. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Al Qur’an, Kitab yang diramalkan dalam Injil

Pembahasan tentang Isa Almasih, Injil, Taurat dari apa yang tertulis dalam Qur'an, dan bukan dari kitab suci non-Islam.

Al Qur’an, Kitab yang diramalkan dalam Injil

Postby janos » Mon Aug 28, 2006 9:18 am

Jika kita buka Isaiah 29:12 kita akan menemukan ayat di bawah ini:

“And the book is delivered to him that is not learned, saying, Read this, I pray thee: and he saith, I am not learned.”

Dan kita simak hadits Bukhari tentang turunnya Al Qur’an

Volume 1, Book 1, Number 3:
Narrated 'Aisha:
(the mother of the faithful believers) The commencement of the Divine Inspiration to Allah's Apostle was in the form of good dreams which came true like bright day light, and then the love of seclusion was bestowed upon him. He used to go in seclusion in the cave of Hira where he used to worship (Allah alone) continuously for many days before his desire to see his family. He used to take with him the journey food for the stay and then come back to (his wife) Khadija to take his food like-wise again till suddenly the Truth descended upon him while he was in the cave of Hira. The angel came to him and asked him to read. The Prophet replied, "I do not know how to read.

The Prophet added, "The angel caught me (forcefully) and pressed me so hard that I could not bear it any more. He then released me and again asked me to read and I replied, 'I do not know how to read.' Thereupon he caught me again and pressed me a second time till I could not bear it any more. He then released me and again asked me to read but again I replied, 'I do not know how to read (or what shall I read)?' Thereupon he caught me for the third time and pressed me, and then released me and said, 'Read in the name of your Lord, who has created (all that exists) has created man from a clot. Read! And your Lord is the Most Generous." (96.1, 96.2, 96.3) Then Allah's Apostle returned with the Inspiration and with his heart beating severely. Then he went to Khadija bint Khuwailid and said, "Cover me! Cover me!" They covered him till his fear was over and after that he told her everything that had happened and said, "I fear that something may happen to me." Khadija replied, "Never! By Allah, Allah will never disgrace you. You keep good relations with your Kith and kin, help the poor and the destitute, serve your guests generously and assist the deserving calamity-afflicted ones."

Dapatlak kita lihat kemiripannya.

So, It is your choice guys, wheather you want to receive it or reject it. but remember that Allah warned the unbeliever :

Noble Verse(s) 75:1-75:5
Yusuf Ali:
[075:001] I do call to witness the Resurrection Day;
[075:002] And I do call to witness the self-reproaching spirit: (Eschew Evil).
[075:003] Does man think that We cannot assemble his bones?
[075:004] Nay, We are able to put together in perfect order the very tips of his fingers.
User avatar
janos
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 35
Joined: Mon Jul 17, 2006 3:59 pm

Postby Namaku » Mon Aug 28, 2006 9:33 am

Yesaya
29:11 Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai";
29:12 dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca."

gw kurang jelas dengan maksud ayat yesaya diatas??

ada pihak kristen yg mau menjawab??
Namaku
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 88
Joined: Thu Jul 20, 2006 4:17 am

Postby Cucu Jusuf Estes » Mon Aug 28, 2006 8:48 pm

hahaha.... ini lagi2 ****..

coba bayangkan... jika saya membaca Al Quran pada hari ini, kemudian besoknya SAYA MENGARANG CERITA, sesuai dgn kejadian2 di Al Quran ..apa ini dikatakan RAMALAN ?? dasar org2 **** ..

ini cukup membuktikan Muhamek itu pernah baca Yesaya, kemudian merekayasa PERKATAAN "JIBRIL" sehingga perkataan JIBRIL seolah2 memang ada di Yesaya..

Muslim..muslim... otak kalian itu mau taruh dimana ??

Satu lagi: KATANYA ALKITAB DIPALSUKAN, PIYE TOH?
Cucu Jusuf Estes
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 313
Joined: Wed Jun 28, 2006 6:25 pm

Postby janos » Tue Aug 29, 2006 1:58 pm

Benernya tulisan tadi gw ambil dari video yang gw lihat waktu Ahamad Deedat, bertiga sama missionaris Yahudi dan missionaris Kristen ngomong ngomong tentang Agama. Missionarisnya cuman diam mendengarkan dan begitu juga waktu Ahmad Deedat mengatakan hal yang gw tulis diatas. Dan di akhir perbincangan missionarisnya bilang hal-hal seperti (kurang lebih) "Well, I'm not gonna convert today...", "Do you have free Qur'an for us?" dan, "I really enjoy this discussion...". (selengkapnya bisa di download di www.aswatalislam.net beserta dengan debat debat yang lain).

N bukankah semua yang ada disini setuju kalau Muhammad itu buta huruf? bagaimana anda bisa mengatakan "ini cukup membuktikan Muhamek itu pernah baca Yesaya"?

Tentang Kitab yang dipalsukan, bukan berarti kata kata Tuhan hilang, dan gw mengutip Injil bukan karena gw percaya dengan injil, dan bukan untuk menambah keimanan para Muslim yang ada di sini, karena ada dan tiada hal seperti ini seorang mukmin akan tetap beriman. Saya hanya ingin mengungkapkan kepada orang orang yang percaya kepada injil yang ada disini:
Kalau anda percaya dengan Injil, anda harus percaya dengan apa yang ada didalamnya. Dan jika injil mengatakan hal yang anda tidak suka, apakan anda akan berpaling?

Dan untuk anda Bung cucu, saya memberikan ayat Al Qur'an untuk menjawab anda:
Al Baqarah 13: Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang **** itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang ****; tetapi mereka tidak tahu.
User avatar
janos
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 35
Joined: Mon Jul 17, 2006 3:59 pm

Postby stivana2 » Tue Aug 29, 2006 3:47 pm

Namaku wrote:Yesaya
29:11 Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai";
29:12 dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca."

gw kurang jelas dengan maksud ayat yesaya diatas??

ada pihak kristen yg mau menjawab??


yg di maksud dgn Yesaya itu kitab Wahyu(kitab terakhir) yg di terima oleh Yohanes, coba baca psl 5 n strsnya
Kitab Wahyu
5.1 Maka aku melihat di tangan kanan Dia yg duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yg di tulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan di materai dengan tujuh materi
5.2 dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya : " Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka materai-materainya?"
5.3 Tetapi tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi(maksudnya dunia orang mati), yang dapat membuka gulungan kitab itu
5.4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang di anggap layak untuk membuka gulungan kitab itu(apalagi momet) ataupun melihat sebelah dalamnya
5.5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku : " Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud(maksudnya Yesus), telah menang (mati n bangkit dr maut), sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh materainya."
stivana2
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 146
Joined: Tue Aug 15, 2006 5:00 pm

4 materai telah di buka

Postby stivana2 » Tue Aug 29, 2006 4:01 pm

4 materai telah di buka

Penelusuran Kitab Wahyu (Donny A. Wiguna)

Menulis renungan adalah satu hal yang unik. Di satu sisi, ada keterbatasan manusia, sehingga tidak mungkin orang dapat menyelami Firman Tuhan tanpa pertolongan Roh Kudus. Di sisi lain, Tuhan memberi hikmat dan pengertian serta akal budi kepada manusia untuk membaca dan mengerti apa yang disampaikan oleh Tuhan. Kedua hal ini berjalan bersama-sama beriringan.

Namun, ketika pembahasan tertuju pada nubuat dan wahyu, apalagi tentang akhir jaman, kesulitan menjadi lebih tinggi. Di dalamnya ada intensitas yang tinggi, baik dari Firman maupun dari akal budi. Pikiran manusia terlatih untuk melihat dan menganalisa alam di sekitarnya, tetapi siapa yang bisa melihat masa depan? Sebaliknya, Firman diberikan dalam bentuk simbol-simbol yang penuh arti, dan betapa sukar untuk menemukan artinya!

Ada yang mengatakan, bahwa simbol-simbol dalam Wahyu hanya dapat benar-benar dipahami oleh orang yang hidup pada masa itu saja, masa Rasul Yohanes menulis di pulau Patmos. Jadi, tidak bisa dipahami oleh kita sekarang ini, yang hidup ribuan tahun sesudahnya.

Tetapi jika memang tidak bisa dipahami, lalu untuk apa dituliskan?
Kenyataan bahwa Tuhan memerintahkan Yohanes untuk menulis dan menyampaikan, serta kenyataan bahwa tulisannya itu tetap terpelihara hingga saat ini menunjukkan, bahwa pesan Yohanes berlaku bagi kita juga.
Simbol-simbol Yohanes berlaku untuk kita juga, orang yang hidup ribuan tahun sesudahnya. Dan artinya, ada satu cara bagi kita untuk memahami arti simbol-simbol yang diberikannya.

Satu ciri khas dari kitab Wahyu adalah kedekatannya dengan bagian-bagian dari Perjanjian Lama. Simbol-simbol yang digunakan tidak asing, beberapa seperti mengambil begitu saja dari tulisan para nabi. Perhatikan: kitab Wahyu dituliskan hampir lima ratus tahun setelah kitab terakhir dari Perjanjian Lama -- kitab Maleakhi. Artinya, simbol yang digunakan Yohanes tidak unik pada jamannya, karena ia memakai simbol yang sudah muncul ratusan tahun sebelumnya. Artinya pula, simbol-simbol itu tetap, tidak berubah oleh waktu, sehingga bisa dikatakan bahwa saat ini pun berlaku bagi kita.

Dan masalahnya sekarang: apa artinya?

Baik, kita perlu membatasi masalahnya. Saat ini, mari kita perhatikan kitab Wahyu. Bagaimana kitab ini dituliskan? Jika kita membaca Wahyu 1:1-3, kita menemukan penegasan tentang penulis kitab Wahyu dan arti spesifik dari kitab ini, yaitu menyampaikan nubuat. Tidak ada bagian lain dari Perjanjian Baru yang secara spesifik mengatakan bahwa inilah nubuat yang waktunya sudah dekat, seperti ktia baca di ayat ketiga:
"Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat."

Bagian berikutnya sepanjang 3 pasal adalah tujuh surat kepada tujuh jemaat. Isinya jelas ditujukan secara spesifik untuk memberi petunjuk pada jemaat-jemaat di Asia Kecil di masa itu, bahkan spesifik pada permasalahannya. Ada banyak sekali pembahasan dan penggalian dari ketujuh surat, yang memberikan karunia pengertian rohani yang mendalam bagi kita. Tetapi kali ini mari kita lewatkan pengertiannya, dan masuk dalam fakta bahwa ketujuh surat itu adalah nubuat dalam waktu pendek, yang benar-benar segera terjadi. Tiga pasal pertama kitab Wahyu berlangsung dalam masa Yohanes hidup, dua millenium lalu.

Mulai di pasal ke empat, penglihatan Yohanes beralih ke Surga, ia melihat pintu Surga terbuka. Perhatikanlah, mulai dari pasal 4, apa yang dilihat Yohanes merupakan gambaran surgawi. Dalam satu pengertian, kita tahu bahwa manusia yang hidup di bumi yang fana tidak bisa mengerti gambaran tentang Surga menurut apa adanya. Kita tidak mempunyai pengetahuan apa pun tentang itu, juga bahasa manusia tidak bisa menjelaskan Surga seperti apa adanya. Maka, Yohanes menunjukkan segala sesuatunya dalam metafora, memakai kiasan yang maknanya serupa dengan apa yang ada di bumi, supaya kita bisa paham.

Jadi, bila dikatakan ada pintu terbuka di Surga, tentu bukan pintu seperti yang kita kenal, pintu dari kayu atau besi di bumi. Tetapi memang ada sesuatu yang terbuka, dari tadinya tertutup dan tidak bisa dilalui, menjadi bisa dilewati. Yohanes dipanggil untuk naik, agar bisa menyaksikan apa yang HARUS terjadi sesudah ini (4:1). Mulai dari titik ini, Yohanes melihat rangkaian peristiwa berlalu dengan cepat dihadapannya.

Sampai di sini, kita juga menyadari bahwa manusia sebenarnya tidak mampu mengenali SELURUH rangkaian peristiwa sampai ke detil-detilnya. Jika orang berusaha meneliti detil, ia malah kehilangan pandangan pada keseluruhan. Tetapi, bagaimana pula orang mampu memahami seluruh peristiwa, apalagi di seluruh penjuru dunia? Maka kembali Tuhan menggambarkan peristiwa yang terjadi dengan simbol-simbol yang bisa dipahami, metafora dari makna keseluruhan peristiwa yang terjadi.

Pasal 4 pada intinya adalah penyembahan kepada Allah yang Maha Kudus. Ini menjadi sebuah penegasan, bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah di bawah otoritas Allah. Seluruh isi Surga terpusat pada Allah, menyembah-Nya sepanjang waktu. Inilah sikap yang pertama dan terutama, yaitu menyembah Allah. Semua peristiwa selanjutnya terjadi di dalam kemuliaan-Nya melalui kuasa-Nya.

Sekarang, kita beralih ke pasal 5. Ini adalah pasal pengungkapan, atau wahyu Allah. Di tangan Allah ada gulungan, yang dibuat oleh Allah. Cara menggambarkannya serupa dengan penyerahan keputusan oleh Kaisar, dalam bentuk gulungan yang dimeterai. Artinya, Allah sudah membuat rencana untuk segala sesuatu, tertulis di situ sebagai ketetapan dengan 7 meterai. Ini ketetapan yang sangat kuat, yang tidak bisa dibuka oleh sembarang orang. Ketetapan yang pasti terjadi, sekaligus menunjukkan akibat yang luar biasa sehingga disegel seperti itu.

Masalahnya, siapa yang berhak untuk membukanya? Jika akibatnya begitu hebat, siapa yang sanggup menanggung resikonya? Maka di sini kita menemukan sosok Anak Domba Allah, yang juga adalah singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud yang telah menang. Inilah Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita. Perhatikan: di sini ketiga Pribadi Allah berkumpul. Ada Roh yang menguasai manusia (Yohanes) dan membawanya naik (lih. 4:2), ada Allah yang duduk di tahta (lih 4:2-3), dan ada Anak Domba Allah (5:6), yaitu Yesus Kristus. Inilah Allah Tritunggal yang senantiasa bersama-sama, dan di waktu yang khusus ini seluruhnya berkumpul di Surga, disaksikan oleh Yohanes.

Dalam pasal 5 ini kita juga menemukan kuasa Kristus berlaku untuk seluruh bumi, karena darah-Nya telah menebus setiap anak Tuhan dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa. Tidak dikatakan semua orang, melainkan ada orang-orang yang ditebus dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa. Hal ini memberi petunjuk, bahwa apa yang terjadi adalah pada masa di mana berita Injil telah disiarkan ke seluruh dunia, tidak lagi eksklusif bagi bangsa Yahudi saja. Seluruh dunia memuji dan menyembah Kristus: "Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!" (5:13)

Kita tahu, bahwa sejak masa Yohanes, para Rasul telah mengabarkan Injil ke seluruh pelosok dunia yang masih bisa mereka capai. Sampai saat ini pun, kita menemukan bekas-bekas penginjilan mereka di India, bahkan juga di Cina. Selama berabad-abad sejak Kristus naik ke Surga, berita Injil di salin dan di siarkan ke mana saja, juga disambut dengan berbagai macam cara. Proses itu berlangsung terus, bahkan hingga hari ini. Sekarang, Injil praktis bisa mencapai setiap penjuru bumi, karena ada teknologi komunikasi yang membuat jarak tidak berarti lagi.

Oke, mari kita kembali ke Anak Domba Allah. Ia telah menerima gulungan itu dan layak membuka meterainya. Apa yang terjadi?

Satu hal, kita perhatikan baik-baik: saat 7 meterai dibuka, gulungan itu sendiri belum dibuka. Meterai adalah segel dari keputusan, membuka meterai belum membuka keputusan itu sendiri (baca Wah 6:1-8:1). Baru setelah ketujuh meterai itu dibuka, segala keputusan Allah terjadi atas manusia -- kuasa ilahi yang menghancurkan bumi. Rangkaian itu dinyatakan dalam rangkaian tiupan 7 sangkakala, seperti memberi tanda mula-mula bahwa inilah saat terakhir kekuasaan iblis dan manusia di bumi(baca 8:2-11:19). Dan berikutnya terjadi sesuai dengan keputusan Allah, yaitu murka Allah (7 cawan murka, baca 15:1-16:21) dan penegakan kuasa Kristus, serta bumi dan langit yang baru.

Nampaknya, hampir tidak mungkin untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa ini dengan tepat. Kita hanya bisa melihat bagaimana peristiwa-peristwa terjadi, dan baru kemudian bisa mengerti hubungannya. Namun, dari wahyu ini kita bisa mengerti setidaknya tiga hal:

1. Seluruh peristiwa yang digambarkan adalah peristiwa yang khusus. Tidak pernah terjadi dalam sejarah, dan tidak akan terjadi lagi. Mungkin ada hal-hal yang menyerupai peristiwa itu, tetapi skalanya jauh lebih kecil.

2. Peristiwa yang terjadi akan meliputi seluruh dunia, atau mempengaruhi seluruh dunia. Peristiwa yang terjadi akan memicu reaksi dari seluruh dunia, tentu dalam berbagai tingkatan. Ini bukan peristiwa yang hanya bersifat lokal -- atau malah hanya diketahui secara lokal saja.

3. Dalam setiap peristiwa, ada unsur-unsur yang khas, yang menjadi padanan dari simbol-simbol pada wahyu. Jika hanya melihat peristiwanya saja mungkin kita tidak mengerti apa hubungannya dengan Allah, tetapi ketika simbol-simbol pada wahyu itu diberikan, kita bisa mengenali analoginya -- menjelaskan simbol itu.

Dan kini, mari kita lihat lagi kitab Wahyu, mulai dari pasal 6. Inilah awal dari pembukaan meterai. Saat ini belum ada celaka besar yang dari Allah, tetapi menunjukkan peristiwa yang ada di bumi, yang menandai akhir jaman. Saya percaya, karena meterai-meterai ini sifatnya mengawali, padanannya adalah peristiwa yang terjadi dalam kurun waktu cukup panjang. Kita tidak bisa menentukan kapan persisnya dimulai dan kapan persisnya selesai, sehingga bisa dikatakan bahwa setiap meterai lebih menunjukkan pada satu periode tertentu, bukan peristiwa. Inilah masa-masa dalam sejarah manusia.

Masa yang khusus, tidak pernah terjadi, mempunyai akibat pada seluruh dunia, dan ada unsur-unsur yang khas sesuai simbol pada wahyu.

Kalau kita baca Wahyu 6:2, meterai pertama ditandai dengan ini: "Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan."

Baiklah... apa yang kita lihat? Seekor kuda putih. Memegang panah. Ada mahkota, lambang kerajaan. Maju sebagai pemenang, merebut kemenangan. Masa apa yang bisa dilambangkan dengan hal-hal ini?

Ada yang menghubungkan kuda putih dengan Knight of Sword, yaitu para ksatria Templars yang dibentuk setelah akhir Perang Salib I. Mereka adalah para ksatria yang melindungi jalan ke Yerusalem, dengan jubah putih dengan tanda salib terjahit di baju. Tidak sedikit pula yang menafsirkan bahwa kuda putih ini menjadi simbol dari para penginjil yang maju dan merebut kemenangan. Gambaran yang menarik, tetapi rasanya tidak tepat.

Ada tiga alasan: yang pertama, peristiwa itu tidak khusus. Penginjilan terjadi sepanjang jaman, sedang perang salib itu sendiri berlangsung berkali-kali, dan semakin lama semakin brutal -- jauh dari maksud penginjilan. Yang kedua, perang salib tidak mempunyai akibat ke seluruh dunia. Memang seluruh eropa terguncang oleh perang salib, tetapi tidak ada kaitannya dengan tempat lain di dunia. Yang ketiga, gambarannya tidak pas: yang putih adalah penunggangnya, bukan kudanya. Lagipula digambarkan memegang sebuah panah (maksudnya: busur panah, a bow), menerima mahkota, dan menjadi pemenang. Kita tahu, dalam sejarah, penginjil tidak menjadi pemenang seperti itu!

Gambaran yang lebih cocok dapat kita temukan pada masa penjajahan.
Filosofi imperialisme. Bila dikatakan "kuda putih", bukankah kita bisa melihat gambaran kapal-kapal galleon dengan layar-layarnya yang besar dan putih itu seperti kuda yang membawa penjajah kulit putih ke seluruh penjuru dunia?

Mereka membawa sebuah busur -- suatu panah. Mengapa tidak disebut membawa pedang, seperti pada umumnya ksatria? Bukankah anak-anak Tuhan, para ksatria Allah, digambarkan membawa pedang, yaitu pedang Roh? Kenapa yang dibawa adalah busur? Perhatikanlah sifat busur: senjata ini menyerang dari jarak jauh. Kedatangannya mendahului penyerangnya, tidak terduga. Para penjajah dahulu pun membawa senjata yang menyerang dari jarak jauh; bukan busur kayu melainkan bedil. Teknologi ini tidak terduga, sehingga tidak ada yang dapat menahannya. Mereka bukan saja membawa bedil, tapi juga membawa meriam, yang tidak dapat ditahan orang.

Para penjajah ini, dengan perlengkapan dan senjatanya, masuk dan menjajah seluruh dunia. Tidak pernah terjadi seperti ini dalam sejarah, bahkan lebih dari yang pernah dicapai oleh kekaisaran Romawi atau penaklukan oleh Jenghis Khan. Pengaruhnya dialami seluruh dunia. Orang Eropa masuk ke seluruh 5 benua (Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Australia) dan mengklaim sebagai bagian dari kerajaan -- entah itu Inggris, Perancis, Spanyol, Portugis, atau Belanda. Mereka benar-benar menjadi pemenang yang merebut kemenangan. Inilah masa yang cocok dengan meterai pertama: masa kolonialisme. Pada masa ini pula, agama Kristen turut terbawa ke seluruh penjuru, di bawa oleh penjajah ke segala bangsa.

Tentu ini suatu pencocokan...adakah yang mempunyai gambaran yang lain?

Meterai yang kedua adalah tentang pembunuhan, "Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar. "

Apa yang kita lihat di sini? Perang. Kuda merah ini, bukankah mengingatkan kita pada api yang berkobar-kobar, menyala-nyala? Orang menunggangi (baca: memakai) api untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi; ini adalah perang yang penuh dengan api, bukan perang dengan pedang dan tombak. Jelas bukan perang jaman dahulu, melainkan perang jaman modern dengan senjata apinya.

Perang sudah terjadi dari jaman dahulu kala. Perang sudah lama merampas damai sejahtera dan membunuh manusia. Lalu perang apa dalam sejarah yang terjadi SESUDAH masa kolonialisme, yang tidak pernah terjadi dalam sejarah, yang pengaruhnya mempengaruhi seluruh dunia?

Tentu, yang terpikir oleh kita sekarang: PERANG DUNIA. Masa 40 tahun di mana terjadi perang dunia adalah masa yang luar biasa kejamnya, yang tidak pernah terjadi dalam sejarah. Tak pernah ada kota yang hancur dalam sekejap mata, membunuh ratusan ribu penduduknya, oleh sebuah bom A seperti Hiroshima dan Nagasaki. Tak pernah ada sebelumnya, dan semoga tidak akan pernah ada lagi. Dan pengaruh perang dunia ini mencakup seluruh dunia; tidak ada bagian dunia yang bebas dari akibatnya. Semuanya cocok dengan gambaran meterai itu, bukan? Damai sejahtera diambil, manusia saling membunuh, dan kepada pembawa peperangan ini diberikan sebilah pedang yang besar -- pedang algojo yang membunuh tanpa pandang bulu, tanpa ampun.

Saya hampir merasa pasti, bahwa pedang besar itu tak lain dari bom atom yang dahsyat. Sungguh mengerikan. Tetapi ini bukan kengerian dari Tuhan, melainkan dari tangan manusia sendiri.

Meterai yang ketiga adalah tentang ekonomi, dikatakan, "Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu." Apa maksudnya?

Kuda hitam melambangkan masa-masa yang hitam. Ingatkah dengan sebutan "Black Thursday" tahun 1929 di Amerika, saat harga saham anjlok dan perekonomian hancur? Tetapi yang disebut di wahyu bukan hanya sesuatu yang lokal di Amerika, melainkan melanda seluruh dunia dengan keadaan serupa: hancurnya harga saham, rontoknya perekonomian. Krisis moneter global, yang tidak pernah terjadi sebelumnya, dan berpengaruh pada semua negara.

Perhatikan apa yang terjadi dengan orang yang menunggangi kuda hitam ini.
Ia memegang timbangan, lambang ekonomi (selain lambang hukum). Secupak gandum dihargai sedinar, mahal sekali! Asal tahu saja, sedinar adalah istilah untuk upah orang bekerja satu hari penuh. Bayangkan, setelah kerja seharian hanya bisa membeli gandum secupak, atau segenggaman tangan. Untuk makan sendiri saja tidak cukup! Seperti itulah keadaannya, orang-orang menjadi miskin luar biasa karena harga-harga tinggi sekali. Ini namanya inflasi -- satu momok yang cukup menakutkan bagi pengelola keuangan negara.

Apakah kita bisa menyebut satu masa di mana terjadi krisis moneter yang hebat, tidak pernah terjadi sebelumnya, dan mengganggu seluruh dunia? Ya, kita mungkin masih ingat, bukan? Ada kiris moneter yang dimulai dari Asia, tetapi pengaruhnya berantai hingga mempengaruhi seluruh dunia. Indonesia termasuk yang terkena dampak paling keras, harga-harga melonjak tinggi sekali. Apakah cuma Indonesia yang kena? Tidak, perhatikanlah bahwa sejak krisis itu, kondisi keuangan di Eropa juga tidak baik. Perekonomian Jepang hancur dalam badai kredit macet. Di Amerika, lembaga cadangan federal melakukan tindakan-tindakan drastis.

Di mana-mana terjadi krisis, orang-orang kehilangan pekerjaannya. Di seluruh dunia banyak perusahaan yang tutup, karena ekonomi global telah menjadi jalinan yang saling mempengaruhi. Tidak pernah terjadi hal seperti ini sebelumnya! Biasanya gangguan ekonomi senantiasa bersifat lokal, seperti depresi besar yang terjadi di Amerika tahun 1929. Tetapi depresi itu hanya melanda Amerika saja; tidak bisa dibandingkan resesi global yang terjadi beberapa tahun lalu.

Dapatkah kita mengatakan, bahwa resesi global yang lalu itu tak lain dari kuda hitam dan penunggangnya yang membawa kemelaratan?

Meterai keempat lebih membingungkan, karena bunyinya demikian: "Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi. "

Yang pertama, perhatikanlah warna kudanya: hijau kuning. Warna apa ini?
Apa di bumi ini yang dicirikan oleh warna hijau dan kuning? Dan perhatikan pula, tidak seperti penunggang lainnya, kali ini nama penunggang kuda ini disebutkan namanya: MAUT. Rupanya bukan kudanya yang menjadi pokok perhatian, melainkan penunggangnya. Ada maut yang menjalar atas seperempat dari bumi. Mengerikan. Tetapi apa maknanya? Masa apa yang cocok dengan gambaran ini?

Dan ingatlah, bahwa peristiwanya adalah peristiwa yang khusus, tidak ada presedennya, serta akibatnya mencakup seluruh dunia. Apa yang kita ketahui tentang ini?

Di dunia ini, tidak banyak kelompok yang gambarannya diwakili oleh warna hijau dan kuning. Sebenarnya warna-warna ini mengingatkan pada warna belerang dan fosfor, yang baunya adalah bau busuk mematikan. Tetapi kita juga bisa menggambarkan ini pada satu kelompok yang suka dengan warna hijau dan kuning... warna Islam. Saya melihat di sini ada beberapa hal yang nampaknya tidak saling berhubungan, kecuali bahwa semuanya mendatangkan kematian.

Hal yang pertama adalah terorisme oleh Islam radikal, kelompoknya Al-Qaeda. Sejak peristiwa 11 Sept 2001, gema terorisme melanda seluruh dunia, dan hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Ada kematian akibat terorisme di mana-mana, entah itu di Amerika atau di Eropa atau di Thailand baru-baru ini. Kita tidak tahu bagaimana kelanjutannya....mungkin sekali, masih akan ada banyak kematian karena teror. Ada suatu kecemasan, bahwa akhirnya teroris memperoleh senjata pemusnah masal, bom atom. Sebuah bom atom, jika diledakkan di tengah-tengah kota besar, cukup untuk membunuh jutaan jiwa dalam sekejap mata. Itulah yang dikatakan "membunuh dengan pedang"

Hal yang kedua adalah serangan penyakit. Dalam beberapa waktu terakhir, kita mengalami wabah penyakit yang luar biasa, yaitu sindrom saluran pernafasan akut, alias SARS. Sebelumnya sudah ada AIDS, tetapi penularan AIDS bersifat lebih spesifik. Kalau penularan SARS adalah melalui udara, dan jangkauannya luas padahal belum ada obatnya. Entah ada berapa banyak kematian oleh SARS, korbannya ada di seluruh dunia. Memang, di negara maju yang tingkat layanan kesehatannya tinggi, penyakit ini tidak sukar dikendalikan, berbeda di negara-negara asia yang baru berkembang. Ada lagi satu petunjuk...ingatlah, bahwa SARS berasal dari Cina, negara tirai bambu. Ingat warna bambu? Hijau dan kuning, bukan?

Hal yang ketiga adalah warna hijau dan kuning melambangkan gunung berapi, yang penuh fosfor dan belerang. Kita tidak tahu bagaimana persisnya, tetapi kita tahu bahwa gunung berapi bisa mendatangkan maut. Tetapi gunung berapi apa yang terjadi baru-baru ini, yang peristiwanya khusus dan akibatnya mencapai ke seluruh dunia? Saya tidak bisa memikirkannya. Nampaknya sampai sejauh ini tidak ada. Mudah-mudahan saya salah sama sekali, dan tidak pernah ada terjadi letusan gunung berapi yang mempengaruhi seluruh dunia.

Kita juga tidak tahu bagaimana hijau dan kuning bisa diasosiasikan dengan binatang-binatang buas. Kita tahu, bahwa saat ini binatang buas di muka planet bumi ini tidak lagi menjadi raja; orang sudah menaklukkan semua binatang buas yang masih ada, bahkan harus melindungi mereka dari kepunahan. Tetapi tentu binatang buas di sini juga merupakan simbol...entah simbol apa. Bisakah gunung berapi disimbolkan dengan binatang buas?

Kita berhenti di sini, karena meterai kelima nampaknya belum terjadi. Atau kalau pun terjadi, kita tidak tahu...karena yang digambarkan adalah jeritan jiwa orang yang mati karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Meterai kelima adalah meterai ketidaksabaran, rasa penasaran yang aneh.

Sebagai penutup, kita semua turut berduka karena tsunami di Aceh, lalu baru saja terjadi gempa bumi di Nias. Jika diperhatikan, tekanan dari gerakan tektonik ini mengarah ke selatan, yang kemarin dikonfirmasi dengan adanya gempa di Mentawai. Kecemasan lanjutannya bukan hanya gempa tektonik, melainkan tekanan yang timbul akan membuat terjadinya letusan gunung berapi yang besar di Sumatra. Seorang professor dari Monash University, Dr. Ray Cas mengungkapkan kemungkinan letusan volkanik yang amat besar, yang terjadi sekali dalam ribuan tahun, dan jangkauannya mencapai seluruh dunia. Letusannya konon akan terjadi di Pulau Sumatra.
Bukan berita baik...

Apa artinya ini bagi kita? Saya menemukan, bahwa semuanya ada dalam rancangan Tuhan, yang sudah diwahyukan pada kita. Tentu kita tidak bisa mengetahui bagaimana kelanjutannya, atau bagaimana segala sesuatu terjadi secara persis, kecuali jika TELAH terjadi. Tetapi apapun yang nanti akan terjadi, gambaran dalam wahyu adalah gambaran yang suram. Setelah meterai-meterai dibuka, berikutnya adalah celaka demi celaka atas umat manusia.

Saya yakin ini mendorong kita untuk lebih giat lagi, lebih tekun lagi dalam Tuhan dan mengerjakan pekerjaan-Nya. Waktu yang tersedia semakin sempit, padahal ada begitu banyak kesesatan, orang yang tidak mau kenal Tuhan. Tetapi sekarang masih ada waktu, masih ada kesempatan. Inilah waktu yang berharga, yang harus kita pakai sebaik-baiknya. Berita wahyu bukan berita untuk membuat orang semakin tertutup dan sibuk menyelamatkan diri sendiri, melainkan berita yang memanggil orang-orang untuk segera bertobat, meninggalkan kebiasaan lamanya dan berbalik mencari Tuhan serta kebenaran-Nya.

Terpujilah TUHAN!

Salam kasih,
Donny
Last edited by stivana2 on Thu Aug 31, 2006 5:48 pm, edited 1 time in total.
stivana2
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 146
Joined: Tue Aug 15, 2006 5:00 pm

Postby Arjuna_2 » Tue Aug 29, 2006 4:38 pm

Sudah selayaknya para muslimer mencari cari nubuatan dari Alkitab...karena dari situlah sumbernya Quran. :lol:

.
Arjuna_2
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 350
Joined: Mon Apr 17, 2006 10:56 am

Muhammad dan Alkitab ?

Postby xpislove » Tue Aug 29, 2006 4:56 pm

Dear All,

I hope you all can speak English !

Pertama untuk Muslim :
Pelajari dulu itu apa INJIL, KITAB INJIL, dan ALKITAB.
Kalau inipun kalian tidak bisa bedakan, kalian sama saja perpanjangan lidah para kiyai-ustads yang picik tersebut.
Kegelapan yang dibawa Muhammad dan Islam tidak bisa mengelabui dan menghalangi TERANG dari YESUS KRISTUS.

Untuk Semua :
Untuk mematahkan semua klaim Muslim tentang nubuatan tentang Muhammad ada di Alkitab sudah disusun di sini
http://www.answering-islam.org/Muhammad ... index.html

Doakan juga para Muslim agar tidak tertipu terus dan terus !

Khusus mengenai YESAYA 29 tersebut :
http://www.answering-islam.org/BibleCom/is29-12.html
http://www.answering-islam.org/BibleCom/index.html

xpislove
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 400
Joined: Thu Aug 10, 2006 2:16 pm

Postby endfinal » Tue Aug 29, 2006 5:32 pm

stivana2 wrote:yg di maksud dgn Yesaya itu kitab Wahyu(kitab terakhir) yg di terima oleh Yohanes, coba baca psl 5 n strsnya
Kitab Wahyu
5.1 Maka aku melihat di tangan kanan Dia yg duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yg di tulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan di materai dengan tujuh materi
5.2 dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya : " Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka materai-materainya?"
5.3 Tetapi tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi(maksudnya dunia orang mati), yang dapat membuka gulungan kitab itu
5.4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang di anggap layak untuk membuka gulungan kitab itu(apalagi momet) ataupun melihat sebelah dalamnya
5.5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku : " Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud(maksudnya Yesus), telah menang (mati n bangkit dr maut), sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh materainya."

Stivana sudah begitu tepat dan singkat menjawab kibulan islam ini. sungguh memalukan cara islam mencari keberadaan nabi mereka dari Alkitab. coba buka juga link yg diberikan oleh xpislove :
http://www.answering-islam.org/BibleCom/is29-12.html
http://www.answering-islam.org/BibleCom/index.html

sudah lah muslim.....sekali nabi palsu tetap nabi palsu....
endfinal
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4000
Joined: Tue May 16, 2006 4:50 pm

Re: Al Qur’an, Kitab yang diramalkan dalam Injil

Postby Andi Yan » Tue Aug 29, 2006 6:01 pm

janos wrote:Jika kita buka Isaiah 29:12 kita akan menemukan ayat di bawah ini:

“And the book is delivered to him that is not learned, saying, Read this, I pray thee: and he saith, I am not learned.”

Dan kita simak hadits Bukhari tentang turunnya Al Qur’an

Volume 1, Book 1, Number 3:
Narrated 'Aisha:
(the mother of the faithful believers) The commencement of the Divine Inspiration to Allah's Apostle was in the form of good dreams which came true like bright day light, and then the love of seclusion was bestowed upon him. He used to go in seclusion in the cave of Hira where he used to worship (Allah alone) continuously for many days before his desire to see his family. He used to take with him the journey food for the stay and then come back to (his wife) Khadija to take his food like-wise again till suddenly the Truth descended upon him while he was in the cave of Hira. The angel came to him and asked him to read. The Prophet replied, "I do not know how to read.

The Prophet added, "The angel caught me (forcefully) and pressed me so hard that I could not bear it any more. He then released me and again asked me to read and I replied, 'I do not know how to read.' Thereupon he caught me again and pressed me a second time till I could not bear it any more. He then released me and again asked me to read but again I replied, 'I do not know how to read (or what shall I read)?' Thereupon he caught me for the third time and pressed me, and then released me and said, 'Read in the name of your Lord, who has created (all that exists) has created man from a clot. Read! And your Lord is the Most Generous." (96.1, 96.2, 96.3) Then Allah's Apostle returned with the Inspiration and with his heart beating severely. Then he went to Khadija bint Khuwailid and said, "Cover me! Cover me!" They covered him till his fear was over and after that he told her everything that had happened and said, "I fear that something may happen to me." Khadija replied, "Never! By Allah, Allah will never disgrace you. You keep good relations with your Kith and kin, help the poor and the destitute, serve your guests generously and assist the deserving calamity-afflicted ones."

Dapatlak kita lihat kemiripannya.

So, It is your choice guys, wheather you want to receive it or reject it. but remember that Allah warned the unbeliever :

Noble Verse(s) 75:1-75:5
Yusuf Ali:
[075:001] I do call to witness the Resurrection Day;
[075:002] And I do call to witness the self-reproaching spirit: (Eschew Evil).
[075:003] Does man think that We cannot assemble his bones?
[075:004] Nay, We are able to put together in perfect order the very tips of his fingers.


Pak janos,

Sebenarnya saya sudah ungkapkan kebenaran dari Yesaya 12 itu, tapi tak apalah saya ulangi :
Kalau bapak baca lengkap Yes 12 : 9 - 16, maka isi nats itu adalah menggambarkan :
1. Keadaan bangsa Israel yang saat itu mengalami krisis iman dan moral.
2. Bangsa Israel saat itu tak memperdulikan Firman Tuhan dan buta rohani, terungkap dari ayat 11-12, itulah maksud bahwa, "Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan :"Baiklah baca ini." maka ia akan menjawab,"Aku tidak dapat sebab kitab itu termeterai"......."
3. Bangsa Israel pada saat itu bersifat munafik (ayat 13).
4. Tuhan akan menghukum bangsa Israel akibat kedegilan hatinya saat itu ( ayat 14).

Jadi hal itu sama sekali bukan ramalan akan kitab yang akan datang ribuan tahun kemudian, hal itu dikemukakan atas kesalahan dan dosa bangsa Israel saat itu dan akibatnya, dari analisa mendalam tak ada sama sekali kaitannya yang mendukung sebagai nubuatan akan ada kitab ribuan tahun kemudian dalam pasal tersebut.

Sekarang saya analisa pernyataan anda berdasarkan kisah dalam hadits anda :
Volume 1, Book 1, Number 3:
Narrated 'Aisha:
(the mother of the faithful believers) The commencement of the Divine Inspiration to Allah's Apostle was in the form of good dreams which came true like bright day light, and then the love of seclusion was bestowed upon him. He used to go in seclusion in the cave of Hira where he used to worship (Allah alone) continuously for many days before his desire to see his family. He used to take with him the journey food for the stay and then come back to (his wife) Khadija to take his food like-wise again till suddenly the Truth descended upon him while he was in the cave of Hira. The angel came to him and asked him to read. The Prophet replied, "I do not know how to read.
Yang jika dirunutkan berarti :
nabi kalian diberikan suatu kebenaran (truth) yang disuruh malaikat untuk membaca dan nabi kalian berkata,"Aku tidak tahu bagaimana membaca".

Sedangkan nats dalam Yes 29 itu dikisahkan tentang ayat 11 tersebut adalah : Walaupun bangsa Israel diberi penglihatan seperti sebuah isi sebuah kitab yang termeterai, akan ada 2 penolakan, yakni bagi orang yang bisa membaca akan menjawab tidak bisa membaca karena termeterai, bagi orang yang dapat membaca akan menjawab tidak bisa membaca. Berarti maksud dari nats ini adalah perumpamaan yang menggambarkan kebebalan hati bangsa Israel saat itu (ingat ada kata "seperti" sebagai perumpamaan, bukanlah nubuatan).
Ada perbedaan antara nats dalam Yes 29 tersebut dengan hadits anda :
1. Dalam Nats pasal 29, objek yang diminta membaca adalah bangsa Israel, sedangkan dalam nats anda adalah nabi anda.
2. Dalam nats pasal 29, ayat 11 - 12 itu menceritakan perumpamaan, sedangkan dalam hadits anda adalah kisah yang terjadi pada diri nabi anda.

Teman, dalam menganalisa harap hati2, analisa yang terlalu terburu2 dan gegabah serta sepotong2 hanya akan menghasilkan kesimpulan yang tidak benar. Terima kasih, Tuhan memberkati, Shaloom
Andi Yan
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 236
Joined: Fri Jul 14, 2006 5:44 pm
Location: Jakarta

Postby janos » Wed Aug 30, 2006 11:59 am

Dear Andy Yan dan stivana2,

terima kasih, tidak seperti kebanyakan yang lain, anda memberikan perdebatan yang baik. Perlu anda ketahui saya tidak bermaksud menyerang anda, saya hanya ingin berdiskusi dan ternyata reaksinya ternyata jauh lebih baik dari yang saya harapkan.

Dan terima kasih atas penjelasan dari anda. Mungkin jawaban andalah yang benar: analisa dari anda dan saya berbeda. Dan perlu saya akui kalau Isaiah 29: 12 berambigu dikarenakan anda membaca Terjemahan Indonesia dan saya membaca king james version.

Sedangkan King James Version yang berbunyi:

11 : "And the vision of all is become unto you as the words of a book that is sealed, which men deliver to one that is learned, saying, Read this, I pray thee: and he saith, I cannot; for it is sealed:"

12 : "and the book is delivered to him that is not learned, saying, read this I pray thee; and he saith I am not Learned."

Jadi ijinkan saya memberikan pendapat dari saya sebelumnya:
1. Ayat 11 menjelaskan Kitab diberikan oleh manusia (which men deliver) kepada (orang Israel) yang bisa membaca,
2. Sehingga kitab ini diberikan kepada him (so interpretasi saya bisa orang mana saja) yang tidak bisa membaca dan yang menjawab "Aku tidak terpelajar".

Maaf, saya tidak punya roh kudus menemani saya, namun protestan punya roh kudus, katolik punya roh kudus, Jehovah witness punya roh kudus, mormon punya roh kudus, namun bukankah mereka berbeda beda? Tapi sekali lagi terima kasih atas penjelasannya, mungkin saya salah tentang Isaiah 29:12 karena pernyataan yang anda kemukakan berdasarkan pembelajaran dan apa yang saya kemukakan hanya dari apa yang saya dengar dari sebuah diskusi saja…

Tapi perlu diketahui hal ini bukan berarti Islam agama yang salah. Untuk yang gemar melihat AnsweringIslam, banyak tulisan Sam Shamoun yang sudah dibantah di:
http://www.answering-christianity.com/s ... uttals.htm

Silahkan membaca dan menganalisa sendiri.
User avatar
janos
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 35
Joined: Mon Jul 17, 2006 3:59 pm

BAD MAN

Postby xpislove » Wed Aug 30, 2006 12:28 pm

Dear Janos,

Maaf, saya tidak punya roh kudus menemani saya, namun protestan punya roh kudus, katolik punya roh kudus, Jehovah witness punya roh kudus, mormon punya roh kudus, namun bukankah mereka berbeda beda?

Belajar dari sumber yang benar dan berdoalah kepada ROH KUDUS tersebut agar menemani anda ! Daripada anda mencari ke sana-sini usaha pembenaran Muhammad yang TIDAK BUTA HURUF tersebut yang tidak akan pernah benar.

Oh ya, Sunni dan Syiah dan Ahmadiah sama-sama mengakui ke-nabi-an Muhammad. Namun, bukankah mereka berbeda-beda ?


Tapi sekali lagi terima kasih atas penjelasannya, mungkin saya salah tentang Isaiah 29:12 karena pernyataan yang anda kemukakan berdasarkan pembelajaran dan apa yang saya kemukakan hanya dari apa yang saya dengar dari sebuah diskusi saja…

Makanya jangan mudah tertipu dan meneruskan menipu ....
Begitulah cara ajaran sesat Nabi Palsu berkembang. Tertipu dan Menipu !
Jadi lain kali kalau mau menafsirkan Kitab Suci Yahudi dan Kristen, belajar ke Yahudi dan Kristen, jangan kepada Alm. Ahmad Deedat !
Kecuali kalau anda memang sudah pasrah dan berserah untuk tetap SESAT !!!


Tapi perlu diketahui hal ini bukan berarti Islam agama yang salah.

Anda mungkin mengatakan sekarang Islam tidak salah, tapi orang lain mengatakan salah !
Sama seperti anda mengatakan YESUS KRISTUS bukan Tuhan, orang lain mengatakan Tuhan.
Untuk itulah situs ini anda, membuktikan ketertipuan anda contohnya pasal Yesaya 29 tersebut !

Celakah orang yang tidak mau belajar dari pengalaman ......

Untuk yang gemar melihat AnsweringIslam, banyak tulisan Sam Shamoun yang sudah dibantah di:
http://www.answering-christianity.com/s ... uttals.htm
Silahkan membaca dan menganalisa sendiri


Tentu saja semua menganalisa sendiri !
Membantah kembali A-C silakan buka di sini juga :
http://www.answering-islam.org/Response ... /index.htm

Dalam Kristus ada JAWABAN, teman !

Singature Anda : ... Bad Man ...
:

Jadi dari semula memang yang Bad Man sudah tahu tetap menjadi Bad Man !
xpislove
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 400
Joined: Thu Aug 10, 2006 2:16 pm

bohong, gak bs baca tulis!

Postby FAHRI » Wed Aug 30, 2006 12:43 pm

:oops: :oops: :oops: :oops: :oops: :oops: :oops: :oops: :oops: [/color]SUDAH JELAS KEBOHONGAN YG BESAR KALO DIKATAKAN muhammad TDK BS BACA TULIS.

ALASANNYA:

1. DARI USIA MUDA SAMPE JD NABI2AN, SDH BERDAGANG KEMANA2, DAN BANYAK MELAKUKAN TRANSAKSI, PADA SAAT ITU SDH ADA PERADABAN ROMA DLL YG BERDAGANG DGN MATA UANG BUKA BARTER SAJA KAYAK ORANG PRIMITIF, SDH PAKAI NERACA TIMBANGAN DLL JD LAMBAT LAUN PASTI JD BS BACA TULIS.

2. PADA SAAT JD NABI2 AN N MENERIMA WAHYU PERTAMA IQRA, PASTI SETELAH ITU DARI USIA 40 SAMPE MAMPUS DIUSIA 62 AN, muhammad BELAJAR BACA TULIS, BGMANA TDK WONG DIPERINTAHKAN IQRA KOK NGOTOT TETAP TDK BELAJAR BACA TULIS, APAKAH muhammad IDIOT GAK MAU MENTAATI PERINTAH IQRA, TERSERAH YG muslim AJA.
FAHRI
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 302
Joined: Wed Jul 05, 2006 10:16 pm

Postby moe » Wed Aug 30, 2006 12:46 pm

Sangatlah absurd bila seseorang begitu saja mengambil suatu ayat/nubuatan dalam kitab agama lain dan mengambilnya untuk memperkuat posisi kitab dan pemimpin agamanya.

Inilah akibatnya bila seseorang hanya asal comot demi kepentingan : legitimasi

Bila Yesaya 29:12 ( dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca."
) dianggap sah untuk menubuatkan keberadaan sosok muhammad,

Maka nubuatan berikut ini juga dianggap sah karena terpenuhi dalam pribadi muhammad :

Deut 13:5 Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan--dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.

Deu 13:10 Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

Mat 18:6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

Mat 24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.

Mat 24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.


Berikut nubuatan ttg datangnya sebuah agama yg bernama Islam yg dianggap damai:

Eze 13:10 Oleh karena, ya sungguh karena mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera--mereka itu mendirikan tembok dan lihat, mereka mengapurnya--
User avatar
moe
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 618
Joined: Sat Mar 18, 2006 12:46 pm

Postby BOMBASTIC » Wed Aug 30, 2006 1:04 pm

Salam kenal bung Janos..saya sudah pernah kasih ditread lain bahwa muhamad bisa baca tulis tapi gak papa tinggal saya copy aja..silahkan renungkan ya..terdapat banyak ayat di dalam al-Qur'an yang mengisahkan Nabi disuruh oleh Allah supaya membaca ayat-ayat-Nya kepada orang-orang yang berada di kelilingnya. Itu menunjukkan Nabi pandai membaca. Antara ayat yang dimaksudkan adalah enam yang berikut:
"Dan kamu (Muhammad) bacakanlah kepada mereka cerita dua orang anak Adam dengan sebenarnya ...." (5:27)
"Katakanlah, 'Marilah, aku (Muhammad) akan membacakan apa yang Pemelihara kamu mengharamkan kamu ....'" (6:151)
"Demikianlah Kami mengutus kamu (Muhammad) kepada satu umat yang sebelumnya beberapa umat telah berlalu untuk membacakan mereka apa yang Kami mewahyukan kamu ...." (13:30)
"Dan sebuah al-Qur'an yang Kami membahagi-bahagikan, untuk kamu (Muhammad) membacakannya kepada manusia berjarak-jarak, dan Kami menurunkannya dengan satu penurunan." (17:106)
"Aku (Muhammad) hanya diperintah untuk menyembah Pemelihara tanah ini, yang Dia menjadikannya suci; kepunyaan-Nya segala sesuatu. Dan aku diperintah supaya menjadi antara orang-orang yang muslim, dan untuk membaca al-Qur'an ...." (27:91-92)
"Wahai ahli Rumah, Allah hanya menghendaki untuk menghilangkan kotoran daripada kamu, dan untuk membersihkan kamu, sebersih-bersihnya. Dan ingatlah apa yang dibacakan di dalam rumah-rumah kamu daripada ayat-ayat Allah ...." (33:33-34). Di sini, Nabi didapati membacakan ayat-ayat Allah kepada isteri-isterinya di rumah-rumah mereka.
Malahan, rasul-rasul Allah yang lain didapati pandai membaca kerana mereka ditugaskan untuk membaca ayat-ayat-Nya kepada manusia. Tugas itu adalah juga tugas Nabi Muhammad. Dua ayat yang berikut menjelaskannya:
"Kemudian orang-orang yang tidak percaya dihalau dalam kumpulan-kumpulan ke Jahanam, sehingga apabila mereka datang kepadanya, pintu-pintunya dibuka, dan penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, 'Tidakkah rasul-rasul datang kepada kamu daripada kalangan kamu sendiri, dengan membacakan kamu ayat-ayat Pemelihara kamu, dan memberi amaran kepada kamu terhadap pertemuan hari kamu ini?' Mereka berkata, 'Ia, benar ....'" (39:71)
"Dia yang membangkitkan pada kaum yang ummiy (orang Arab) seorang rasul (Muhammad) di kalangan mereka untuk membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka," (62:2)
Tambahan pula, adalah sukar untuk menerima hakikat bahawa seorang Nabi pilihan-Nya tidak tahu membaca walhal Dia menyuruhnya dan manusia lain supaya mengamalkan tabiat membaca, seperti firman-Nya - "Bacalah dengan nama Pemelihara kamu yang mencipta," (96:1)
Menulis
Bukan sahaja didapati, di dalam al-Qur'an, yang Nabi pandai membaca, malah, baginda juga didapati pandai menulis. Kebenaran itu telah diakui sendiri oleh orang-orang yang tidak percaya yang tinggal bersamanya. Firman-Nya:
"Mereka berkata, 'Dongeng orang-orang dahulu kala, yang dia menulisnya, yang diimlakkan kepadanya pada waktu awal pagi dan petang.'" (25:5)
Terjemahan ayat tersebut telah menimbulkan keraguan sesetengah pihak. Betulkah ayat itu diterjemahkan? Untuk mengikis keraguan, pertama, dikemukakan sebuah tafsir kepada ayat yang sama, oleh Prof. Dr. Hj. Mahmud Yunus (Tafsir Quran Karim, cetakan ke-19, 1979, halaman 525) yang berbunyi:
"Mereka berkata: (Qur'an ini) kabar-kabar dongeng orang-orang dahulu kala, yang dituliskan oleh Muhammad dan dibacakan (didiktekan) orang kepadanya pagi-pagi dan petang." (25:5)
Kedua, kalimat yang diterjemahkan kepada "menulisnya" ialah iktataba. Kalimat itu penting kerana, difahamkan, mempunyai pengertian "menulis nota terutamanya apabila orang kedua sedang mengimlakkan."
Dan akhir sekali, terdapat sebuah lagi ayat yang bukan sahaja menyokong ayat 25:5 tadi bahkan mampu untuk menghapuskan sama sekali keraguan terhadap Nabi yang dikatakan kini pandai membaca dan menulis, termasuk membaca dan menulis Kitab. Firman-Nya:
"Tidaklah sebelum ini kamu (Muhammad) membaca sebarang Kitab, atau menulisnya dengan tangan kanan kamu; jika demikian, tentulah orang-orang yang mengikuti yang palsu menjadi ragu-ragu." (29:4
Ia menegaskan, Nabi tidak pernah membaca dan menulis sebarang Kitab sebelum menerima al-Qur'an. Bermaksud, selepas menerima al-Qur'an baginda telah membaca, dan menulis Kitab dengan tangan kanannya.
Seterusnya, ayat itu tidak menunjukkan pula bahawa baginda tidak pernah membaca dan menulis sesuatu yang selain daripada Kitab sebelum menerima al-Qur'an (misalan, membaca dan menulis apa yang diperlukan dalam urusan perdagangannya).
Dengan adanya bukti-bukti yang jelas daripada Allah, maka terdedahlah fitnah yang kian lama dilakukan oleh para ulama palsu Islam ke atas Nabi Muhammad yang mereka menyiarkan sebagai seorang yang tidak tahu membaca dan menulis, atau buta huruf. Sesungguhnya mereka menghina Nabi dengan berbuat demikian meskipun mereka mendakyahkan iaitu merekalah orang-orang yang paling mengasihinya.
User avatar
BOMBASTIC
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 736
Joined: Thu Jul 13, 2006 10:56 am
Location: HEAVEN

Postby MuridMurtad » Wed Aug 30, 2006 3:16 pm

Nubuat gundulmu :

Yesaya 29.
12 : "and the book is delivered to him that is not learned, saying, read this I pray thee; and he saith I am not Learned."

Kalimat ini dengan jelas mengatakan bila kitab (gulungan) itu disampaikan kepada siapapun yang tidak bisa membaca/terpelajar dan berkata bacalah ini ; akan dijawab : “Aku tidak terpelajar.” (kalimat asli : I don’t know books/writings! atau Lo' yada`tiy ceper!)

Alkisah ada seorang nenek yang setiap hari melihat cucunya belajar. Dalam pikirannya anak jaman sekarang pandai-pandai, tidak seperti pada jamannya yang tidak mengenal sekolahan. Pikirannya itu kemudian terbawa mimpi, dimana dalam mimpinya guru sang cucu mendatanginya dan meminta sang nenek membaca buku sang cucu, otomatis nenek itu akan berkata : “ aku tidak bisa membaca” atau “aku tidak pernah sekolah”………………….Tapi oleh kerena mimpi itu mirip kisah di Yesaya, secara kerena terlalu “pandai” seorang muridnya si Dedaat berkesimpulan nenek itu sudah dinubuatkan oleh Bibel…………………… :lol: :lol:

--
MuridMurtad
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1172
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:49 pm

Postby unagi » Wed Aug 30, 2006 4:07 pm

Dan perlu saya akui kalau Isaiah 29: 12 berambigu dikarenakan anda membaca Terjemahan Indonesia dan saya membaca king james version.

Sedangkan King James Version yang berbunyi:

11 : "And the vision of all is become unto you as the words of a book that is sealed, which men deliver to one that is learned, saying, Read this, I pray thee: and he saith, I cannot; for it is sealed:"

12 : "and the book is delivered to him that is not learned, saying, read this I pray thee; and he saith I am not Learned."

Jadi ijinkan saya memberikan pendapat dari saya sebelumnya:
1. Ayat 11 menjelaskan Kitab diberikan oleh manusia (which men deliver) kepada (orang Israel) yang bisa membaca,
2. Sehingga kitab ini diberikan kepada him (so interpretasi saya bisa orang mana saja) yang tidak bisa membaca dan yang menjawab "Aku tidak terpelajar".


Janos..jawaban kamu membingungkan deh...
which men deliver kepada orang Israel yang bisa membaca?
memangnya Muhamad memberikan kitab pada orang Israel untuk di baca?

Oya...
kitab dalam ayat ini termeterai tuh..waktu Quran dikasi ke Muhamad..ada meterainya gak? trus Muhamad bisa buka ngga?
jangan cuma ngambil dari sisi "aku tidak bisa membaca saja"
hehehe....

di Yesaya 29 kan ada dua poin termeterai dan tidak bisa dibaca
memangnya Quran ada meterainya yang tidak bisa dibuka Muhamad?
User avatar
unagi
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 912
Joined: Thu Mar 16, 2006 4:17 pm
Location: no where near a fanatic moslem, *i-wish*

Postby No_Name » Sat Sep 02, 2006 6:50 pm

udah gi,gak usah layanin Muslim yg model2 beginian!!

munafiki mereka!!jilat ludah sendiri...

katanya Alkitab udeh dipalsuin,tapi masih aja doyan nyari nubuatan ttg Muhhamad,quran....!!

ha-ha-ha-ha....LUCU ni Muslim...!!

mentok ni yeee!!
User avatar
No_Name
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1677
Joined: Mon Jun 05, 2006 7:01 pm
Location: the Rock n Roll place

Postby SuperMie » Thu Sep 07, 2006 8:12 pm

Cucu Jusuf Estes wrote:hahaha.... ini lagi2 ****..

coba bayangkan... jika saya membaca Al Quran pada hari ini, kemudian besoknya SAYA MENGARANG CERITA, sesuai dgn kejadian2 di Al Quran ..apa ini dikatakan RAMALAN ?? dasar org2 **** ..

ini cukup membuktikan Muhamek itu pernah baca Yesaya, kemudian merekayasa PERKATAAN "JIBRIL" sehingga perkataan JIBRIL seolah2 memang ada di Yesaya..


teori dari mana tuh om?
pasti dari sini
Cucu Jusuf Estes wrote:SAYA MENGARANG CERITA, sesuai dgn kejadian2 di Al Quran


tapi sayangnya, banyak bukti yg menyodorkan fakta bahwa Nabi Muhammad saw. tidak dapat menulis dan membaca...
SuperMie
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 25
Joined: Sun Mar 19, 2006 8:41 am

Postby SuperMie » Thu Sep 07, 2006 8:36 pm

rein wrote:katanya Alkitab udeh dipalsuin,tapi masih aja doyan nyari nubuatan ttg Muhhamad,quran....!!


apasalahnya terus mencari,
karena barang buatan manusia itu tak ada yg se sempurna buatan Tuhan.
jadi mau di tutup2in serapih apapun, pasti ada aja kesalahannya.
namanya juga, barang contekan.
ibaratnya radio SQNY yang "made in china" itu lhoo..beda kan ama radio SONY yang buatan jepun?

Wassalam
SuperMie
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 25
Joined: Sun Mar 19, 2006 8:41 am

Next

Return to Quran & ISA Almasih, Injil



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users