mungkin anda perlu baca salah satu bagian artikel di bwh ini dr Laporan Kebebasan Beragama Internasional thn 2006 :
Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan sensus tiap sepuluh tahun. Dari data terakhir yang ada, sejak tahun 2000, berdasarkan 201.241.999 responden, BPS memperkirakan bahwa terdapat 4,6 juta orang yang tak tersensus. Berdasarkan data BPS,
88,2 persen penduduk mengaku beragama Islam, 5,9 persen Protestan, 3,1 persen Katolik, 1,8 persen Hindu, 0,8 persen Buddha, dan 0,2 persen “lain-lain", termasuk aliran kepercayaan tradisional, kelompok Kristen lain, dan Yahudi.
Komposisi agama negeri ini terus menjadi isu yang politis dan sebagian orang Kristen, Hindu, dan penganut agama minoritas lain berpendapat bahwa sensus itu tidak akurat dalam menghitung (lebih rendah daripada sebenarnya) jumlah nonmuslim. Pemerintah tidak mengakui ateisme.
http://www.usembassyjakarta.org/bhs/...ma_2006-2.html
kemudian bandingkan dgn paragaf akhir dr Artikel Swara MuSlim :
Dengan demikian kiranya Bapak SBY selaku Presiden RI yang beragama Islam (muslim) dapat lebih memahami
aspirasi umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia (82%)dengan tidak mengorbankan kepentingan mayoritas dibawah kepentingan minoritas, sesuai azas demokrasi yang bapakanut selaku pendiri Partai Demokrat dan didukung oleh mayoritas umat Islam. ( fui.or.id )
http://swaramuslim.net/more.php?id=5552_0_1_18_M
Terasa Janggal khan,menurut Kalian Gimana