Ubayy yang memuat dua tambahan Surah; wujudnya kosa kata asing di dalam AI­ Qur'an serta ayat-ayat hilang dari Al-Qur'an.
Kristen_pusing
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 273
Joined: Thu Aug 24, 2006 1:43 pm

Muhammad yang Ummi

Postby Kristen_pusing » Sun Nov 05, 2006 5:24 am

Ini pendapat sesuai dengan judul diskusi ini silahkan kaji Profesor adadeh

Rasulullah saw. Seorang Ummi

Disebabkan pengaruh Yahudi dan Kristen begitu kental, maka para orientalis berpendapat bahwa tidak mungkin Muhammad itu buta huruf Ia pasti tahu membaca. Salah se­orang orientalis yang mengemukakan bahwa Muhammad bukan seorang ummi adalah Abraham Geiger. Menurut Geiger, terdapat hubung kait yang rapat antara kata ummi dengan 'am-ha-ares.50

Noldeke dan Schwally berpendapat ayat-ayat yang ber­kaitan dengan ummi adalah dalam periode Medinah. Dalam pandangan Noldeke, konsep ummi di dalam Al-Qur'an adalah konsep yang bertentangan dengan ahlul kitab. Maksudnya, ummi merujuk kepada sebuah masyarakat tanpa wahyu. Schwally menganggap bahwa ummi berasal dari umma (bang­sa, masyarakat) dan ini parallel dengan bahasa Yunani kuno (laikhos) dari (laos) yang artinya masyarakat. Paralel juga dengan bahasa Syiriak-Aramaik `almaya (saecu­laris). Schwally, tanpa menjelaskan lebih lanjut juga merujuk kata ummi kepada kosa kata Ibrani, 'arn-ha-ares.51

Menurut Hirshfeld, Muhammad bisa membaca dan menu­lis. Dalam pandangan Hirshfeld, Muhammad mengetahui aksara Ibrani tatkala berkunjung ke Syiria. Selain itu, fakta menunjukkan Muhammad bisa menulis ketika di Medinah. Sulit dipercaya, tegas Hirshfeld, jika Muhammad tidak bisa menulis ketika ia berusia di atas 50 tahun. Selain itu, Hirshfeld berpendapat banyaknya nama-nama dan kata-kata yang di­ungkapkan di dalam Al-Qur'an menunjukkan Muhammad salah membaca catatan-catatannya yang dibuat dengan tangan yang tidak memiliki skill (The disfigurement of many Biblical narnes and words mentioned in the Qur'an is due to misrea­dings in his own notes rnade with unskillful hand).52

Menegaskan lagi pengaruh agama Yahudi kepada Muhammad, Horovitz berpendapat Muhammad salah paham ketika mendengar kata "ummi" dari Yahudi di Medinah. Muhammad mencampuradukkan dua istilah Ibrani yaitu ummot ha'olam dan 'am-ha-ares, sekelompok Yahudi yang tidak mengikuti isi kitab suci dan mengeluarkan pernyataan­pernyataan sesuai dengan hawa nafsu mereka. Menurut Horovitz, Surah al-Jumu`ah ayat 2 menyebutkan: "Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf (ummiyyun) seorang Rasul di antara mereka..." Oleh sebab itu, lanjut Horovitz, Muhammad menyebut dirinya sendiri sebagai "al-nabiyy al­ummiyy" sebagaimana disebutkan di dalam al-A`raf ayat 156 dan 158 karena Muhammad berasal dari Arab, bukan dari Is­rael. Horovitz menafsirkan lebih jauh lagi surah Ali Imran ayat 20 yang artinya: "Kemudian jika mereka mendebat kamu, maka katakanlah: Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan orang-orang yang mengikutiku." Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi al-Kitab dan kepada orang­orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam." Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya."

Horovitz menafsirkan kata "ummiyyun" pada ayat di atas sebagai "ummot ha-olam " masyarakat yang tidak diberi kitab, berbeda dengan para umat yang terdahulu yang menerima kitab. Menurut Horovitz, berbeda dengan ayat yang telah disebutkan, makna ummiyyun di dalam al-Baqarah ayat 78, yang artinya: "Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga," sama sekali berbeda. Dalam pandangan Horovitz, makna "ummiyyun" pada ayat ini adalah merujuk kepada sekelompok Ahlul kitab yang tidak mengetahui kitab suci. Bagi Horovitz, mereka ini adalah 'am-ha-ares, sekelompok Yahudi yang tidak mengetahui dan mengikuti Taurat, namun mengikuti hawa nafsu mereka. Horovitz berpendapat Muhammad bingung ketika mendengar kedua istilah; ummot ha'olam dan'am-ha-ares. Horovitz menyimpulkan Muhammad tidak mampu membe­dakan kedua istilah tersebut.53

H. G. Reisner berpendapat lebih jauh lagi. Menurut Reis­ner, makna ummiyyun di dalam 2: 78 mencakup seluruh Yahudi di Hijaz karena status mereka adalah 'am-ha-ares. la juga mengungkap bahwa "umma" dan kosa kata Ibrani 'am­ha-ares, mengimplikasikan jenis manusia yang bukan per­kotaan, bukan pelaku bisnis, bukan intelektual dan bukan juga yang canggih.54

Berbeda dengan Reisner, Alfred Guillaume berpendapat kata ummiyyun itu bukanlah Yahudi sepenuhnya. Mereka adalah Gentiles, yaitu orang-orang orang yang memeluk Yahudi, namun mereka bukan berasal dari masyarakat Israel, tetapi dari bangsa-bangsa lain.55

Berbeda lagi dengan pendapat di atas, Khalil 'Athamina menyimpulkan Muhammad bukanlah ummi. Alasannya, se­cara tata bahasa, bentuk the present participle dalam bahasa Arab bisa merujuk kepada sesuatu perbuatan yang akan datang. Pada saat Jibril menyuruh Muhammad membaca, ia menolak untuk membaca karena terkejut dengan panggilan Jibril. Jadi, Muhammad tidak membaca karena pada saat itu ia tidak membaca, bukan karena ia tidak bisa membaca. Khalil menulis: "In any case, the sentence ma ana bi-qari' "does not necessarily mean that the Prophet did not know how to read; it is highly probable that he intended to express his refusal to read at that moment' having been surprised by the call of the angel. In other words, the Prophet intended to say: "I am not going to read. " The present participle in this sentence, as in similar sentences, transfers the time of action to the future."56

Kesimpulan para orientalis Muhammad bukanlah seorang ummi tidaklah tepat. Menurut al-Zajjaj, "kata ummi berarti ummat yang kondisinya seperti saat dilahirkan oleh ibu, tidak mempelajari tulisan, dan tetap seperti itu hingga dewasa."57 Dalam pandangan lbn Manzur (m. 711 H), kata ummi ber­makna tidak bisa menulis. Mengomentari surah al-`Ankabut ayat 48, Ibn Manzur menyatakan Nabi Muhammad disebut ummiyy karena umat Arab tidak bisa menulis dan membaca. Allah mengutus Nabi Muhammad dan beliau tidak bisa me­nulis dan membaca dari kitab, dan sifat ini merupakan salah satu mukjizatnya, karena ia membaca Kitab Allah dengan sangat teratur, tepat, tidak kurang dan tidak lebih, ketika ia mengulangi-ulanginya, tidak sebagaimana orator Arab yang lain.58

Kondisi Rasulullah saw. sebagai seorang ummi disebut­kan di dalam Al-Qur'an. Allah berfirman yang artinya: "Orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar..."59 Begitu juga firman Allah yang artinya: "...Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk";60 "Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya sesuatu Kitab pun dan kamu tidak menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang ingkar."61

Para sarjana Barat yang berpendapat Rasulullah saw. bukan ummi tampak sekali ingin menjustifikasi pengaruh Yahudi-Kristen terhadap Al-Qur'an. Bagaimanapun, Al-Qur'an sendiri sudah menyangkal hal tersebut. Selain itu, pendapat Muhammad itu bukan seorang ummi sebenarnya untuk menjustifikasi Muhammad adalah pengarang Al-Qur'an. Sebagai pengarang, seharusnya dan semestinya Muhammad itu tidak buta huruf. Bagaimanapun, pendapat "ilmiah" para orientalis akan sia-sia karena kaum Muslimin telah membuktikan dan akan terus meyakini sepanjang masa bahwa Al-Qur'an bukanlah karangan Rasulullah saw
Kristen_pusing
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 273
Joined: Thu Aug 24, 2006 1:43 pm

Re: BUKTI KUAT QUR'AN KARANGAN MUHAMMAD

Postby taksanggup » Sun Nov 05, 2006 3:35 pm

Adadeh wrote:BUKTI QUR’AN ADALAH KARANGAN MUHAMMAD

Bukti2 bahwa Mamat hanya ngarang Qur’an bisa dilihat dari:
A. Ide2 dan Doktrin2 dalam Qur’an:
1. Kata2 agama Yahudi dalam Qur’an
2. Pandangan tentang Doktrin2 Islam
3. Hukum Moral dan Ibadah Agama
4. Pandangan Hidup

B. Kisah2 dan Legenda2 dalam Qur’an

Kata2 agama Yahudi dalam Qur’an:
1. Tabut – kata yang berakhiran –ut merupakan kata asli agama Yahudi karena tiada kata Arab asli yang berakhiran –ut.
2. Torah (Taurat) – wahyu illahi bagi kaum Yahudi
3. Jannatu And – surga, taman Eden
4. Jahannam (Gehinnom) – Neraka (berasal dari kata Lembah Hinnom tempat munculnya penyembahan berhala, sehingga kemudian kata Hinnom diartikan sebagai Neraka)
5. Ahbar – guru
6. Darasa – untuk mengerti maksud asli naskah agama melalui penyelidikan yang persis dan seksama
7. Rabbani – guru
8. Sabt – hari peristirahatan (Sabbath)
9. Sakinat – kehadiran Tuhan
10. Taghut – kesalahan
11. Furqan – penebusan, penyelamatan
12. Maun – pengungsi
13. Masani – pengulangan
14. Malakut – pemerintahan, hukum Tuhan

Pengambilan kata2 Yahudi merupakan bukti jelas bahwa kang Mamat tidak sanggup mencari kata yang tepat dalam bahasa Arab. Selain itu, Qur’an sarat dengan kata2 Aramaik dan Syria dan ini juga menyiratkan pencurian ide2 agama. Misalnya kata2 Swat (bencana), Madina, Masjid (tempat ibadah), Sultan, Sullam (tangga), Nabi.


masih mendingan "nyontek" yang baik-baiknya dan menghasilkan sebuah karya yang berguna bagi banyak orang, dari pada menghujat hasilkarya yang tiba pada orang lain yang kita belum tentu bisa membuat tandingannya dan belum tentu berguna bagi banyak orang.
taksanggup
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 233
Joined: Wed Nov 01, 2006 11:46 am

Postby taksanggup » Sun Nov 05, 2006 4:51 pm

Adadeh wrote:Doktrin utama Islam juga dipinjam dari agama Yudaisme, dan ini beberapa contoh yang paling jelas:

KEESAAN TUHAN
Seperti yang telah ditulis dalam sejarah, keesaan Tuhan merupakan hal yang baru bagi kaum pagan Arabia. Meskipun begitu paham Tuhan yang esa dari Yudaisme yang tak kenal kompromi begitu mempesona Muhammad sehingga akhirnya dia pun berkhotbah tentang Tuhan yang Esa.

WAHYU YANG DITURUNKAN
Ide bahwa Allah membimbing dan menolong umat manusia melalui wahyu yang ditulis oleh orang2 yang dipilih Tuhan adalah hal utama bagi penciptaan agama Muhammad. Secara terus terang dia kagum atas kaum Yahudi terpelajar yang punya pengetahuan sangat dalam tentang agamanya. Ini diungkapkannya di ayat 6:20 yang bunyinya “Mereka mengerti Kitab bagaikan mengerti anak mereka sendiri!” Dia mengambil keputusan untuk punya buku Arab yang harus dihafal dan dimengerti pengikutnya dengan cara yang sama kaum Yahudi mengenal kitab suci mereka. Akhirnya si Mamat menggombal bahwa Qur’an adalah buku jiplakan dan buku yang asli ada di surga (85:22). Ide ini diambil dari Pirke Aboth volume 6 yang juga mengatakan bahwa terdapat meja2 surgawi yang bertuliskan hukum2.

PENCIPTAAN
Ide Muhammad tentang penciptaan sudah jelas diambil dari Keluaran 20:11 dan ini tampak di Q 50:38 yang berbunyi “Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.” Di surah2 lainnya, Qur’an menyatakan bumi dibentuk dalam waktu dua hari (Q 41:9-11).

TUJUH SURGA, TUJUH NERAKA
Qur’an sering menyebut tentang tujuh surga (2:29; 41:12, 65:12), dan hal serupa juga ditemukan di Chegiga 9:2. Di dalam Qur’an, neraka punya tujuh pintu
Q 15:44
Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.
Dan hal yang sama juga terdapat di Zohar 2:150
Kitab Zohar (Yudaisme זהר "Splendor, radiance") dianggap sebagai kitab yang paling penting dalam Kabbalah (Yudaisme mistik)
Image

Hal neraka punya tujuh pintu ini bisa dilacak jauh kembali ke belakang, ke sumber Indo-Iran, karena dalam kitab suci agama Hindu dan Zoroastria terdapat pula keterangan tujuh surga dan tujuh neraka. Di Sura 11:7 kita baca bahwa takhta Allah terapung di atas air.
Q11:7
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, ….
Bandingkan ini dengan Kejadian 1:2
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudra raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Di sura 43:77 kita baca Malik adalah penjaga neraka yang mengatur penyiksaan terhadap orang2 berdosa
Q 43:77
Mereka berseru: "Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja". Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)".
Hal serupa tampak pada kepercayaan Yudaisme tentang Pangeran Kegelapan. Nama Malik sudah jelas diambil dari nama Dewa Api bangsa Amalek yakni Molekh yang dinyatakan di Letivicus, 1 Raja2, dan Yeremia.

Di Sura 7:46 tertulis pembatas surga dan neraka bernama A’raaf
Q 7:46
Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).
Bandingkan ini dengan Midrash Yahudi di Eklesia 7:14
“Berapa besarnya ruangan antara surga dan neraka? Rabbi Jokhanan berkata terdapat sebuah tembok, Rabbi Akha berkata terdapat sebuah sekat; guru2 mereka menyatakan bahwa keduanya terletak sangat berdekatan sehingga orang2 dapat saling melihat dari tempat mereka berada.”
Hal serupa juga dinyatakan di agama Zoroastria:
“Jaraknya seperti antara gelap dan terang.”

BERSAMBUNG...


Dari pengetahuan yang didapat:
Kitab Alqur'an merupakan bundle dari 3 kitab sebelumnya(Zabur, Tauret dan injil) ditambah Alqur'an. AlQUr'an didalamnya berisi penjelasan-penjelasan yang lebih jelas dari pada penjelasan kitab-kitab sebelumnya yang terpisah-pisah(bukan berarti penjelasan yang disampaikan para nabi sebelumnya tidak jelas, namun karena berangsurnya waktu, pemahaman akan kita-kitab tersebut mulai berubah dari penjelasan-penjelasan yang pertama kali kitab-kitab sebelum AlQur'an diturunkan). Disadari juga meng"alih bahasa"kan AlQur'an yang tidak tepat sampai sekarang masih terjadi, yang mengakibatkan pengertian terhadap ISlam menjadi rancu, dan menyesatkan oleh para penganut agama Islam sendiri, yang kemungkinan para penganut agama islam kurang memahami kandungan surat per surat, ayat per ayat atau bahkan huruf per huruf. Apalagi oleh bukan penganut agama islam, bisa jadi menganggap ajaran agama islam dengan Kitab AlQur'an yang menjadi dasarnya hanyalah sebuah ajaran bikinan manusia yang menimbulkan kekacauan dan terorisme.

Sebelum wahyu Alqur'an pertama diturunkan, ahmad (nama dari Nabi Muhammad sebelum digelari Nabi Muhammad) adalah penganut ajaran Islam yang waktu itu menggunakan kitab zabur, taurat dan injil sebagai dasarnya. (Agama Islam telah mulai dari zaman nabi Adam AS., pada jaman setelah nabi Adam pun tetap tersebut "ISLAM", namun beda sebutan/tulisannya, hanya setelah AlQur'an diwahyukan tersebut dan tertulislah kata ISLAM hingga sekarang). kata ISLAM tidak menggantikan apapun, hanya kata-kata yang mengandung makna ke"ISLAM"an lah yang digantikannya.

Dalam konteks kata (dalam konteks kata saja ya!, bukan yang lain), Kata "ISLAM" mengandung makna "Selamat dan saling menyelamatkan", apakah kalimat "selamat dan saling menyelamatkan " tidak terpupuk dalam diri, atau malahan yang terpupuk dalam diri hanya kalimat "salah dan saling menyalahkan"?

Dalam ajaran Agama apapun tidak diajarkan untuk menyatakan agama yang dianutlah agama yang paling baik, namun yang pasti, baiknya dalam beragama adalah menyadari dalam kehidupan ini, setiap pribadi akan menemui hal-hal yang tidak sama dengan apa yang menyertai diri. itulah yang terkandung dalam AlQur'an. AlQur'an tidak menceritakan seseorang saja, namun menceritakan setiap orang (termasuk saya). jangankan yang tujuan yang menyertai oranglain (kalo beda ya wajar saja), yang menyertai diri juga beda menit saja bisa jadi berbeda-beda dengan menit-menit sebelumnya atau sesudahnya. perbedaan yang didapat, itulah keragaman yang ditakdirkan Allah kepada setiap mahluknya. Apakah kita akan menolak jika diri tidak sama dengan orang lain (misalnya dalam hal perbedaan pendangan tentang agama yang dianut atau bentuk badan atau warna kulit dll)?

Nabi Muhammad mempelajari islam dengan cara mempelajari kitab-kitab Allah Sebelumnya (Zabur, Tauret dan injil) karena diyakini bahwa Nabi-nabi yang diceritakan (maksudnya nabi-nabi sebelum nabi Muhammad) adalah Nabi-nabi penganut Islam yang membawa ajaran kebajikan.

Nabi Muhammad ialah yang ditakdirkan menjadi nabi oleh Allah, yang diwahyukan kepadanya kitab AlQur'an. Ia tidak berharap ataupun tidak tak berharap menjadi seorang nabi, karena takdirlah yang mentakdirkannya menjadi seorang nabi, begitupun dengan nabi isa (yesus), ia tidak berharap ataupun tidak tak berharap dilahirkan dari seorang perawan, ia tidak berharap ataupun tidak tak berharap menjadi nabi, ia tidak berharap ataupun tidak tak berharap diwahyukan injil kepadanya, namun karena takdirlah ia dilahirkan oleh seorang perawan dan ia menjadi seorang nabi yang diwahyukan kepadanya kitab injil. bukan hanya Nabi Isa dan Nabi Muhammad, nabi- nabi sebelumnya pun digelari nabi oleh kehendak Allah dan takdir milik Allah. mereka tidak mengikrarkan diri sebagai nabi atau rosul. hanya Kehormatan milik Allah lah yang mengangkat derajat para Nabi dan Rosul, mereka dikenal seluruh umat manusia hingga sekarang sebagai suri tauladan yang ditakdirkan oleh takdir milik Allah.

Tinggal kita, sebagai pribadi bagaimana kita berlaku/berbuat?
sudahkah kita meniru perbuatan baik yang dilakukan oleh nabi Adam?
sudahkah kita meniru perbuatan baik yang dilakukan oleh nabi NUH?
sudahkah kita meniru perbuatan baik yang dilakukan oleh nabi Idris?
sudahkah kita meniru perbuatan baik yang dilakukan oleh nabi Ibrahim?
sudahkah kita meniru perbuatan baik yang dilakukan oleh nabi Musa?
sudahkah kita meniru perbuatan baik yang dilakukan oleh nabi Isa?
sudahkah kita meniru perbuatan baik yang dilakukan oleh nabi Muhammad?
sudahkah kita meniru perbuatan baik yang dilakukan oleh nabi-nabi yang lainnya?
sebagai pribadi, para nabi adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, kesalahan tidak hanya berarti dosa, namun dosa adalah kesalahan.

Sudah jelas mereka adalah para ahli Surga, Tinggal kita, sebagai pribadi bagaimana kita berlaku/berbuat? apa ke arah-arah surga atau ke arah-arah neraka?

Nabi adalah nabi
rosul adalah rosul
ulil azmi adalah ulil azmi
pribadi adalah pribadi

namun ada pribadi yang kenabian
ada pribadi yang kerosulan
ada pribadi yang ke-ulil azmi-an

ahmad adalah pribadi yang kenabian oleh karenanya digelari "Nabi Muhammad SAW"
ahmad adalah pribadi yang kerosulan oleh karenanya digelari "Rosulullah"
ahmad adalah peibadi yang digelari Ulil Azmi

begitu pula nabi ISA A.S.
ia adalah pribadi yang digelari "Nabi ISA A.S."
ia adalah pribadi yang digelari "Rohulloh"
ia pula digelari Ulil Azmi

begitu pula nabi MUSA A.S.
ia adalah pribadi yang digelari "Nabi MUSA A.S."
ia adalah pribadi yang digelari "Kalamullah"
ia pula digelari Ulil Azmi

dalam AlQur'an dijelaskan
janganlah membedakan antara nabi dengan nabi
janganlah membedakan antara rosul dengan rosul
janganlah membedakan antara ulil Azmi dengan ulil Azmi
taksanggup
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 233
Joined: Wed Nov 01, 2006 11:46 am

Postby endfinal » Sun Nov 05, 2006 6:39 pm

Hallo islam_pusing.....
ajak teman2 anda yang lain di hidayatullah.com untuk gabung di forum ini. jangan hanya bisa jago kandang aja. masih aja kebiasaan buruk; ngak bisa jawab langsung aja OOT. argumentasi yang cerdas donk....
endfinal
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4000
Joined: Tue May 16, 2006 4:50 pm

Postby Phoenix » Tue Nov 07, 2006 6:56 am

Saya minta muslim mencari kata "SALJU" dalam quran nya dan kalau ketemu, silahkan minta ayatnya.
Phoenix
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby Jay Zee » Tue Nov 07, 2006 10:24 am

Phoenix wrote:Saya minta muslim mencari kata "SALJU" dalam quran nya dan kalau ketemu, silahkan minta ayatnya.


NI DIE NIH AYAT YANG DICARI :

Dan ingatlah ketika Muhammex SAW bersabda : "Tidak tahukah kamu bahwa salju itu seputih mani yang keluar dari seorang laki-laki yang pedophil dan sex maniac, yang mengorbankan harta dan nyawa dari ummatnya yang taat sampai mati untuk melakukan segala sesuatu yang laki-laki itu lakukan, baik atau buruknya (kebanyakan sih buruknya). Maka apabila kamu berseteru dengan orang kafir mengenai mani saya jawablah mereka dengan mengatakan bahwa mani saya (Muhammex SAW) adalah seputih dan selembut salju sehingga terlalu ni'mat untuk diuji para istri, gundik dan budakku yang tercinta." 8) QS. Al Pedophill 666:6 :twisted:
User avatar
Jay Zee
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 10
Joined: Wed Sep 27, 2006 10:04 am
Location: Al Quds

Postby Adadeh » Tue Nov 07, 2006 1:01 pm

Karena butuh banyak sumber untuk membuat agama barunya, Muhammad pun tak menolak ide2 cerita yang berasal dari agama Zoroastria dari Persia. Kitab suci Zoroastria bernama Hadhoxt Nask. Masyarakat Arab banyak berhubungan dengan masyarakat Persia untuk keperluan perdagangan. Banyak kata Persia yang terserap ke dalam perbendaharaan kata Arab. Salah satu contoh pengaruh Persia dalam Islam yang paling jelas tampak pada kisah Isra Miraj yang ditulis di Hadis Sahih Bukhari, Volume 9, Book 93, Number 608.
Hadisnya panjang sekali, silakan baca sendiri. Ini versi pendeknya yang ditulis oleh Tisdal, W., “Original Sources of Islam”, hal. 78
Muhammad berkata:
Jibril menaikkanku ke atas Buraq yang kemudian membawaku naik ke surga lapisan terbawah. Jibril meminta gerbang pintu dibuka. “Siapakah itu?” tanya sebuah suara. “Ini adalah Jibril.” “Siapakah yang datang bersamamu?” “Ini adalah Muhammad.” “Apakah dia dipanggil?” “O iya!” jawab Jibril. “Kalau begitu persilakan dia masuk; sungguh bagus dia telah datang ke sini.” Dan dengan begitu pintu gerbang dibuka. Silakan masuk, kata Jibril, Ini adalah ayahmu Adam, beri salam padanya. Maka aku memberi salam padanya, dan dia pun membalas salamku sambil berkata “Selamat datang wahai Nabi yang hebat.” Lalu Jibril membawaku ke surga tingkat dua, dan lihat ada Isa A.S. Di surga tingkat tiga terdapat Yusuf; di surga tingkat empat terdapat Idris (Enokh); di surga tingkat lima terdapat Harun; dan di surga tingkat enam terdapat Musa. Setelah Musa membalas salam dariku, dia menangis dan menerangkan sebabnya mengapa dia menangis: “Aku menangis karena lebih banyak pengikutmu yang masuk surga dibandingkan pengikutku.” Lalu kami menuju ke surga ke tingkat tujuh. “Ini adalah ayahmu Abraham,” kata Jibril, dan pertukaran salam pun terjadi seperti sebelumnya. Akhirnya kami sampai ke bagian akhir di mana terdapat buah2an yang indah dan dedaunan seperti kuping gajah. “Ini,” kata Jibril, “adalah surga yang terakhir; dan lihat! Ada empat sungai, dua di dalam, dan dua di luar.” “Apakah ini, wahai Jibril” tanyaku. Yang di dalam, katanya adalah sungai2 surgawi, dan yang di luar adalah sungai Nil dan Eufrata.


Kisah Isra Miraj ini dapat dibandingkan dengan kitab Pahlavi (bagian dari ajaran Zoroastria dari Persia Tengah) yang berjudul Arta (atau juga disebut Artay) Viraf yang ditulis ratusan tahun sebelum Muhammad menciptakan Islam (Tisdal, hal. 80). Pendeta2 Zoroastria merasa iman mereka berkurang sehingga mereka mengirim Arta Viraf ke surga untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di sana. Arta mengunjungi setiap lapisan surga dan akhirnya kembali ke bumi untuk memberitahu pengikutnya apa yang telah dia lihat:
Tempat pertama yang kami kunjungi adalah surga lapisan terbawah;… dan di sana kami melihat Malaikat yang diberi Sang Maha Suci cahaya yang menyala, indah, dan agung. Dan aku bertanya kepada Sorash yang suci dan Azar sang malaikat: “Tempat apakah ini, dan siapakah mereka itu? “[Arta juga kemudian naik ke surga lapisan ke dua dan ke tiga.] “Bangkit dari singgasananya yang berlapiskan emas, Bahman sang Malaikat Penghulu membimbingku, sampai dirinya dan aku bertempu Ormazd bersama kawanan malaikat dan pemimpin2 surgawi, semua bercahaya sangat kemilau dan aku belum pernah melihat hal ini sebelumnya. Pemimpinku berkata: Ini adalah Ormazd. Aku memberi salam kepadanya, dan dia berkata dia gembira menyambutku dari dunia fana ke tempat yang terang dan sempurna…. Akhirnya, kata Arta, pengantarku dan sang Malaikat yang bercahaya selesai menunjukkan surga padaku dan mereka lalu membawaku untuk melihat neraka; dan dari tempat yang gelap dan mengerikan itu, mereka membawaku ke atas ke tempat indah di mana terdapat Ormazd dan kawanan malaikatnya. Aku ingin memberi salam padanya, tapi Ormazd dengan anggunnya berkata: Arta Viraf, kembalilah ke dunia fana, kau telah melihat dan mengenal Ormazd, karena akulah dia; aku mengenal siapapun yang jujur dan bajik.

Image
Selain ceritanya sama, coba lihat gambar Buraq yang ditunggangi Muhammad. Buraq ini jelas merupakan tiruan dari Gyphron (binatang dongeng dari Assyria).
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Next

Return to Muhammad



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users