. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Bali diultimatum, MINAHASA & Dayak Siap menyambut!

Gambar2 dan Berita2 kekejaman akibat dari pengaruh Islam baik terhadap sesama Muslim maupun Non-Muslim yang terjadi di Indonesia.

Bali diultimatum, MINAHASA & Dayak Siap menyambut!

Postby Binyok » Tue Oct 31, 2006 2:40 pm

Presiden Dayak Tertarik Teliti Suku Minahasa

Manado - ‘’SUDAH dua kali saya ke Manado, khusunya tanah Minahasa. Sepintas saya lihat, kita satu rumpun. Suku Minahasa di Sulawesi dan suku Dayak di Kalimantan banyak persamaannya.’’ Demikian diungkapkan Presiden Dewan Adat Dayak Kalimantan DR Bernabas Sebilang, yang datang ke daerah ini menghadiri apel adat dalam rangka HUT ke-4 Brigade Manguni, Kamis 9 Maret.



Peringatan HUT BM yang dipusatkan di lapangan DR Sam Ratulangi Tondano sekitar pukul 14:00 wita kemarin itu, berlangsung spesial. Dikarenakan, perayaan pasukan Manguni yang diawali dengan upacara khusus ini, ternyata menghadirkan tokoh adat Dayak Kalimantan. Kehadirannya di tanah Toar Lumimuut ini, seakan menyatukan integritas Dayak dengan Minahasa untuk mengawal NKRI di tengah kondisi porak-poranda krisis ekonomi.


Barnabas Sebilang yang juga Kepala Adat Dayak, kepada Manado Post, mengaku senang kalau sering-sering ke daerah ini. Bahkan ia mengaku, sebetulnya ada kegiatan adat yang lebih penting di Kalimantan dan ia harus hadir. Tetapi Barnabas mengaku, lebih memilih datang ke Minahasa atas undangan Tonaas Brigade Manguni Wilayah Kalimantan Farry A. Malonda.


Dan kali ini, Barnabas mengaku membawa tiga ahli dari Kalimantan untuk meneliti akar budaya dan adat Minahasa. ‘’Saya kepala adat. Saya yakin kita satu rumpun. Kita banyak persamaan, mulai dari postur tubuh, warna kulit, dan agama. Nama-nama orang Minahasa juga, banyak persamaan dengan nama-nama orang Dayak,’’ ujar Barnabas. Karena itu ia mengaku, tertarik untuk menelusuri akar budaya orang Minahasa .


Lantas bagaimana dengan keberadaan adat Minahasa saat ini? Barnabas mengaku melihat Minahasa hanya sepintas lalu. Walapun hanya di permukaan, namun ia menilai adat Minahasa sudah diambang pintu.


Pengaruh perkembangan teknologi dan budaya Barat (modernisasi) di Minahasa sangat besar. Sehingga yang tampak dari orang Minahasa, lebih moderen. Bukan tidak tahu budaya, tetapi terlalu mengutamakan atau fokus ke dunia moderen. Sehingga Barnabas mengajak orang Minahasa mempelajari bagaimana rakyat Dayak mempertahankan adat dan budayanya.


‘’Orang Minahasa perlu banyak belajar soal adat di Dayak. Di Dayak, seratus persen berlaku hukum adat. Tidak ada hukum negara,’’ katanya. ‘’Kita boleh mengikuti modernisasi seperti Jepang, tetapi mereka tidak meninggalkan adat dan budayanya,’’ tambah Barnabas mencontohkan. Barnabas datang ke Minahasa bersama Panglima Komando Pertahanan Adat Dayak Kalimantan Timur Yulianis Henoq Sumual, kepala bidang Ekonomi Ir. Tandi Sunarto dan ditemani Tonaas BM Borneo Farry A Malonda.


Kepala adat Dayak itu menjadi tamu kehormatan pada upacara perayaan HUT ke-4 BM di lapangan Sam Ratulangi Tondano. Kota Tondano Kamis kemarin, seakaan dikuasai pasukan Manguni dalam apel siaga yang dipimpin oleh Tonaas BM Dicky Maengkom.


Tampak hadir Tonaas BM Samarinda Johan Langoi, Tonaas BM Jabotabek Rico Giroth, Wakil Bupati Minahasa Rull Kuron, asisten I Pemprov Drs Is Gobel, Tonaas BM seluruh DPD seSulawesi Utara, serta juga rombongan tokoh-tokoh adat Dayak lainnya.


Presiden Dayak DR Barnabas Sebilang yang diberikan kesempatan memberikan sambutan mengatakan, sangat tertarik dengan BM di Sulut yang memiliki nilai dan cita-cita yang sama untuk mempertahankan NKRI ini. Ia mengakui, sangat bangga hadir dan bisa bersatu dengan Brigade Manguni yang ada di Sulut ini yang diakuinya, punya nilai idialisme yang tinggi untuk NKRI. Walaupun ada kesibukan namun saya berusaha hadir, karena ini bentuk kerja sama antar daerah,’’ tegas Barnabas dengan pakaian kebesaran Dayak kemarin.


Tonaas Borneo Farry Malonda menambahkan, BM ini harus dijaga kesatuannya dan BM yang ada di Kalimantan kini sudah cukup besar kekuatannya dan menjaga hubungan baik dengan tokoh-tokoh adat Dayak Kalimantan, ini semua adalah implementasi dari ditanda tanganinya MoU Kerja sama dalam bidang Ekonomi, Budaya, Sosial dan Pertahanan Adat antara dua Suku besar yaitu Minahasa di Sulawesi Utara dan Dayak di Kalimantan, Nota kesepahaman ini ditanda tangani oleh DR. Bernabas Sebilang selaku Presiden Dewan Adat Dayak Kalimantan, Tonaas BM Wilayah Kalimantan Farry A. Malonda, Panglima Pertahanan Adat Dayak Kalimantan Lukas Kapung SH. Drs. Vreeke Runtu selaku Ketua Dewan Adat Minahasa dan Tonaas Wangko BM Dicky Maengkom pada Tanggal 13 Maret 2005 di Wanua Urongo tepian Danau Tondano. Sampai saat ini, 2 kekuatan tersebut sangat sinergis dalam ikut Membangun bangsa khususnya di Bumi Borneo dan Sulut. ‘’Dengan peringatan HUT ini, persatuan dan kesatuan BM dan Dayak dimantapkan,’’ tegas Malonda. Usai upacara dilanjutkan dengan aksi dana untuk disumbangkan bagi korban bencana di Sulut dan selanjutnya dilakukan rally show menuju Kota Manado. (FM)



Image

Image
User avatar
Binyok
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 789
Joined: Wed Jun 07, 2006 12:56 pm

Postby Binyok » Tue Oct 31, 2006 2:50 pm

Brigade Manguni Kalimantan Dan Dayak Adakan Natal Bersama



Dihadiri ribuan orang pada hari Jumat malam tanggal 20 Januari 2006, Brigade Manguni Kalimantan, Komando Pertahanan Adat Dayak, dan Persekutuan Dayak Kaltim adakan perayaan Natal bersama di gedung sport centre komplek Perumahan Balikpapan Baru.

Acara dimulai dengan ucapan selamat datang oleh pembawa acara; Ibu Yetty (PDKT) dan Ibu Roosye Malonda-Eman (BM) yang sering disapa ”Bunda” oleh para Satgas, dilanjutkan dengan kata sambutan ketua panitia Denny Kalangie,SH, Tonaas DPD BM Balikpapan Jautje Rumambi,SH, Komando Pertahanan Adat Dayak, Lukas Kapung,SH, Presiden Dewan Adat Kalimantan Dr (HC) Benabas Sebilang, Ketua Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) Dra. Retty Nereng, Tonaas Borneo Farry A. Malonda, dan sambutan Pemkot Balikpapan H. Mukmin Faisal Hp. Acara perayaan natal bersama ini sangat meriah karena diiringi tarian khas Minahasa Kawasaran dan tarian khas Dayak, apalagi Tonaas Borneo Farry A.Malonda bersama para Ajudannya memasuki gedung sport centre langsung disambut oleh satgassus BM Kalimantan serta tari-tarian, begitupun Presiden Dewan Adat Dayak Kalimantan Bernabas Sambilang, para Panglima KPADK dan Pemkot Balikpapan H.Mukmin Faisal ,Hp. Joutje Rumambi, SH (Tonaas Balikpapan) dalam sambutannya mengatakan perayaan natal bersama ini merupakan wujud kebersamaan Brigade Manguni Kalimantan dengan Komando Dayak serta PDKT, hal ini juga merupakan akselerasi dan interaksi BM untuk membangun bersama-sama kota Balikpapan tercinta.

Begitupun Lukas Kapung SH, Panglima Komando Pertahanan Adat Dayak yang diawal sambutannya mengatakan Tonaas Borneo Farry A.Malonda adalah Sahabat dekat dan seorang Pioneer karena berhasil menjembatani bersatunya dua Suku Besar yaitu suku Dayak di Kalimantan dan suku Minahasa di Sulawesi Utara, tanpa beliau kami tak ada disini saat ini dan tolong sampaikan salam kami kepada Tonaas Wangko dan Jajaran DPT Brigade Manguni di Manado Sulawesi Utara ujar Lukas.

Menurut MOU yang kami tanda tangani di tepian Danau Tondano beberapa waktu lalu dengan Tonaas Wamgko BM, Tonaas Kalimantan, Presiden DADK DR. Bernabas Sebilang, Ketua Dewan Adat Minahasa Drs. Vreeke Runtu adalah kesepakatan dua pilar, BM dan Dayak untuk kerja sama dibidang sosial, budaya, adat, keamanan serta menjaga dan membantu pemerintah dalam hal persatuan dan kesatuan Bumi Sulawesi Utara dan dibumi Borneo ini. Lukas Kapung juga berharap acara perayaan natal bersama untuk tahun depan tetap dilaksanakan lebih meriah.

Dra. Retty Nereng, Ketua PDKT Balikpapan dalam sambutannya mengharapkan kepada pejabat - pejabat public mengambil kebijakan agar membuat satu rumusan peraturan yang berkeadilan dengan tidak memandang mayoritas minoritas, serta mengharapkan BM dan Dayak bersatu memperjuangkan hak-hak kaum Nasrani.

Tonaas Kalimantan Farry A. Malonda juga dalam sambutannya lebih kepada keprihatinannya pada dunia saat ini dimana Terorisme merajalela, harga diri manusia dilecehkan dengan mengesampingkan etika dan moral. Dimana-mana ada kerusuhan, bom-bom terjadi, pembunuhan secara sadis, intimidasi, penggusuran tempat-tempat Ibadah, untuk itu Farry menghimbau dan mengajak kaum Nasrani untuk berdoa bersama-sama, apa yang terjadi merupakan hikmah agar kita lebih mendekatkan diri pada Kristus.

Berbeda dengan sambutan H. Mukmin Faisal Hp, Pemkot Balikpapan diawal sambutannya dengan keras mengucapkan kata “Syaloom” wawali yang merakyat
ini merasa bersukur karena dapat dipertemukan dalam natal bersama ini.
Dia juga berpesan bahwa BM dan Dayak ini patut dicontoh oleh paguyupan-paguyupan lain “Kita semua sama, Yesus Kristus saja telah memberikan teladan kepada kita semua bahwa sebagai pemimpin bisa menjadi pemimpin bagi semua suku dan agama, ”kata Mukmin juga berharap agar warga kota Balikpapan memilih pemimpin yang tidak membeda-bedakan satu sama lain, sambutan Mukmin ini diakhiri dengan kata “Syaloom” dan I Yayayt U Santi, semua warga BM dan Dayak bertepuk tangan dalam ruangan yang tidak mampu penampung ribuan orang ini. (Jeriko N. Undap/Ketua Infokom BM Balikpapan)


Image
User avatar
Binyok
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 789
Joined: Wed Jun 07, 2006 12:56 pm

Postby Binyok » Tue Oct 31, 2006 3:43 pm

Sorry Gw Posting artikel2 ini supaya netter2 disini tau klo kami suku minahasa dan Dayak sudah menjalin kerja Sama karena kami banyak kesamaan ...
contohnya Kami tidak memiliki Budaya Kerajaan, hanya mengenal Tonaas atau Ketua pemimpin Adat...

Di Tanah Dayak dan Minahasa, banyak dikunjungi oleh pendatang dr Melayu, Jawa, Bugis, Madura, dll...
dan Orang Dayak sangat terbuka bagi semuanya, bahkan Hutan Orang Dayak walupun sudah dibabat habis..namun masih bisa bersabar....tapi ingat, toleransi ada batas.....


Begitu juga Orang Minahasa, siftnya lebih terbuka sedikit ketimbang Orang Dayak....namun jangan sampai oknum2 tertentu memanfaatkan Keterbukaan orang Minahasa dan dayak.....

Leluhur kami telah mengingatkan akan Bahaya yg akan mengancam Tanah Adat Kami, maka Kami Orang Dayak dan Minahasa kembali sadar utk membentuk Sebuah forum Adat utk menjaga toleransi di Tanah Minahasa dan Dayak........


Berbagai Kasus di Sambas antara Suku Dayak dan Madura adalh contoh bahwa Tamu harus hormat kepada tuan Tanah.....Akibatnya, Orang Dayak yg terkenal dgn Keramahannya menjadi marah krn merasa terinjak-injak Martabatnya di Tanah leluhurnya sendiri....

Gw pernah denger dr sodara gw, katanya sodara dia yg polisi yg tugas di Kalimanatan cerita bgni..
wkt lagi panas2nya konflik Sambas, ada suatu malam Dia nolong Org Madura yg lagi ketakutan krn dicari2 Org Dayak....Nah polisi ini nolong org itu sambil membopongnya di jalan.....eh, tiba2 poilisi ini liat Kepala Org yg dibopongnya udah jatoh di tanah.....gara2 ada Senjata khas Dayak spt Bumerang
yg tebas kepala org itu dr Udara..Senjata itu kayaknya sudah dibacakan mantra dan bekerja layaknya Rudal Pengunci Target......ckckkc...Gw denger itu NGGEERII meenn....



Minahasa cenderun masih aman2 aja sih, tapi Laskar jihad dahulu diduga akan menyusup ke Minahasa....makanya Brigade Manguni terbentuk...


Jadi silahkan aja Klo FPI, MMI ingin mengultimatum Minahasa seperti mengultimatum Bali....

Kami Siap menyambut dengan pekik ....



I YAYAT U SANTI


Image
Last edited by Binyok on Tue Oct 31, 2006 3:47 pm, edited 1 time in total.
User avatar
Binyok
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 789
Joined: Wed Jun 07, 2006 12:56 pm

Postby openyourmind » Tue Oct 31, 2006 3:45 pm

Ati-ati aja lah...islam lebih licik tuh.
User avatar
openyourmind
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3051
Joined: Fri Oct 20, 2006 8:42 am

Postby curious » Tue Oct 31, 2006 3:56 pm

Binyok wrote:.

Gw pernah denger dr sodara gw, katanya sodara dia yg polisi yg tugas di Kalimanatan cerita bgni..
wkt lagi panas2nya konflik Sambas, ada suatu malam Dia nolong Org Madura yg lagi ketakutan krn dicari2 Org Dayak....Nah polisi ini nolong org itu sambil membopongnya di jalan.....eh, tiba2 poilisi ini liat Kepala Org yg dibopongnya udah jatoh di tanah.....gara2 ada Senjata khas Dayak spt Bumerang
yg tebas kepala org itu dr Udara..Senjata itu kayaknya sudah dibacakan mantra dan bekerja layaknya Rudal Pengunci Target......ckckkc...Gw denger itu NGGEERII meenn....


gua pernah baca satu buku tentang perang dayak-madura itu juga. ada cerita tentang pemimpin perang dayak yang punya bala tentara ghaib 50,000 "orang" kalo nggak salah. makanya, jangan coba-coba mengganggu dayak!
User avatar
curious
Translator
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby Binyok » Tue Oct 31, 2006 4:03 pm

curious wrote:
Binyok wrote:.

Gw pernah denger dr sodara gw, katanya sodara dia yg polisi yg tugas di Kalimanatan cerita bgni..
wkt lagi panas2nya konflik Sambas, ada suatu malam Dia nolong Org Madura yg lagi ketakutan krn dicari2 Org Dayak....Nah polisi ini nolong org itu sambil membopongnya di jalan.....eh, tiba2 poilisi ini liat Kepala Org yg dibopongnya udah jatoh di tanah.....gara2 ada Senjata khas Dayak spt Bumerang
yg tebas kepala org itu dr Udara..Senjata itu kayaknya sudah dibacakan mantra dan bekerja layaknya Rudal Pengunci Target......ckckkc...Gw denger itu NGGEERII meenn....


gua pernah baca satu buku tentang perang dayak-madura itu juga. ada cerita tentang pemimpin perang dayak yang punya bala tentara ghaib 50,000 "orang" kalo nggak salah. makanya, jangan coba-coba mengganggu dayak!
minahasa juga...BM di kalimanatan telah eksis dalam bergaul dengan Orang Dayak akibat Persamaan fisik, kulit, agama, dl...liat aja Komentar ketua Adat Dayak..

.......Dan kali ini, Barnabas mengaku membawa tiga ahli dari Kalimantan untuk meneliti akar budaya dan adat Minahasa. ‘’Saya kepala adat. Saya yakin kita satu rumpun. Kita banyak persamaan, mulai dari postur tubuh, warna kulit, dan agama. Nama-nama orang Minahasa juga, banyak persamaan dengan nama-nama orang Dayak,’’ ujar Barnabas. Karena itu ia mengaku, tertarik untuk menelusuri akar budaya orang Minahasa ........
User avatar
Binyok
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 789
Joined: Wed Jun 07, 2006 12:56 pm

Postby cahkangkung » Wed Nov 01, 2006 9:23 am

Kayaknya Binyok ini wartawan ya? Tiap postingannya pasti ngutip Manado Post ato Manado Kota (ada ga ya?) hehehe...
User avatar
cahkangkung
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1429
Joined: Mon Sep 25, 2006 8:43 am
Location: Malta

Postby Adadeh » Wed Nov 01, 2006 10:19 am

Kalau suku Dayak sudah murka.... hiiiiii... pancung kepala pula model si Mamat!!
Image
Image
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby curious » Wed Nov 01, 2006 11:08 am

Adadeh wrote:Kalau suku Dayak sudah murka.... hiiiiii... pancung kepala pula model si Mamat!!


maka nya bisa jadi tandingan setara buat tentara si mamat.

__________________________
ISLAMIC PEARL OF WISDOM
mungkin diubah, dipotong atau tidak diapa apain sama sekalicuma yang menyampaikan kan non muslim yang anti Islam jadi untuk amannya ya aku bilang palsu (Mualaf, 2006)
Bagi saya lebih baik berbohong untuk menegakkan Islam daripada membuat Muslim jadi Murtadz.... (warded, 2006)

Contoh ketauhidan dalam Islam: GOSOK GIGI. (Mualaf, 2006)
Muslim masih setia terus sama allahnya biar DITIPUIN juga.(SiBodoh,2006)
Membagi istri kepada sahabat menunjukkan akhlak mulia, kemurnian solidaritas yang tinggi, kemuliaan budi pekerti (kong na'if, 2006)
User avatar
curious
Translator
 
Posts: 3705
Joined: Wed Mar 22, 2006 5:08 am

Postby Vlad » Wed Nov 01, 2006 11:17 am

curious wrote:
Adadeh wrote:Kalau suku Dayak sudah murka.... hiiiiii... pancung kepala pula model si Mamat!!


maka nya bisa jadi tandingan setara buat tentara si mamat.


sama kayak yg dibilang binyok I YAYAT U SANTI
dalam bahasa Minahasa yang berarti 'Acungkan pedang!'. I Yayat= angkat, acung,. SANTI= pedang, kelewang, lilang, sabel, peda.
User avatar
Vlad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1407
Joined: Sat Feb 18, 2006 9:42 am
Location: Wallachia

Postby Fajar K » Wed Nov 01, 2006 12:32 pm

Binyok wrote:gua pernah baca satu buku tentang perang dayak-madura itu juga. ada cerita tentang pemimpin perang dayak yang punya bala tentara ghaib 50,000 "orang" kalo nggak salah. makanya, jangan coba-coba mengganggu dayak!
minahasa juga...BM di kalimanatan telah eksis dalam bergaul dengan Orang Dayak akibat Persamaan fisik, kulit, agama, dl...liat aja Komentar ketua Adat Dayak..

.......Dan kali ini, Barnabas mengaku membawa tiga ahli dari Kalimantan untuk meneliti akar budaya dan adat Minahasa. ‘’Saya kepala adat. Saya yakin kita satu rumpun. Kita banyak persamaan, mulai dari postur tubuh, warna kulit, dan agama. Nama-nama orang Minahasa juga, banyak persamaan dengan nama-nama orang Dayak,’’ ujar Barnabas. Karena itu ia mengaku, tertarik untuk menelusuri akar budaya orang Minahasa ........[/quote]

Kerjasama Minahasa dan Dayak ini juga harus diperluas ke etnis-etnis non muslim lainnya. Seperti orang Bali dan Flores atau Toraja.
User avatar
Fajar K
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 543
Joined: Sat Jul 15, 2006 10:12 am
Location: The Secret Garden

Postby Binyok » Wed Nov 01, 2006 10:04 pm

Fajar K wrote:
Binyok wrote:gua pernah baca satu buku tentang perang dayak-madura itu juga. ada cerita tentang pemimpin perang dayak yang punya bala tentara ghaib 50,000 "orang" kalo nggak salah. makanya, jangan coba-coba mengganggu dayak!
minahasa juga...BM di kalimanatan telah eksis dalam bergaul dengan Orang Dayak akibat Persamaan fisik, kulit, agama, dl...liat aja Komentar ketua Adat Dayak..

.......Dan kali ini, Barnabas mengaku membawa tiga ahli dari Kalimantan untuk meneliti akar budaya dan adat Minahasa. ‘’Saya kepala adat. Saya yakin kita satu rumpun. Kita banyak persamaan, mulai dari postur tubuh, warna kulit, dan agama. Nama-nama orang Minahasa juga, banyak persamaan dengan nama-nama orang Dayak,’’ ujar Barnabas. Karena itu ia mengaku, tertarik untuk menelusuri akar budaya orang Minahasa ........


Kerjasama Minahasa dan Dayak ini juga harus diperluas ke etnis-etnis non muslim lainnya. Seperti orang Bali dan Flores atau Toraja.

sifat2 KERAS Orang2 suku Minahasa dan dayak mulai melunak setelah masuknya Kekristenan di Dayak dan minahasa.....karena mengajarkan KASIH...

dan Kekristenan tidak merusak budaya2 asli
org Dayak dan minahasa.....seperti makan babi, anjing....hanya keimanan saja yg berubah...
kecuali Org Minahasa yg jauh lebih terbuka ketimbang Orang Dayak....budaya eropa sangat berpengaruh trhdp Orang Minahasa......makanya Org minahasa lebih dulu maju dalam pendidikan....tapi bahayanya budaya Minahasa bisa hilang klo gak di jaga.....
beda sama Orang Dayak yg msh ada suku2 Pedalaman...

di Minahasa sudah gak ada lagi Suku Terasing.....99% Orang Minahasa sudah bebas buta huruf....




gimana yah klo Islam menjadi Agama bagi kebanyakan Orang Dayak dan Minahasa dgn temperamen KERAS dan cenderung suka berperang??
User avatar
Binyok
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 789
Joined: Wed Jun 07, 2006 12:56 pm

Postby jetli » Thu Nov 02, 2006 4:56 pm

Saudaraku Binyok,


Aku hanya mau ingat mengingati sebagai saudara sebangsa dan setanah air, selama ini aku sangat simpati pada anda anak Yesus yang baik, tapi akhir2 ini anda kelihatan-nya sdh terpengaruh dengan Forum Antah berantah ini yang dikendalikan oleh oknum yang tidak jelas identitas-nya dan juga target dan tujuan-nya di Indonesia apa, dimana juga pendanaan provider-nya berasal dari luar negeri.

Yang salah kita harus berani bilang salah, dan yang baik kita harus pertahankan, musuh jangan dicari, tanpa terkecuali agama apa yang di-imani. Utamakan kerukunan hidup bersama sama, ambil contoh orang Betawi di Jakarta...biar miskin yang penting ngumpul, biar digusur yang penting makmur.

Kalau bisa dikurangi statement2 yang menyangkut Sara, karena Sulawesi itu terdiri dari macam2 suku perantau dan agama, Minahasa, Gorontalo, Mandar, Toraja, Luwu, Kendari, Bugis, Makassar dan banyak yang lain2.
Oleh karena suku kita terdiri dari suku perantau dan berada dimana mana diluar pulau, utamakan kepentingan Nasionalis dan sukseskan pemilu yang akan datang agar bisa dapat pemimpin yang mengutamakan kesatuan dan keutuhan dari kita bersama di Indonesia.

Yang penting dijaga kesatuan dan kerukunan untuk hidup bersama dari pengaruh kedatangan orang2 yang dari luar pulau yang ingin mengadu domba dan mengacau kerukunan dan kesatuan di Sulawesi/Celebes.

Jangan sampai kita takabur mendahului Allah SWT, karena tidak ada ilmu jagoan di dunia ini selain dari ilmu Allah SWT., selama kita semua sama2 makan nasi atau juga kapurung. Ilmu nenek moyang itu sudah lepas kalau kita merantau maupun sudah menyebrang lautan, kita sudah bukan Jagoan kandang lagi, karena kalau kita sudah menyebrang lautan kita harus memakai Ilmu Allah. Yaitu ilmu padi, makin berisi makin menunduk.

Salam Damai dan Sejahtera

Dari Saudaramu Sebangsa dan Setanah Air.
User avatar
jetli
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 378
Joined: Sun Oct 08, 2006 9:27 am

Postby Mohan19 » Sun Nov 05, 2006 3:39 pm

Penduduk Sulawesi Utara terdiri dari 3 (tiga) kelompok etnis utama, yaitu:
• Suku Minahasa;
• Suku Sangihe dan Talaud;
• Suku Bolaang Mongondow.
Masing-masing kelompok etnis tersebut terbagi pula dalam sub etnis yang memiliki bahasa, tradisi dan norma-norma kemasyarakatan yang khas.
Dengan demikian, bahasa yang ada di Sulawesi Utara dibagi ke dalam: Bahasa Minahasa (Toulour, Tombulu, Tonsea, Tontemboan, Tonsawang, Ponosakan dan Bantik). Bahasa Sangihe Talaud (Sangie Besar, Siau, Talaud).Bahasa Bolaang Mongondow (Mongondow, Bolaang, Bintauna, Kaidipang).
Namun demikian Bahasa Indonesia adalah Bahasa Nasional yang digunakan dan dimengerti dengan baik oleh sebagian besar penduduk Sulawesi Utara. Agama yang dianut oleh penduduk di Propinsi Sulawesi Utara adalah Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan Budha.

Kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan golongan atau kelompok, agama, suku, etnik, ras, asal-usul dan budaya. Dalam hal ini harus terbina kebersamaan yang memadukan hal-hal yang baik dari semua unsur-unsur kemajemukan itu menjadi suatu kekuatan.

Kemajemukan ini termasuk perbedaan, mendorong untuk menjadi lebih kreatif. Seseorang bukan dilihat dari suku atau agamanya, tetapi dilihat dari kemampuan, komitmen dan idealisme membangun bangsa. Kita harus belajar hidup bersama dalam perbedaan bukan mematikan perbedaan.
User avatar
Mohan19
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 139
Joined: Sun Nov 05, 2006 2:52 pm

Postby Binyok » Sun Nov 05, 2006 7:41 pm

Mohan19 wrote:Penduduk Sulawesi Utara terdiri dari 3 (tiga) kelompok etnis utama, yaitu:
• Suku Minahasa;
• Suku Sangihe dan Talaud;
• Suku Bolaang Mongondow.
Masing-masing kelompok etnis tersebut terbagi pula dalam sub etnis yang memiliki bahasa, tradisi dan norma-norma kemasyarakatan yang khas.
Dengan demikian, bahasa yang ada di Sulawesi Utara dibagi ke dalam: Bahasa Minahasa (Toulour, Tombulu, Tonsea, Tontemboan, Tonsawang, Ponosakan dan Bantik). Bahasa Sangihe Talaud (Sangie Besar, Siau, Talaud).Bahasa Bolaang Mongondow (Mongondow, Bolaang, Bintauna, Kaidipang).
Namun demikian Bahasa Indonesia adalah Bahasa Nasional yang digunakan dan dimengerti dengan baik oleh sebagian besar penduduk Sulawesi Utara. Agama yang dianut oleh penduduk di Propinsi Sulawesi Utara adalah Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan Budha.

Kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan golongan atau kelompok, agama, suku, etnik, ras, asal-usul dan budaya. Dalam hal ini harus terbina kebersamaan yang memadukan hal-hal yang baik dari semua unsur-unsur kemajemukan itu menjadi suatu kekuatan.

Kemajemukan ini termasuk perbedaan, mendorong untuk menjadi lebih kreatif. Seseorang bukan dilihat dari suku atau agamanya, tetapi dilihat dari kemampuan, komitmen dan idealisme membangun bangsa. Kita harus belajar hidup bersama dalam perbedaan bukan mematikan perbedaan.
Mohan, kamu Orang SULUT?
User avatar
Binyok
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 789
Joined: Wed Jun 07, 2006 12:56 pm

Postby Mohan19 » Mon Nov 06, 2006 4:51 am

Binyok wrote:
Mohan19 wrote:Penduduk Sulawesi Utara terdiri dari 3 (tiga) kelompok etnis utama, yaitu:
• Suku Minahasa;
• Suku Sangihe dan Talaud;
• Suku Bolaang Mongondow.
Masing-masing kelompok etnis tersebut terbagi pula dalam sub etnis yang memiliki bahasa, tradisi dan norma-norma kemasyarakatan yang khas.
Dengan demikian, bahasa yang ada di Sulawesi Utara dibagi ke dalam: Bahasa Minahasa (Toulour, Tombulu, Tonsea, Tontemboan, Tonsawang, Ponosakan dan Bantik). Bahasa Sangihe Talaud (Sangie Besar, Siau, Talaud).Bahasa Bolaang Mongondow (Mongondow, Bolaang, Bintauna, Kaidipang).
Namun demikian Bahasa Indonesia adalah Bahasa Nasional yang digunakan dan dimengerti dengan baik oleh sebagian besar penduduk Sulawesi Utara. Agama yang dianut oleh penduduk di Propinsi Sulawesi Utara adalah Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan Budha.

Kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan golongan atau kelompok, agama, suku, etnik, ras, asal-usul dan budaya. Dalam hal ini harus terbina kebersamaan yang memadukan hal-hal yang baik dari semua unsur-unsur kemajemukan itu menjadi suatu kekuatan.

Kemajemukan ini termasuk perbedaan, mendorong untuk menjadi lebih kreatif. Seseorang bukan dilihat dari suku atau agamanya, tetapi dilihat dari kemampuan, komitmen dan idealisme membangun bangsa. Kita harus belajar hidup bersama dalam perbedaan bukan mematikan perbedaan.
Mohan, kamu Orang SULUT?


Saya orang Indonesia Rica Rica Binyok.........
User avatar
Mohan19
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 139
Joined: Sun Nov 05, 2006 2:52 pm

Postby jetli » Wed Nov 08, 2006 10:32 am

Binyok wrote:
Mohan19 wrote:Penduduk Sulawesi Utara terdiri dari 3 (tiga) kelompok etnis utama, yaitu:
• Suku Minahasa;
• Suku Sangihe dan Talaud;
• Suku Bolaang Mongondow.
Masing-masing kelompok etnis tersebut terbagi pula dalam sub etnis yang memiliki bahasa, tradisi dan norma-norma kemasyarakatan yang khas.
Dengan demikian, bahasa yang ada di Sulawesi Utara dibagi ke dalam: Bahasa Minahasa (Toulour, Tombulu, Tonsea, Tontemboan, Tonsawang, Ponosakan dan Bantik). Bahasa Sangihe Talaud (Sangie Besar, Siau, Talaud).Bahasa Bolaang Mongondow (Mongondow, Bolaang, Bintauna, Kaidipang).
Namun demikian Bahasa Indonesia adalah Bahasa Nasional yang digunakan dan dimengerti dengan baik oleh sebagian besar penduduk Sulawesi Utara. Agama yang dianut oleh penduduk di Propinsi Sulawesi Utara adalah Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan Budha.

Kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan golongan atau kelompok, agama, suku, etnik, ras, asal-usul dan budaya. Dalam hal ini harus terbina kebersamaan yang memadukan hal-hal yang baik dari semua unsur-unsur kemajemukan itu menjadi suatu kekuatan.

Kemajemukan ini termasuk perbedaan, mendorong untuk menjadi lebih kreatif. Seseorang bukan dilihat dari suku atau agamanya, tetapi dilihat dari kemampuan, komitmen dan idealisme membangun bangsa. Kita harus belajar hidup bersama dalam perbedaan bukan mematikan perbedaan.
Mohan, kamu Orang SULUT?



BINYOK KAMU DAH LIHAT POSO MENANGIS
KOK IBU/ANAK2 YANG TIDAK BERDOSA YANG JADI KORBAN????
BERAPA KM JAUHNYA DARI POSO KE MENADO???
GOLONGAN MANA YANG TEGA BERBUAT SEPERTI INI???
KENAPA HANYA MUSLIM SAJA YANG DISALAHKAN???

KALAU MEMANG MEREKA BERPERANG KENAPA TIDAK
SEBAGAI LAKI2 SATU LAWAN SATU??????

KEJAHATAN UMAT MANUSIA PADA ANAK2
VIDEO CLIP KEJADIAN POSO 2000


http://youtube.com/watch?v=8Bo-ZRb1Edg
User avatar
jetli
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 378
Joined: Sun Oct 08, 2006 9:27 am

Postby kagakmurtad2 » Wed Nov 08, 2006 3:38 pm

Jetli : kalo untuk nyang begituan mate mereka dah buta !
User avatar
kagakmurtad2
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1399
Joined: Mon Sep 11, 2006 10:35 pm
Location: MONTREAL

Postby Borland » Wed Nov 08, 2006 6:47 pm

jetli wrote:
Binyok wrote:
Mohan19 wrote:Penduduk Sulawesi Utara terdiri dari 3 (tiga) kelompok etnis utama, yaitu:
• Suku Minahasa;
• Suku Sangihe dan Talaud;
• Suku Bolaang Mongondow.
Masing-masing kelompok etnis tersebut terbagi pula dalam sub etnis yang memiliki bahasa, tradisi dan norma-norma kemasyarakatan yang khas.
Dengan demikian, bahasa yang ada di Sulawesi Utara dibagi ke dalam: Bahasa Minahasa (Toulour, Tombulu, Tonsea, Tontemboan, Tonsawang, Ponosakan dan Bantik). Bahasa Sangihe Talaud (Sangie Besar, Siau, Talaud).Bahasa Bolaang Mongondow (Mongondow, Bolaang, Bintauna, Kaidipang).
Namun demikian Bahasa Indonesia adalah Bahasa Nasional yang digunakan dan dimengerti dengan baik oleh sebagian besar penduduk Sulawesi Utara. Agama yang dianut oleh penduduk di Propinsi Sulawesi Utara adalah Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan Budha.

Kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan golongan atau kelompok, agama, suku, etnik, ras, asal-usul dan budaya. Dalam hal ini harus terbina kebersamaan yang memadukan hal-hal yang baik dari semua unsur-unsur kemajemukan itu menjadi suatu kekuatan.

Kemajemukan ini termasuk perbedaan, mendorong untuk menjadi lebih kreatif. Seseorang bukan dilihat dari suku atau agamanya, tetapi dilihat dari kemampuan, komitmen dan idealisme membangun bangsa. Kita harus belajar hidup bersama dalam perbedaan bukan mematikan perbedaan.
Mohan, kamu Orang SULUT?



BINYOK KAMU DAH LIHAT POSO MENANGIS
KOK IBU/ANAK2 YANG TIDAK BERDOSA YANG JADI KORBAN????
BERAPA KM JAUHNYA DARI POSO KE MENADO???
GOLONGAN MANA YANG TEGA BERBUAT SEPERTI INI???
KENAPA HANYA MUSLIM SAJA YANG DISALAHKAN???

KALAU MEMANG MEREKA BERPERANG KENAPA TIDAK
SEBAGAI LAKI2 SATU LAWAN SATU??????

KEJAHATAN UMAT MANUSIA PADA ANAK2
VIDEO CLIP KEJADIAN POSO 2000


http://youtube.com/watch?v=8Bo-ZRb1Edg


dan apakah kamu Tahu Siapa yg membunuh Pendeta Irianto?
Siapa yg meledakkan gereja di Indonesia selama 10 thn terakhir?

Yang Pasti bukan Orang Islam kayanya...Mana mungkin ada orang Islam melakukan Kejahatan seperti itu?
ISLAM adalah AGAMA ALLAH yang DAMAI...

Tibo sudah dieksekusi...begitu hebatkah masyarakat sipil memiliki keahlian menembak seperti itu trhdp Pendeta susianti dan Irianto?


Adakah kalian di Pulau jawa atau di Indonesia bagian Barat tau betapa Kami di KTI bnyk di anak tirikan??

mengapa kalian heran ada gerakan Republik Maluku Selatan, Gerakan Minahasa Raya, gerakan Papua Barat?

woii....brapa kilometer Kalian dgn Libanon, Palestina, arab, yg kalian sanjung2kan dan yg kalian Bela setengah Mati, berjihad demi mereka...
dan apa yg mereka perbuat bg kita?
Perkosa TKI kita...PahLawan Devisa qta.......Harga Diri wanita Indonesia di anggap apa sama mereka...??!!!
apakah MMI berjihad utk membela Martabat Pahlawan devisa BANGSA kita di arab??

gak jauh2....di Nusantara aja belum beres....malah sok membela Negara Orang....


Sedangkan SODARA PAPUA kita banyak yang belum pake BAJU, MAKAN< SEKOLAH...?
SODARA kita di Perbatasan Sangihe tahu gak kamu?


One Man One Dollar to Save Palestine....hoooreeee.!great humanity..!
One Man One RUPIAH to Save Papua?.....



ukhuwah Islamiyah hanya utk sesama muslim?


Biasalah perbuatan agen Yahudi.....

apakah gak ada kerjaan lain selain mengutuk Yahudi dan Nasrani?
apa yg terjadi setelah aksi One Man One Dollar to Save Palestine??
Tsunami Pangandaran!

mengutuk USA....sedangkan USA paling bnyk berperan dlm tsunami...tapi dibilang Kristenisasi...


apakah BANGSA ini lupa klo AS dan Sekutunya tidak membom jepang, akankah kita akan merayakan 17 agustus sebagai Independence Day?


capek dehh
User avatar
Borland
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1533
Joined: Wed Nov 08, 2006 3:46 pm

Postby Banzai » Thu Nov 09, 2006 7:36 am

Hidup Binyok...!!!....Tetap semangat untuk mempromosikan Manado...!!! :wink:

Nyok kalo kamu dah bisa n mau menyumbang pada orang miskin se Indonesia ato seluruh Dunia yah nyumbang aja, gak usah pake nada sinis terhadap orang lain...Biasa aja lagi, gak usah terkesan dengan keadaaan :wink:

Binyok,....Kalo kamu merasa gak cocok dengan NKRI, sebaiknya mulai dari sekarang kamu bisa merintis Gerakan Separatisme yang lebih besar dan lebih hebat dibanding RMS, Papua Barat, Minahasa Raya melalui IFF...Ayo jangan malu2 kami tunggu yah...:wink:

Di Indonesia bagian Barat juga banyak ada Gerakan Separatisme koq kayak DI/TII n GAM.

Ssst....Ternyata isu Adu Domba warisan Kafir Teroris Kresten Penjajah Indonesia masih laku dijual yah...Selamat menikmati...:wink:
User avatar
Banzai
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 289
Joined: Thu Aug 24, 2006 3:01 pm

Next

Return to Islam Dalam Gambar Dan Berita Nasional



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users